Kamis, 10 September 2026

GEBYAR LOMBA KEMERDEKAAN HUT RI KE-81, "Bersatu di Negri Rantau: Semangat Merah Putih Tetap Berkobar"

TAIWAN, 23 Agustus 2026
Semangat kemerdekaan tidak pernah mengenal batas wilayah. Jauh dari tanah air, mahasiswa Indonesia yang berada di Taiwan tetap menunjukkan rasa cinta dan bangga terhadap Indonesia melalui penyelenggaraan Gebyar Lomba Kemerdekaan yang mengusung tema “Bersatu di Negeri Rantau: Semangat Merah Putih Tetap Berkobar.” Kegiatan ini menjadi wadah untuk mempererat tali silaturahmi, memperkuat rasa persaudaraan, serta menumbuhkan kembali semangat kebangsaan di tengah kehidupan sebagai perantau.

Acara yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Universitas Terbuka Taiwan (HIMMAS UTT) ini berlangsung dengan penuh antusias dan keceriaan. Berbagai perlombaan, hiburan, serta kegiatan kebersamaan berhasil menghadirkan suasana hangat yang mengingatkan seluruh peserta pada momen perayaan kemerdekaan di kampung halaman. Tidak hanya menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga menjadi sarana mempertemukan mahasiswa dari berbagai latar belakang untuk saling mengenal, berbagi pengalaman, dan memperkuat solidaritas sebagai sesama anak bangsa. 

Di balik kemeriahan dan kesuksesan acara ini,   terdapat kerja keras, dedikasi, serta semangat gotong royong dari seluruh panitia yang telah    meluangkan waktu, tenaga, dan pikirannya. Mulai dari tahap perencanaan, persiapan perlengkapan, koordinasi peserta, pengaturan jalannya lomba, hingga dokumentasi kegiatan, seluruh panitia bekerja dengan penuh tanggung jawab demi memberikan pengalaman terbaik bagi seluruh peserta yang hadir.

Kami menyampaikan ucapan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh panitia Gebyar Lomba Kemerdekaan yang telah berkontribusi dengan penuh semangat dan kebersamaan. Kehadiran, kerja sama, dan komitmen yang ditunjukkan oleh setiap anggota panitia menjadi fondasi utama terselengaranya acara yang meriah, tertib, dan berkesan. Kebersamaan yang terjalin selama menjadi panitia bukan hanya menghasilkan sebuah acara yang suskses, tetapi juga memeperkuat hubungan keluargaan dilingkungan mahasiswa Universitas Tebuka Taiwan. Semoga semangat kolaborasi dan pengabdian yang telah ditunjukkan dapat terus menjadi inspirasi dalam setiap kegiatan HIMMAS UTT di masa mendatang. 

Antusiasme Peserta dan Kemerihan Perlombaan
Semangat kemerdekaan semakin terasa dengan antusiasme para peserta yang hadir dan berpartisipasi dalam setiap rangkaian perlombaan. Mahasiswa Universitas Terbuka Taiwan dari berbagai program studi dan angkatan berkumpul dalam suasana penuh keakraban, tawa, dan semangat persaingan yang sehat. Meskipun berada jauh dari Indonesia, semangat untuk merayakan Hari Kemerdekaan tetap menyala dan menjadi pengingat akan pentingnya persatuan di negeri rantau.

Berbagai lomba tradisional khas perayaan 17 Agustus berhasil menghadirkan keseruan yang mengundang gelak tawa sekaligus mempererat kebersamaan antar mahasiswa. Salah satu lomba yang paling menarik perhatian adalah lomba makan kerupuk, di mana para peserta berusaha menghabiskan kerupuk yang digantung tanpa bantuan tangan. Tingkah lucu dan ekspresi peserta membuat suasana semakin meriah dan menghibur para penonton.

Keseruan juga terlihat pada lomba masukkan paku ke dalam botol, yang menguji konsentrasi dan kesabaran. Meski terlihat sederhana, tantangan ini berhasil menghadirkan banyak momen lucu yang membuat seluruh peserta dan penonton terhibur.

Tidak kalah menarik, lomba estafet kelereng menguji keseimbangan dan ketelitian peserta dalam membawa kelereng hingga garis akhir. Setiap langkah harus dilakukan dengan hati-hati karena sedikit kesalahan dapat membuat kelereng terjatuh dan menghambat perjalanan tim menuju kemenangan.

Suasana semakin ramai saat berlangsungnya lomba joget balon, di mana peserta harus menjaga balon tetap berada di antara tubuh pasangan sambil bergerak mengikuti irama musik. Gelak tawa pecah ketika peserta berusaha mempertahankan balon agar tidak jatuh sambil tetap bergerak menuju garis akhir.

Kekompakan dan koordinasi tim benar-benar diuji dalam lomba balap bakiak. Setiap anggota tim harus menyamakan langkah agar dapat bergerak cepat menuju garis finis. Sorakan penonton dan semangat para peserta menjadikan perlombaan ini salah satu yang paling seru dan penuh semangat kebersamaan.

Sementara itu, lomba balap karung menghadirkan nostalgia masa kecil yang penuh keceriaan. Para peserta berlomba melompat menuju garis akhir dengan berbagai ekspresi lucu yang mengundang tawa dan semangat dari seluruh hadirin.

Selain perlombaan tradisional, acara ini juga dimeriahkan dengan lomba kostum menarik antar program studi angkatan Universitas Terbuka Taiwan. Para peserta tampil kreatif dengan berbagai tema dan atribut unik yang mencerminkan semangat kemerdekaan, keberagaman budaya Indonesia, serta identitas masing-masing program studi. Penampilan yang penuh kreativitas tersebut berhasil menjadi daya tarik tersendiri dan menambah warna dalam perayaan kemerdekaan tahun Ini.

Seluruh rangkaian perlombaan tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga sarana mempererat hubungan antar mahasiswa, membangun kerja sama, serta menumbuhkan rasa persatuan di tengah kehidupan sebagai perantau. Setiap tawa, sorakan, dan semangat yang tercipta selama kegiatan menjadi bukti bahwa semangat Merah Putih akan selalu hidup di hati mahasiswa Indonesia, di mana pun mereka berada.

Momen pembagian Hadiah dan Apresiasi bagi para pemenang
Setelah seluruh rangkaian perlombaan selesai dilaksanakan, tibalah momen yang paling ditunggu-tunggu oleh peserta, yaitu pengumuman pemenang dan pembagian hadiah. Suasana penuh antusias dan rasa penasaran terlihat dari wajah para peserta yang berkumpul untuk mendengarkan hasil perlombaan yang telah mereka ikuti dengan penuh semangat.

Panitia secara bergantian mengumumkan para juara dari setiap kategori lomba, mulai dari lomba makan kerupuk, memasukan paku ke botol, estafer kelereng, joget balon, balap bakiak, hingga lomba kostum menarik antar program studi setiap angkatan, Setiap nama yang diumumkan disambut dengan tepuk tangan meriah sorak gembira dari para peserta maupun penonton yang hadir. 

Penyerahan hadiah bukan sekedar pemberian penghargaan kepada para juara, tetapi juga menjadi bentuk apresiasi atas keberanian, kekompakan, kreativitas, dan sportivitas yang telah ditunjukkan oleh seluruh peserta selama kegiatan berlangsung. Senyum bahagia para pemenang yang menerima hadiah menjadi bukti bahwa setiap usaha dan semangat yang mereka berikan selama perlombaan mendapatkan penghargaan yang layak.

Lebih dari sekadar hadiah, momen ini menjadi simbol kebersamaan dan penghargaan terhadap partisipasi aktif mahasiswa Universitas Terbuka Taiwan dalam memeriahkan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Baik yang berhasil meraih juara maupun yang belum berkesempatan menang, seluruh peserta telah menjadi bagian penting dari suksesnya acara ini.

Momen foto bersama antara panitia dan para pemenang menjadi penutup yang penuh kesan dalam sesi pembagian hadiah. Senyum, tawa, dan kebanggaan yang terpancar dari seluruh peserta menjadi gambaran nyata bahwa semangat Merah Putih tetap hidup dan berkobar di hati mahasiswa Universitas Terbuka Taiwan. Setiap hadiah yang
diberikan bukan hanya menjadi kenang-kenangan, tetapi juga simbol dari kerja keras, kebersamaan, dan semangat pantang menyerah yang telah ditunjukkan sepanjang kegiatan berlangsung.

Apresiasi untuk Tamu Undangan, Sponsor, dan Media Partner
Kesuksesan Gebyar Lomba Kemerdekaan: “Bersatu di Negeri Rantau, Semangat Merah Putih Tetap Berkobar” merupakan hasil dari kerja sama dan dukungan berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap kebersamaan serta semangat persatuan masyarakat Indonesia di Taiwan. Oleh karena itu, pada kesempatan ini kami ingin menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang setulus-tulusnya kepada seluruh tamu undangan, sponsor, dan media partner yang telah hadir, mendukung, serta turut menyukseskan acara ini.

Kehadiran para tamu undangan menjadi kehormatan sekaligus penyemangat bagi seluruh panitia dan peserta. Dukungan yang diberikan menunjukkan bahwa semangat persaudaraan dan kebersamaan di antara masyarakat Indonesia di Taiwan terus tumbuh dan terjaga dengan baik.
Ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kami sampaikan kepada para sponsor yang telah memberikan dukungan sehingga acara ini dapat berlangsung dengan lancar dan meriah, yaitu KDEI, SALUT Taiwan, UTLLN, Index, Indo Formosa, Indomie Taiwan, INWAN, Gabim Taiwan, Eac Global Tk, GOH Migrants, Riyani Kebaya, Forward Mall, Eliyah hijab, El-Literasi, RYL Store, Lilit by Reza, Tamy Shop, Warung Jawa Taichung, Ax Jagorogo Ngawi dan Catchy & Sans. Kontribusi yang diberikan tidak hanya membantu kelancaran pelaksanaan acara, tetapi juga menjadi bentuk nyata dukungan terhadap kegiatan positif mahasiswa Indonesia di luar negeri.

Kami juga memberikan penghargaan yang tinggi kepada seluruh media partner yang telah membantu menyebarluaskan informasi kegiatan, mendokumentasikan berbagai momen berharga, serta memperkenalkan semangat perayaan kemerdekaan ini kepada masyarakat yang lebih luas. Dukungan media menjadi jembatan penting dalam mempererat hubungan antar komunitas Indonesia di Taiwan dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan yang penuh makna ini.

Lebih dari sekadar dukungan material dan publikasi, kehadiran para sponsor dan media partner mencerminkan semangat kolaborasi yang kuat dalam membangun komunitas Indonesia yang aktif, kreatif, dan saling mendukung di negeri rantau. Berkat sinergi yang terjalin, Gebyar Lomba Kemerdekaan 2026 tidak hanya menjadi sebuah perayaan, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi yang memperkuat rasa persatuan dan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia.

                                 
Atas nama Himpunan Mahasiswa Universitas Terbuka Taiwan (HIMMAS UTT), kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh sponsor, media partner, dan tamu undangan yang telah meluangkan waktu, memberikan dukungan, serta menjadi bagian dari kesuksesan acara ini. Semoga kerja sama dan hubungan baik yang telah terjalin dapat terus berlanjut di masa mendatang, sehingga semakin banyak kegiatan positif yang dapat diwujudkan bersama demi kemajuan komunitas Indonesia di Taiwan.
Dukungan, kepercayaan, dan kebersamaan yang telah diberikan menjadi bukti bahwa meskipun berada jauh dari tanah air, semangat gotong royong dan persatuan Indonesia tetap hidup, tumbuh, dan berkobar di hati setiap anak bangsa.

Terimakasih peserta, Hebat!
Kemeriahan dan keberhasilan Gebyar Lomba Kemerdekaan: “Bersatu di Negeri Rantau, Semangat Merah Putih Tetap Berkobar” tidak akan terwujud tanpa partisipasi dan antusiasme luar biasa dari seluruh peserta. Setiap perlombaan yang berlangsung dipenuhi semangat, tawa, kekompakan, dan sportivitas yang menjadikan acara ini lebih dari sekadar perayaan kemerdekaan, tetapi juga menjadi momen berharga untuk mempererat persaudaraan sesama mahasiswa Indonesia di Taiwan.
Dari awal hingga akhir acara, para peserta menunjukkan semangat yang luar biasa dalam mengikuti setiap rangkaian kegiatan. Tidak hanya berusaha memberikan yang terbaik dalam perlombaan, tetapi juga saling mendukung, menyemangati, dan menciptakan suasana yang hangat serta penuh kebersamaan. Semangat inilah yang membuat setiap lomba terasa hidup, meriah, dan meninggalkan banyak kenangan indah bagi seluruh yang hadir.
Atas nama Himpunan Mahasiswa Universitas Terbuka Taiwan (HIMMAS UTT) dan seluruh panitia, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh peserta yang telah meluangkan waktu untuk hadir dan berpartisipasi dalam acara ini. Kehadiran serta semangat yang kalian tunjukkan menjadi energi positif yang membuat setiap persiapan dan kerja keras panitia terasa sangat berarti.

Kami juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh peserta yang telah menunjukkan sikap sportif, semangat kebersamaan, dan rasa kekeluargaan selama kegiatan berlangsung. Baik yang berhasil meraih juara maupun yang belum berkesempatan memenangkan perlombaan, kalian semua adalah bagian penting dari kesuksesan acara ini. Setiap tawa, sorakan, dan momen kebersamaan yang tercipta akan menjadi kenangan berharga yang akan selalu dikenang.
Semoga kebersamaan yang terjalin dalam Gebyar Lomba Kemerdekaan 2026 ini dapat terus mempererat hubungan antar mahasiswa Universitas Terbuka Taiwan dan menjadi motivasi untuk terus berkarya, berorganisasi, serta menjaga semangat persatuan sebagai anak bangsa di negeri rantau.
Terima kasih atas partisipasi dan semangat luar biasa yang telah kalian berikan. Sampai bertemu kembali di kegiatan HIMMAS UTT berikutnya dengan semangat yang lebih besar, ide-ide yang lebih kreatif, dan kebersamaan yang semakin erat.

Sampai bertemu di acara selanjutnya!

Dapatkan informasi dan dokumentasi seru lainnya seputar kegiatan HIMMAS UT Taiwan melalui media sosial resmi HIMMAS berikut ini:

Instagram: @himmas_utt

Facebook: Himmas Utt

TikTok: @himmasuttaiwan_

YouTube: Himmas UT Taiwan


PENULIS: NINDI RAHAYU


Sabtu, 29 Agustus 2026

NGAJI MILENIAL LINTAS NEGARA: Apakah aku yang berdosa ini pantas Pulang?


Pernah nggak sih terbesit tanya, "Apakah aku yang berdosa ini pantas pulang?", "Kalau malam ini Allah memanggil kita pulang, apakah kita sudah siap?", "jika kita memiliki banyak dosa, apakah kita pantas untuk pulang dan bertemu dengan Allah?"

Pertanyaan - pertanyaan itu mungkin terdengar sederhana, tetapi cukup untuk membuat kita berhenti sejenak untuk berpikir.

Kadang rasa bersalah dan dosa-dosa masa lalu bikin kita ragu buat kembali mendekat kepada-Nya. Tapi, kasih sayang Allah itu tak bertepi.

Sebagai anak muda, kita sering merasa hidup masih panjang. Ada kuliah yang harus diselesaikan, pekerjaan yang ingin didapatkan, karier yang ingin dibangun, keluarga yang ingin dibahagiakan, dan berbagai mimpi yang masih ingin diwujudkan.

Kita sibuk memikirkan masa depan, tetapi terkadang lupa bahwa ada satu kepastian yang tidak bisa kita hindari: suatu hari nanti kita akan pulang kepada Allah.

Inilah yang menjadi salah satu pokok pembahasan dalam kajian Ngaji Milenial: “Apakah Aku yang Berdosa ini Pantas untuk Pulang?” yang diselenggarakan oleh HIMMAS UT TAIWAN pada hari Sabtu, 08 Agustus 2026 yang lalu.






Bersama narasumber K.H. Mas'ud Sya'roni kajian ini bersifat terbuka untuk umum melalui siaran langsung di platfrom Youtube dengan Anggi Alfiah sebagai pembawa acara. Dilanjutkan dengan pembacaan Tahlil oleh Azmi Alhafidh agar menambah keberkahan kajian malam itu. Cak Insi selaku moderator memandu kajian secara interaktif.


Kajian diawali dengan refleksi tentang kehidupan manusia yang penuh dengan persoalan. Masalah ekonomi, keluarga, pekerjaan, lingkungan, hingga berbagai tekanan hidup dapat membuat seseorang merasa jenuh dan ingin “pulang”. Namun, makna pulang dalam kajian ini bukan sekadar kembali ke kampung halaman, melainkan kembali kepada Allah sebagai tempat asal dan tujuan akhir manusia.


Pertanyaan kemudian muncul: Jika kita memiliki banyak dosa, apakah kita masih pantas untuk pulang dan bertemu dengan Allah?
Jawabannya adalah: jangan pernah merasa tidak pantas untuk kembali kepada Allah. Dosa memang merupakan kesalahan, tetapi ketika dosa tersebut menimbulkan penyesalan dan mendorong seseorang untuk memperbaiki diri, hal itu justru dapat menjadi tanda adanya kesadaran spiritual.


Kajian ini pada dasarnya mengajak kita untuk tidak terlalu sibuk menghitung berapa kali kita jatuh, tetapi lebih serius melihat berapa kali kita mau bangkit dan kembali.Kita mungkin merasa terlalu kotor untuk menghadap Allah. 

Kita mungkin merasa dosa kita terlalu banyak. 

Kita mungkin pernah berjanji untuk berubah tetapi kembali jatuh.
Namun, jangan berhenti. Karena pertanyaan “Apakah kita pantas untuk pulang?” bukan berarti kita harus menjadi manusia tanpa dosa terlebih dahulu.


Justru, pulang adalah tentang keberanian untuk terus kembali kepada Allah meskipun kita datang dengan membawa banyak kekurangan.


Kita tidak tahu kapan waktu pulang itu tiba.
Maka, selagi masih diberi kesempatan hidup, mari terus memperbaiki diri, memperbaiki ibadah, menjaga hubungan dengan orang tua, memperbanyak syukur, dan tidak pernah kehilangan harapan terhadap rahmat Allah.



Penulis : Kusuma Mudiamawati


Yuk, Tetap terhubung dengan HIMMAS UT Taiwan! Jangan lupa untuk ikuti, suka semua media sosial resmi kami supaya tidak ketinggalan info kuliah dan kegiatan seru lainnya:

  • YouTube & TikTok: himmasutt

  • Email: utthimmas@gmail.com


Kamis, 30 Juli 2026

PODCAST HIMMAS UTT EPS. 4 "Dalam diam, Mengejar pendidikan

 


TAIWAN – Pendidikan sering kali harus diperjuangkan dalam "diam" jauh dari zona nyaman, mengorbankan waktu istirahat yang berharga, dan dilakukan secara mandiri di sela-sela padatnya jam kerja. Tapi, bagaimana jadinya kalau semangat perjuangan itu dibawa oleh para pekerja migran tangguh yang saat ini sedang berjuang mencari nafkah sekaligus menuntut ilmu di negeri orang?

Menjawab semangat tersebut, pada 19 Juli 2026, HIMMAS UT Taiwan sukses menggelar Podcast HIMMAS UTT Episode 4 melalui TikTok @HimmasUTT, mengangkat tema "Dalam Diam, Mengejar Pendidikan, Mengubah Masa Depan." Menghadirkan narasumber utama, Anggraeni Kumala Dewi, Ph.D. (Kepala Sekolah PKBM PPI Taiwan), diskusi ini dipandu langsung oleh Endang Fitriyani (Kadiv Humas HIMMAS UTT), serta didukung penuh oleh jajaran pengurus fungsionaris HIMMAS UTT lainnya, yaitu Fitria Wulan Sari (Bendahara), Dina Elisa (Sekretaris), dan Novirwan D. Saputra (Wakil Ketua).

menjadi seorang pekerja migran sekaligus menyandang status sebagai mahasiswa Universitas Terbuka di Taiwan bukanlah perkara yang mudah. Banyak dari Sobat Himmas yang harus membuka laptop atau membaca buku di larut malam, saat raga sudah teramat lelah setelah seharian penuh mengurus pekerjaan majikan atau berdiri di pabrik.

Dalam pemaparannya, Dr. Anggraeni Kumala Dewi menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh mahasiswa dan pembelajar di Taiwan. Beliau menekankan bahwa bergerak "dalam diam" bukan berarti kita lemah atau tidak terarah. Justru di dalam kesunyian malam itulah, ketika orang lain terlelap, para pejuang pendidikan sedang merajut masa depan yang lebih baik. Pendidikan adalah investasi terbaik dan jembatan mobilitas sosial yang paling nyata untuk mengubah nasib saat nanti tiba waktunya kembali ke tanah air tercinta.

Salah satu poin krusial yang dibahas dalam podcast episode kali ini adalah pentingnya ekosistem pendukung bagi para pekerja migran. Di sinilah peran penting PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) PPI Taiwan dan Universitas Terbuka Taiwan hadir sebagai wadah nyata. Keberadaan institusi-institusi ini bukan sekadar memberikan selembar ijazah atau gelar akademik, melainkan menjadi rumah ramah yang memfasilitasi, mengarahkan, dan menjaga agar nyala mimpi belajar teman-teman perantau tidak redup dihempas badai kejenuhan atau rasa lelah.

Dr. Anggraeni juga membagikan tips berharga mengenai pentingnya time management (manajemen waktu) dan konsistensi. Kunci utama dari keberhasilan kuliah jarak jauh di tengah kesibukan kerja adalah komitmen harian. Membaca satu atau dua halaman modul setiap hari jauh lebih baik daripada tidak membaca sama sekali. Sedikit demi sedikit, langkah demi langkah, proses yang sunyi ini kelak akan berbuah manis pada hari kelulusan nanti.


Melalui ruang berbagi dan edukasi yang dihadirkan dalam Podcast Eps. 4 ini, HIMMAS UT Taiwan menaruh harapan besar agar seluruh rekan-rekan mahasiswa tidak merasa berjuang sendirian. Dinamika perkuliahan, tugas-tugas yang menumpuk, dan ujian yang menguras pikiran adalah bagian dari proses penempaan diri agar kita menjadi pribadi yang lebih tangguh dan siap bersaing di masa depan.

Pencapaian dan antusiasme luar biasa dari para penonton yang bergabung dalam live streaming kemarin menjadi bukti bahwa semangat belajar di bumi Formosa masih sangat membara. Mari kita saling menguatkan, merapatkan barisan, dan tetap konsisten pada niat awal kita saat pertama kali menginjakkan kaki di negara ini. Ingatlah, proses tidak akan pernah mengkhianati hasil. Biarlah hari ini kita berjuang dan berlelah-lelah dalam diam, dan biarkan keberhasilan kita di masa depan yang akan bersuara dengan lantang!

Sampai jumpa di program dan kegiatan seru HIMMAS UTT selanjutnya. Tetap jaga kesehatan, tetap semangat menggapai impian, dan mari sukses bersama-sama!

Yuk, Tetap Terhubung dengan Keluarga Besar HIMMAS UT Taiwan!Jangan sampai ketinggalan update informasi akademik, beasiswa, tutorial, dan dokumentasi kegiatan seru organisasi kami lainnya. Pastikan Sobat Himmas mengikuti seluruh kanal media sosial resmi kami di bawah ini:

Instagram: @himmas_utt

Facebook: Himmas Utt

TikTok: @himmasutt

YouTube: Himmas UT Taiwan

Email: utthimmas@gmail.com


PENULIS : LIDIA ANDRIANI

Rabu, 29 Juli 2026

Himmas UT Taiwan Menghadiri Undangan "Bersahabat dengan India Melalui Seni Henna" Bersama Goh Migrants

 


TAIWAN – Menjadi seorang perantau di negeri orang bukan hanya tentang bagaimana kita bertahan hidup dan menuntut ilmu, tetapi juga tentang bagaimana kita membuka mata dan hati untuk mengenal kebudayaan bangsa lain. Dunia ini begitu luas, dan di setiap sudutnya tersimpan warna-warni tradisi yang selalu menarik untuk dipelajari. Melalui pemahaman budaya, kita tidak hanya memperluas cakrawala, tetapi juga membangun jembatan persahabatan yang melintasi batas-batas negara.

Semangat kebersamaan dan diplomasi budaya inilah yang baru saja dibawa oleh perwakilan organisasi kita. Memenuhi sebuah undangan istimewa yang penuh kehangatan, HIMMAS UT Taiwan turut berpartisipasi langsung dalam kemeriahan acara bertajuk "Bersahabat dengan India Melalui Seni Henna". Acara luar biasa ini diselenggarakan oleh Goh-Migrants dan didukung penuh oleh Departemen Tenaga Kerja Pemerintah Kota Taoyuan.

Pada hari Minggu, 12 Juli 2026, ruang kreatif  yang berlokasi di Kota Taoyuan seketika diselimuti atmosfer budaya yang kental. Dalam kesempatan eksklusif ini, Kak Ade Nurrachma hadir seorang diri sebagai satu-satunya perwakilan resmi yang diutus untuk membawa nama keluarga besar HIMMAS UT Taiwan. Dengan membawa senyum hangat dan semangat persaudaraan khas mahasiswa UT Taiwan, Kak Ade berdiri mewakili kita semua, membaur dan menyelami warna-warni tradisi kebudayaan India bersama teman-teman pekerja migran dari berbagai latar belakang.

Seni Henna atau yang akrab disebut Mehendi di India, sejatinya bukan sekadar guratan warna kosmetik biasa untuk mempercantik permukaan kulit. Di balik jalinan motifnya yang rumit dan estetik, tersimpan aspek filosofis yang mendalam mulai dari simbol doa, lambang kebahagiaan, hingga harapan-harapan baik dalam tradisi adat masyarakat India.

Melalui undangan ini, Kak Ade Nurrachma beserta rekan-rekan migran lainnya diajak untuk mengenal akar budaya tersebut secara intim. Acara dibuka dengan sesi Pengenalan Seni Henna India yang dipaparkan langsung oleh Fazi Peroz, seorang Seniwati Henna berbakat. Beliau memperkenalkan sejarah, makna spiritual, hingga karakteristik pola-pola tradisional yang memikat hati. Penjelasan ini memberikan cara pandang baru bagi para peserta bahwa setiap karya seni tradisional selalu membawa cerita berharga yang diwariskan lintas generasi.

Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak penyelenggara #Wo_Space, Departemen Tenaga Kerja Kota Taoyuan, serta seluruh Sahabat India yang telah menyambut perwakilan tunggal kami dan teman-teman migran dengan penuh kehangatan. Semoga tali silaturahmi dan memori indah dari sore penuh warna ini bisa terus terjaga dengan baik.Sampai jumpa di catatan perjalanan, undangan kebudayaan, dan dokumentasi kegiatan seru HIMMAS UTT berikutnya. Tetap semangat belajar, terus perluas wawasan, dan mari kita rayakan keberagaman!

Yuk, Tetap Terhubung dengan Keluarga Besar HIMMAS UT Taiwan!Jangan sampai ketinggalan update informasi akademik, beasiswa, tutorial, dan dokumentasi kegiatan seru organisasi kami lainnya. Pastikan Sobat Himmas mengikuti seluruh kanal media sosial resmi kami di bawah ini:

Instagram: @himmas_utt

Facebook: Himmas Utt

TikTok: @himmasutt

YouTube: Himmas UT Taiwan

Email: utthimmas@gmail.com


PENULIS : LIDIA ANDRIANI


Senin, 13 Juli 2026

PODCAST HIMMAS UTT EPS. 3, sinergi akademik dan kompetensi menembus batas di negeri formosa

 

Pada hari Minggu, 28 Juni 2026, HIMMAS UT TAIWAN sukses menyelenggarakan Podcast HIMMAS UTT Episode 3.Acara yang disiarkan langsung melalui Live TikTok (@himmasutt) ini berjalan sangat interaktif dan menarik perhatian banyak penonton. Dokumentasi Podcast Eps. 3: Meskipun sistem perkuliahan dilakukan secara mandiri jarak jauh dan para anggotanya tersebar di berbagai kota di Taiwan dengan kesibukan kerja masing-masing, hal tersebut tidak mengurangi kekompakan. Melalui layar digital, para pengurus HIMMAS UT TAIWAN tampil profesional dan penuh energi.Acara Podcast Episode 3 ini dipandu oleh Fani Latifa (Anggota Divisi Humas) yang bertindak sebagai Master of Ceremony (MC). Diskusi menjadi semakin berbobot dengan kehadiran tiga narasumber yang kompeten di bidangnya, yaitu:Vriska Revales (Anggota Divisi Ummas), M. Reihan Fajri (Ketua SALUT Taiwan), Iin Indriyani (Kadiv Akademik). Menjawab Tantangan dan Menghapus Stigma Fokus utama dalam pembahasan Podcast Episode 3 kali ini adalah bagaimana mahasiswa UT Taiwan mampu menjawab tantangan dunia kerja sekaligus akademik di negeri Formosa. 


Di sela-sela diskusi, mereka menegaskan sebuah pesan penting:"Menghapus stigma bahwa mahasiswa hanya belajar teori, mahasiswa UT Taiwan juga bisa multitasking sebagai aktivis organisasi." Melalui pesan tersebut, para narasumber ingin membuktikan bahwa keterbatasan waktu sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) bukanlah penghalang untuk berkembang. Menjadi aktivis organisasi di HIMMAS UTT justru menjadi wadah positif untuk mengasah kemampuan soft skills seperti kepemimpinan, manajemen waktu, dan komunikasi yang sangat berguna bagi masa depan karier. Mari Terus Pantau Kegiatan Kreatif HIMMAS UT TAIWAN Kesuksesan jalannya Podcast Episode 3 ini menjadi bukti nyata bahwa ruang gerak mahasiswa UT Taiwan tidak terbatas oleh jarak. 

Bagi mahasiswa baru atau orang awam, istilah SALUT (Sentra Layanan Universitas Terbuka) mungkin masih terdengar asing. Kak Reihan menjelaskan secara gamblang pentingnya kehadiran SALUT sebagai jembatan bagi mahasiswa di Taiwan.Selain itu, sesi ini juga mengevaluasi pelaksanaan skema ujian baru, yaitu AOP (Assignment Online Project). Kak Reihan membagikan pantauan mengenai seberapa efektif sistem AOP ini dalam menjaga integritas dan kejujuran akademik mahasiswa di luar negeri, serta bagaimana persentase keberhasilan mahasiswa Taiwan dalam melewati kendala teknis sistem baru tersebut.

Kabar gembira buat rekan-rekan PMI yang ingin menyusul kuliah! Di podcast kemarin, Kak Reihan juga membagikan panduan lengkap mengenai cara pendaftaran mahasiswa baru, dokumen apa saja yang wajib disiapkan, hingga benefit (keuntungan) luar biasa yang didapat jika ikut bergabung dalam ekosistem SALUT Taiwan.

Sebagai sesama pekerja migran yang juga berstatus mahasiswa aktif, Kak Vriska dan Kak Iin (Kadiv Akademik) blak-blakan cerita tentang alasan mereka "menceburkan diri" menjadi aktivis organisasi.Kak Iin membagikan pengalaman berharganya selama memimpin Divisi Akademik di HIMMAS UTT. Beliau bercerita tentang bagaimana seni mengatur waktu (multitasking) antara kerja, kuliah, dan mengurus anggota organisasi, serta cara menyelesaikan setiap tantangan yang muncul demi memberikan pelayanan terbaik untuk mahasiswa lain.

Nah, terbukti kan kalau kuliah jarak jauh di UT Taiwan itu gak bikin kita kuper atau cuma jago teori? Melalui Podcast Episode 3 ini, pengurus HIMMAS UT TAIWAN sudah menunjukkan kalau kerja, kuliah, dan berorganisasi itu bisa berjalan beriringan asal kita tahu kuncinya.

Bagi Teman-teman yang tidak ingin ketinggalan informasi mengenai episode podcast berikutnya atau ingin tahu lebih banyak soal info pendaftaran mahasiswa baru, silakan pantau terus kanal resmi HIMMAS UTT berikut:

Instagram: @himmas_utt

Facebook: Himmas Utt

TikTok: @himmasutt

Email: utthimmas@gmail.comS

ampai jumpa di keseruan kegiatan HIMMAS UTT selanjutnya. Tetap semangat menggapai impian dan mengasah potensi diri.


PENULIS : LIDIA ANDRIANI

Kamis, 25 Juni 2026

NGAJI MILENIAL LINTAS NEGARA: Kenapa Doa Kita Belum Terkabul?

 Berdoa merupakan salah satu bentuk ibadah sekaligus sarana bagi setiap hamba untuk berserah diri dan menyampaikan segala keinginan kepada Sang Pencipta. Namun, tidak jarang muncul pertanyaan di dalam benak kita mengenai mengapa beberapa doa yang telah dipanjatkan secara terus-menerus belum juga menampakkan hasilnya. Pertanyaan mendasar yang sering kali menggelitik hati ini menjadi topik utama dalam acara "Ngaji Milenial Lintas Negara" yang diselenggarakan oleh HIMMAS UT pada hari Sabtu, 16 Mei 2026 yang lalu.


Acara yang digelar secara daring melalui siaran langsung di kanal YouTube ini mengusung tema kajian kitab yang sangat relevan, yaitu "Kenapa doa kita belum terkabul?". Kajian ini bersifat terbuka untuk umum dan berhasil mempertemukan jemaah serta mahasiswa dari berbagai belahan negara, khususnya yang berada di zona waktu WIB dan TST. Acara dibuka secara resmi oleh Agustin Rahayu yang bertindak sebagai pembawa acara (MC). Untuk menambah keberkahan dan kekhusyukan malam itu, Azmi Alhafidh memimpin pembacaan tahlil bersama sebelum melangkah ke sesi inti.

Memasuki acara utama, diskusi dipandu secara interaktif oleh Cak Insi selaku moderator. Narasumber atau pemateri tunggal pada kajian kali ini adalah ulama yang kharismatik, K.H. Mas'ud Sya'roni. Beliau mengupas tuntas hakikat doa dari sudut pandang kitab kuning dan hikmah Islam, sekaligus memberikan jawaban-jawaban menyejukkan atas kegelisahan generasi muda saat ini.

Dalam paparannya, K.H. Mas'ud Sya'roni menjelaskan bahwa pada hakikatnya tidak ada doa seorang mukmin yang diabaikan oleh Allah SWT. Beliau menekankan pentingnya memahami tiga cara Allah dalam mengabulkan doa hambanya: dikabulkan langsung di dunia sesuai permintaan, ditunda untuk dijadikan simpanan pahala di akhirat, atau digantikan dengan dihindarkannya sang hamba dari suatu musibah yang sepadan. Oleh karena itu, belum terwujudnya suatu keinginan di dunia bukanlah tanda bahwa Allah tidak mendengar, melainkan wujud kasih sayang-Nya yang sedang mempersiapkan sesuatu yang jauh lebih baik.


Selain itu, kajian ini juga mengingatkan para peserta untuk senantiasa melakukan introspeksi diri. Terkadang, lambatnya pengabulan doa dipengaruhi oleh faktor-faktor internal, seperti makanan atau harta yang kurang berkah, serta kurangnya adab dan rasa optimis saat meminta. Melalui forum lintas negara ini, HIMMAS UT berharap dapat terus memfasilitasi ruang belajar keagamaan yang inklusif bagi seluruh masyarakat dan mahasiswa, agar tetap istikamah dan berprasangka baik dalam setiap untaian doa yang dipanjatkan.

Yuk, Tetap Hubungi HIMMAS UT Taiwan! Jangan lupa untuk ikuti, sukaisemua media sosial resmi kami supaya tidak ketinggalan info kuliah dan kegiatan seru lainnya:


PENULIS : ADE NURRACHMA

Rabu, 10 Juni 2026

webinar hari kartini HIMMAS UT TAIWAN, "semangat Kartini di Perantauan: Perempuan Indonesia Berdaya Melalui Pendidikan dan Kepemimpinan"

TAIWAN – Hari Kartini selalu jadi momen spesial buat kita semua. Ini adalah waktu yang tepat untuk mengingat kembali perjuangan Raden Ajeng Kartini dalam membela hak-hak perempuan, terutama dalam hal pendidikan. Tapi, bagaimana jadinya kalau semangat perjuangan itu dibawa oleh para perempuan tangguh yang saat ini sedang berjuang mencari nafkah dan belajar di negeri orang?

Menjawab hal seru tersebut, pada hari Minggu, 26 April 2026 lalu, Himpunan Mahasiswa UT Taiwan (HIMMAS UT Taiwan) sukses menggelar acara Webinar Hari Kartini dengan tema yang sangat membakar semangat: “Semangat Kartini di Perantauan: Perempuan Indonesia Berdaya Melalui Pendidikan dan Kepemimpinan”.

Acara ini bisa berjalan dengan sangat seru, akrab, dan hidup berkat kehadiran tiga perempuan hebat yang memandu jalannya acara:
Narasumber (Pembicara): Anggraeni Kumala Dewi, Ph.D.
Moderator (Pemandu Diskusi): Aan Antisah
MC (Pembawa Acara): Septiana.


Dengan gaya penyampaian yang santai tapi penuh ilmu, Ibu Anggraeni Kumala Dewi membagikan pandangan mendalam tentang bagaimana perempuan di perantauan tidak cuma sekadar bertahan hidup, tapi juga harus bisa memimpin diri sendiri dan mengambil peran penting di masyarakat lewat jalur pendidikan.

salah satu bagian paling menarik dan menyentuh hati dalam acara ini adalah pembahasan tentang tindakan nyata untuk memajukan kaum perempuan. Di perantauan, kemandirian adalah kunci utama. Ada tiga modal penting yang harus disiapkan untuk masa depan yang cerah:

  1. Skill (Keterampilan): Terus asah kemampuan diri selama ada di Taiwan (misalnya belajar bahasa, komputer, atau keterampilan usaha).
  2. Rencana: Punya rencana yang jelas setelah nanti pulang ke Indonesia. (Apakah mau buka usaha? Mau kerja lagi? Atau mau lanjut kuliah?).
  3. Tabungan: Pintar-pintar mengelola keuangan supaya hasil keringat di perantauan tidak habis sia-sia dan bisa jadi modal di masa depan.

Di sesi tanya-jawab dan berbagi cerita, para peserta diajak untuk menuliskan harapan mereka lewat papan tulis digital. Pertanyaannya sangat menyentuh: "Apa harapan Kartini bagi jiwa yang sedang berjuang?"

Berbagai pesan penuh haru dan rasa optimis saling bermunculan. Banyak peserta yang berharap agar perjuangan mereka di Taiwan bisa jadi batu loncatan untuk menjadi perempuan yang mandiri secara keuangan, bisa membahagiakan orang tua di kampung halaman, dan bisa menjadi contoh yang baik buat anak-anak mereka kelak.

Ada satu kalimat indah yang menjadi kutipan paling berkesan di acara ini:

"Mekarlah dengan cantik, karena setiap harapan adalah langkah menuju terang."

"Kita semua adalah pemimpin – minimal untuk diri kita sendiri." Menjadi pemimpin buat diri sendiri artinya kita harus bisa:


Mengatur waktu
(kapan bekerja, kapan belajar, kapan istirahat), Mengatur emosi (tetap sabar dan kuat saat menghadapi masalah), Mengatur uang (bisa membedakan kebutuhan dan keinginan), Mengatur masa depan (fokus pada impian yang mau dicapai)

 

Semangat Kartini tidak pernah hilang. Semangat itu hidup di dalam diri setiap perempuan yang terus melangkah dan menolak untuk menyerah. Kami dari pengurus HIMMAS UT Taiwan mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh peserta atas ilmu, cerita, dan sambutan yang begitu hangat sepanjang acara.

Sampai jumpa di kegiatan HIMMAS UT Taiwan berikutnya! Tetap semangat belajar, tetap menginspirasi, dan mari kita sukses bersama-sama! 

Yuk, Tetap Hubungi HIMMAS UT Taiwan! Jangan lupa untuk ikuti, sukaisemua media sosial resmi kami supaya tidak ketinggalan info kuliah dan kegiatan seru lainnya:


Penulis : Lidia Andriani

 


 

Workshop Public Speaking dan MC di KDEI Taipei

 

Semangat meningkatkan kemampuan komunikasi di kalangan diaspora Indonesia di Taiwan terlihat dalam kegiatan “Training Workshop Speak with Impact – Dari Gemetar jadi Bersinar” yang digelar pada Sabtu (7/6) di hall exhibition center KDEI Taipei. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Indonesia Diaspora Network Taiwan bersama Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia di Taipei dan diikuti oleh masyarakat Indonesia dari berbagai latar belakang di Taiwan.

Pelatihan ini hadir sebagai ruang belajar untuk meningkatkan rasa percaya diri sekaligus kemampuan berbicara di depan umum. Selain mendapatkan materi public speaking, para peserta juga berkesempatan memperluas relasi dan bertemu sesama diaspora Indonesia yang tinggal di berbagai wilayah Taiwan.

Kepala KDEI Taipei, Arif Sulistiyo, dalam sambutannya menyampaikan dukungan terhadap kegiatan pengembangan keterampilan bagi masyarakat Indonesia di Taiwan. Menurutnya, pelatihan seperti ini dapat memberikan manfaat positif dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia profesional. Senada dengan hal tersebut, Ketua IDN Taiwan, Tatag Yufitra Rus, berharap kegiatan ini mampu menjadi sarana pembelajaran sekaligus mempererat hubungan antardiaspora Indonesia di Taiwan.

Workshop ini menghadirkan dua pembicara utama, yakni Agung Antonius dan Maria Catharina Laras. Keduanya membagikan pengalaman, tips, serta praktik langsung mengenai cara berbicara di depan publik dengan percaya diri dan efektif.

Dalam sesi materinya, Agung Antonius menjelaskan pentingnya etika saat mengobrol dengan orang baru. Ia menyampaikan bahwa dalam membangun komunikasi yang baik, ada beberapa hal yang sebaiknya tidak langsung ditanyakan kepada lawan bicara, seperti gaji, umur, alamat pribadi, pandangan politik, status pribadi, hingga agama. Menurutnya, memahami batasan dalam percakapan dapat membantu menciptakan komunikasi yang nyaman dan saling menghargai.

Sementara itu, Maria Catharina Laras membahas teknik menjadi seorang MC yang baik dan profesional. Ia menjelaskan bahwa seorang MC harus mampu menguasai panggung, memahami isi teks atau susunan acara, serta mengetahui karakter audiens yang dihadapi. Selain itu, Maria juga membagikan cara mengatasi rasa gugup atau gemetar saat tampil di depan umum, seperti mempersiapkan diri dengan baik dan tetap percaya diri saat berbicara.

Maria menambahkan bahwa seorang MC harus aktif, komunikatif, dan mampu mengelola situasi ketika terjadi hal-hal tak terduga selama acara berlangsung. Kemampuan improvisasi dan menguasai berbagai suasana juga menjadi poin penting agar acara tetap berjalan lancar dan menarik bagi audiens.

Suasana workshop berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Para peserta tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga diajak untuk mencoba praktik berbicara langsung di depan peserta lainnya. Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat Indonesia di Taiwan semakin percaya diri untuk berbicara di depan umum dan mampu menyampaikan ide maupun gagasan secara efektif.

Penulis : Endang Fitriyani

Podcast Himmas UTT EPS. 1 "Mengenal Pendidikan, Organisasi, dan Cerita Menjadi Mahasiswa Universitas Terbuka"





Taiwan, 12 April 2026 HIMMAS UT Taiwan pertama kali menghadirkan podcast inspiratif yang disiarkan secara langsung melalui Tiktok Himmas UT Taiwan. Podcast ini dipandu oleh Ade Nurachma dengan menghadirkan tiga narasumber hebat, yaitu Rafif Jamil, Endang Fitriyani, dan Arisah. Dalam sesi podcast tersebut, mereka berbagi pengalaman, tantangan, dan motivasi selama menjalani perkuliahan di Universitas Terbuka Taiwan sambil bekerja dan berorganisasi.


Sebelum mulai berbagi cerita, Ade Nurachma sebagai Host terlebih dahulu mengajak seluruh narasumber untuk memperkenalkan diri dan menyapa para audiens yang menyaksikan siaran langsung podcast tersebut. Suasana hangat dan penuh semangat terasa ketika masing-masing narasumber memperkenalkan diri serta menyamoaikan rasa senang bisa di undang dan bergabung dalam podcast HIMMAS UT Taiwan. 

Dalam podcast tersebut, Ade Nurrachma mengajukan beberapa pertanyaan kepada para narasumber mengenai pengalaman mereka selama menjalani kuliah dan organisasi di Taiwan. Kepada Rafif Jamil, Ade menanyakan bagaimana dirinya mampu bertahan sebagai Ketua HIMMAS UT Taiwan serta tantangan apa saja yang dihadapi selama memimpin organisasi. Kepada Endang Fitriyani, Ade menanyakan alasan memilih melanjutkan kuliah di Universitas Terbuka Taiwan sambil bekerja serta bagaimana cara membagi waktu antara pekerjaan, belajar, dan organisasi. Sementara kepada Arisa, Ade menanyakan bagaimana perasaannya setelah berhasil menjadi mahasiswa UT Taiwan serta bagaimana dirinya membagi waktu antara pekerjaan, kegiatan sehari-hari, dan perkuliahan.
Menjawab pertanyaan tersebut, Rafif Jamil menjelaskan bahwa dirinya tetap bertahan menjalankan amanah sebagai Ketua HIMMAS karena ingin terus mengembangkan diri dan belajar menjadi pribadi yang lebih baik. Menurutnya, setiap tantangan yang datang selalu memberikan pelajaran baru yang sangat berharga. Walaupun tidak mudah menghadapi berbagai tanggung jawab organisasi, semua proses tersebut menjadi pengalaman yang membentuk dirinya menjadi lebih kuat dan dewasa.

Endang Fitriyani mengungkapkan bahwa dirinya memilih melanjutkan kuliah di Universitas Terbuka Taiwan karena adanya kesempatan untuk kembali meraih pendidikan yang sebelumnya belum sempat didapatkan. Selain ingin mendapatkan ilmu, ia juga ingin mengembangkan pengetahuan, memperluas wawasan, serta memperbanyak relasi melalui organisasi HIMMAS UT Taiwan. Dalam menjalani aktivitas sehari-hari, Endang selalu mengutamakan pekerjaan terlebih dahulu, kemudian memanfaatkan waktu senggang untuk belajar, sedangkan malam hari digunakan untuk aktif berkontribusi di organisasi.

Sementara itu, Arisa mengungkapkan rasa senang dan tidak menyangka akhirnya bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang kuliah sebagai mahasiswa UT Taiwan. Baginya, kesempatan tersebut merupakan pengalaman yang sangat berharga. Arisa juga menjelaskan bahwa menjalani kuliah sambil bekerja membutuhkan kemampuan membagi waktu dengan baik antara pekerjaan, kegiatan sehari-hari, dan tanggung jawab kuliah. Di akhir sesi, ia menyampaikan harapannya agar dapat menyelesaikan perkuliahan dengan baik hingga wisuda nanti.

Tidak hanya berbagi pengalaman bersama para narasumber, Ade Nurrachma juga memberikan kesempatan kepada para audiens yang menyaksikan siaran langsung untuk bertanya seputar pendidikan, organisasi, pengalaman kuliah di Taiwan, maupun hal-hal lainnya. Para narasumber pun secara bergantian menjawab pertanyaan dari audiens dengan penuh antusias dan memberikan berbagai motivasi serta pengalaman yang inspiratif bagi para penonton podcast.

Melalui podcast ini, HIMMAS UT Taiwan berharap dapat memberikan motivasi dan semangat bagi para mahasiswa Indonesia di Taiwan untuk terus melanjutkan pendidikan, mengembangkan diri, dan aktif dalam organisasi meskipun memiliki berbagai kesibukan pekerjaan. Podcast yang disiarkan langsung melalui TikTok HIMMAS UT Taiwan ini juga menjadi wadah berbagi inspirasi dan pengalaman antar mahasiswa perantau.

Terus pantau akun sosial media Himmas UT Taiwan untuk mengikuti setiap kegiatan seru, dan nantikan podcast-podcast berikutnya dengan topik pembahasan menarik lainnya dan narasumber-narasumber yang luar biasa !

Instagram : @himmas_utt

Facebook : Himmas Utt

Tiktok : @himmasutttaiwan_

Youtube : Himmas UT Taiwan


Penulis : Endang Fitriyani











GEBYAR LOMBA KEMERDEKAAN HUT RI KE-81, "Bersatu di Negri Rantau: Semangat Merah Putih Tetap Berkobar"

TAIWAN, 23 Agustus 2026 Semangat kemerdekaan tidak pernah mengenal batas wilayah. Jauh dari tanah air, mahasiswa Indonesia yang berada di Ta...