Minggu, 31 Mei 2026

Webinar Hari Buruh 2026 HIMMAS UT TAIWAN, Kupas Tuntas Suara Migran, Media, dan Masa Depan Ketenagakerjaan



TAIWAN
– Himpunan Mahasiswa (HIMMAS) UT Taiwan sukses menyelenggarakan webinar daring melalui platform Zoom Meeting dalam rangka memperingati Hari Buruh 2026 pada Minggu (24/5/2026). Mengangkat tema "Suara Migran, Media, dan Masa Depan Ketenagakerjaan di Taiwan," acara ini berhasil menarik antusiasme ratusan peserta yang didominasi oleh komunitas pekerja migran dan mahasiswa Indonesia di Taiwan.

Webinar ini dirancang sebagai wadah diskusi interaktif untuk membedah tantangan, peluang, serta peran strategis media dalam menyuarakan hak-hak Pekerja Migran Indonesia (PMI). Acara dipandu secara dinamis oleh Eriyah, anggota aktif HIMMAS UT Taiwan yang bertindak sebagai Master of Ceremony (MC). 

Untuk mengupas tuntas tema besar tersebut, HIMMAS UT Taiwan menghadirkan dua narasumber utama yang berkompeten di bidangnya:

  1. Kaili Lee – Direktur GOH Migrants (The Garden of Hope Foundation), sebuah lembaga swadaya masyarakat yang sejak 2010 aktif mendampingi, menyediakan rumah aman (shelter), serta memperjuangkan hak dan perlindungan hukum PMI di Taiwan.

  2. Linda Linarta – Penyiar senior dari RTISI Taiwan yang memiliki pengalaman kaya di dunia penyiaran dan fokus menjembatani informasi edukatif bagi masyarakat migran di perantauan.

Sebelum membedah materi inti, acara dibuka dengan rangkaian sambutan dari jajaran pengurus organisasi dan pihak Universitas Terbuka Layanan Luar Negeri (UTLLN) yang memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya webinar ini.

Ketua HIMMAS UT Taiwan, Rafif Jamil, dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan komitmen nyata mahasiswa untuk terus hadir sebagai wadah dan agen edukasi bagi masyarakat migran.

"Melalui tema ini, kami ingin mengajak teman-teman PMI untuk tidak hanya fokus pada pekerjaan, tetapi juga melek informasi dan hukum. HIMMAS akan terus berkomitmen menjadi wadah yang mendukung peningkatan kapasitas diri para pekerja migran di Taiwan," ujar Rafif.

Apresiasi senada juga disampaikan oleh Ibu Ida Rosida selaku Ketua Ormawa UTLLN. Beliau menekankan pentingnya sinergi antar-organisasi mahasiswa dalam mengawal isu-isu krusial seperti ketenagakerjaan.

Sementara itu, Ibu Dina yang mewakili UTLLN memberikan motivasi besar kepada para peserta. Beliau berpesan agar para pekerja yang juga berstatus mahasiswa bisa seimbang dalam membagi waktu antara bekerja, kuliah, dan kegiatan sosial. Ibu Dina juga memuji inisiatif HIMMAS yang sadar betul bahwa media punya peran penting untuk melindungi pekerja di zaman digital seperti sekarang.


Narasumber pertama, Kaili Lee selaku Direktur GOH Migrants (The Garden of Hope Foundation), banyak berbagi cerita tentang cara melindungi diri secara hukum dan menjaga kesejahteraan sosial selama bekerja di Taiwan, berkaca dari banyaknya kasus nyata yang sudah ditangani oleh GOH Migrants.


Di sesi kedua, Linda Linarta menjelaskan bahwa media (seperti koran, radio, TV, dan media sosial) bukan cuma alat hiburan, tapi punya tugas besar untuk menyebarkan berita yang benar dan meluruskan info yang salah. Melalui media yang resmi, suara dan keluhan para pekerja migran bisa tersampaikan dengan baik kepada publik dan pemerintah.

Linda juga menjabarkan 3 peran penting media dalam dunia kerja:

1. Menyuarakan Hak Menjadi penyambung lidah untuk membela hak-hak buruh.

2. Memberi Edukasi Membantu menjelaskan aturan kerja dan hukum yang sering kali sulit dipahami di        lapangan.

3. Menyediakan Data yang Benar Menyajikan berita yang jujur tentang pelatihan kerja, aturan hukum             terbaru, hingga membongkar kasus ketidakadilan.

Sebagai contoh nyata, Rti (Radio Taiwan International) Siaran Indonesia selalu rutin membuat konten yang berguna untuk PMI, mulai dari video panduan cara menyelamatkan diri saat gempa/bencana, sampai acara penghargaan untuk karya tulis teman-teman migran.

Bagian yang paling menarik dari webinar ini adalah ajakan agar semua PMI lebih cerdas dalam menyaring informasi di media sosial, supaya tidak gampang terhasut oleh berita bohong (hoaks).

Dalam diskusi ini, dibahas dua contoh kasus salah paham yang sempat bikin heboh:

  1. Sempat ada berita yang bikin panik tentang penghentian penerbangan ke luar negeri dan gosip pengiriman tentara ke Gaza akibat perang di Timur Tengah. Padahal, berita itu heboh hanya karena wartawan salah mengartikan ucapan Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi. Media yang bersangkutan pun akhirnya meminta maaf. Di sini kita belajar bahwa berita harus berdasarkan fakta, bukan opini pribadi si penulis.

  2. Sempat viral komentar negatif dari sebagian buruh yang menganggap program Makan Bergizi Gratis dari pemerintah tidak ada gunanya. Setelah diluruskan oleh Ketua Serikat Buruh (KSPSI), Andi Gani, ternyata yang mengeluh itu adalah buruh yang masih jomblo/lajang. Sedangkan bagi buruh yang sudah berkeluarga dan punya anak, program ini justru sangat membantu mengurangi beban ekonomi mereka.

Lewat edukasi ini, HIMMAS UT Taiwan berharap teman-teman PMI di Taiwan tidak langsung percaya begitu saja dengan info yang beredar di grup WhatsApp, Facebook, atau TikTok. Yuk, jadi pekerja yang kritis, cerdas digital, dan pintar menjaga diri dari hoaks demi keamanan dan kenyamanan kita selama bekerja di negeri orang!

Mau ikut kuliah atau seru-seruan bareng organisasi kami? Yuk, kenalan lebih dekat dan ikuti akun resmi HIMMAS UT Taiwan di:

  • Instagram: @himmas_utt

  • Facebook: Himmas Utt

  • TikTok: @himmasuttaiwan_

  • YouTube: Himmas UT Taiwan


penulis : Lidia Andriani 

Senin, 04 Mei 2026

Aksi Budaya dan Literasi Digital: Mahasiswa UT Membawa Dampak Nyata di Taiwan



TAIPEI,minggu 3 Mei 2026 —  Di tengah hiruk-pikuk kesibukan sebagai pekerja migran di Taiwan, semangat menuntut ilmu tidak pernah luntur bagi para mahasiswa Universitas Terbuka (UT) Taiwan. Hal ini tergambar jelas dalam kegiatan Podcast Episode ke-2 yang diselenggarakan oleh HIMMAS UTT pada Minggu, pagi pukul 10:00-12:00 waktu Taiwan ,sedang diadakan diskusi bersama mahasiwa berbagai prodi dengan mengusung tema "Mahasiswa UT Memberi Dampak Nyata di Taiwan", diskusi ini menjadi ruang motivasi bagi mahasiswa yang sedang berjuang menyeimbangkan peran menjadi pekerja di negeri orang sambil kuliah. Podcast kedua ini melibatkan anggota internal HIMMAS UTT yakni Lidia Andriani (divisi Humas) sebagai host, Jayati Manda sari (kadiv sosbud) , Erlangga Zuhry Pratama (divisi Media) serta Yuni Trisna Susanti (Ketua UTT peduli) sebagai  narasumber pada podcast ke-2 yang akan disiarkan langsung melalui platform digital TikTok.
 

Seperti biasanya sebelum membahas topik yang lebih mendalam pada podcast ke-2, host mengawali dengan pengenalan diri disambung sapaan pembukaan acara untuk seluruh penonton yang ada di Taiwan maupun di Indonesia serta narasumber yang sudah hadir pada acara podcast yang diselenggarakan secara daring di akun TikTok Himmas UT Taiwan.


Pada acara diskusi yang berlangsung selama dua jam ini menghadirkan sosok-sosok inspiratif, salah satunya Yuni Trisna Susanti, Ketua UT Taiwan Peduli. Dalam penyampaiannya, Yuni mematahkan stigma bahwa usia bukan penghalang untuk berkembang. Ia menegaskan bahwa kunci utama dalam menuntut ilmu adalah keberanian untuk memulai dan keteguhan hati untuk tidak memedulikan komentar negatif orang lain.
"Ilmu dan relasi bisa didapatkan di mana saja asalkan ada kemauan. Fokuslah pada diri sendiri dan jangan ragu untuk melangkah," ujar Yuni dalam sesi Live TikTok tersebut.
Selain berbicara tentang stigma negatif , Yuni juga menularkan jiwa positif kepeduliannya kepada seluruh PMI dan Mahasiswa yang ada di Taiwan untuk bisa membawa diri karena di negeri orang status kita hanya sementara , hindari pergaulan bebas supaya hidup lebih aman dan damai .


Kemudian disusul dengan narasumber kedua yang senada dengan Yuni, Erlangga Zuhry dari Divisi Media HIMMAS UTT mengajak para mahasiswa untuk tidak merasa rendah diri (minder) meskipun harus memulai segala sesuatunya dari nol. Di era yang serba cepat ini, tekad yang kuat sejak awal adalah fondasi keberhasilan.
Tak hanya soal mentalitas, podcast kali ini juga menyoroti pentingnya literasi digital, khususnya pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), sebagai manusia yang diberikan keistimewaan kemampuan yang lebih jangan sampai terjebak oleh kecerdasan buatan , gunakan AI dengan bijak sebagai tempat tambahan ilmu bukan tempat ketergantungan. Ada kata-kata menarik yang dilontarkan Erlangga Zuhry “ Perubahan besar bukan lahir dari lompatan besar, tetapi ia lahir dari langkah yang kecil, ia adalah kebiasaan yang kamu ulangi disetiap harinya. Jadi mulai aja dulu,cicil sedikit demi sedikit, konsisten, dan percaya pada prosesnya. Karena orang yang sibuk pun juga bisa sukses, selama dia nggak berhenti melangkah.”
Kalimat tersebut ditekankan oleh Erlangga Zhury untuk memberikan dukungan emosional kepada seluruh PMI dan  Mahasiswa yang masih ragu untuk berani melangkah.


Narasumber ketiga tidak kalah menarik, Jayati Manda Sari, Kadiv Sosbud HIMMAS UTT, menekankan bahwa mahasiswa harus mampu memaksa diri keluar dari zona nyaman untuk menjadi pemenang. "Ayo dicoba!" menjadi kalimat penyemangatnya agar mahasiswa berani meng upgrade diri untuk membuktikan bahwa kemalasan dan keraguan bukan sebuah pilihan namun tekat semangat kuat yang akan memberikan warna dalam hidup. 
Manda menambahkan pemahamannya tentang budaya dan dobrakan semangat untuk seluruh PMI dan mahasiswa di Taiwan bahwa Meskipun arus globalisasi membawa pengaruh budaya asing, melestarikan dan membawa budaya sendiri ke luar negeri adalah cara ampuh untuk menyaring nilai luar sambil tetap mempertahankan kepribadian bangsa yaitu dengan tetap bangga pada budaya asli Indonesia meski sedang di negara orang.

Pada acara tersebut menciptakan suasana yang memiliki aura terpancar oleh kalimat dan kata-kata yang disampaikan para narasumber ditambah lagi ada pemandangan menarik dalam sesi kali ini; seluruh narasumber dan kru tampak kompak mengenakan almamater kuning kebanggaan UT ,Warna kuning cerah ini bukan sekadar identitas, melainkan simbol keceriaan dan optimisme yang menyelimuti proses diskusi.
Sebagai bentuk tindak lanjut dari semangat sosial yang dibahas.

Tambahan HIMMAS UTT juga mengumumkan rencana besar untuk bulan Oktober mendatang, yaitu agenda Study Tour bersama. Kegiatan ini diharapkan dapat mempererat solidaritas antar-mahasiswa sekaligus menjadi implementasi nyata dari poin-poin diskusi sosial budaya yang telah dibahas.

Penutup 
Melalui platform digital seperti TikTok, HIMMAS UTT berhasil membuktikan bahwa jarak dan kesibukan bukan penghalang untuk tetap berbagi dampak positif. Keberhasilan podcast edisi kedua ini menjadi bukti bahwa mahasiswa Indonesia di Taiwan tidak hanya bekerja untuk materi, tetapi juga tumbuh secara intelektual dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi bagi sesama.


Penulis: Wahyu Rizki Pratama 

Minggu, 19 April 2026

Menembus Batas di Era Digital: Catatan Kesuksesan Sosialisasi Kelas Komputer Bimbelku 2026


TAIWAN - Di zaman yang serba cepat ini, teknologi bukan lagi sekadar alat pendukung, melainkan bahasa universal yang harus dikuasai. Menyadari urgensi tersebut, HIMMAS UTT bersinergi dengan Bimbelku sukses menyelenggarakan agenda krusial: Sosialisasi Kelas Komputer bertajuk “Join The Digital Era”.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Minggu, 12 April 2026 ini bukan sekadar pertemuan rutin, melainkan sebuah langkah awal bagi para mahasiswa untuk bertransformasi dari penonton menjadi pemain kunci di panggung digital.

Tepat pukul 20.00 WIB (21.00 TST), ruang Zoom Meeting mulai dipenuhi oleh para peserta yang antusias. Acara dibuka dengan penuh semangat oleh saudari Sri Sugiarti selaku Master of Ceremony (MC). Dengan kepiawaiannya membangun suasana, Sri berhasil menciptakan interaksi yang hangat meski terhalang layar digital, memastikan setiap peserta merasa terlibat sejak menit pertama.


Memasuki sesi inti, narasumber utama kita, Muhamad Hanafi, M.Pd., hadir memberikan pemaparan yang menggugah. Sebagai seorang praktisi pendidikan lulusan Magister Pendidikan Matematika (Untirta) dengan pengalaman lebih dari satu dekade di bidang aplikasi komputer, beliau membawa perspektif yang sangat tajam.

"Penguasaan komputer bukan lagi sekadar nilai tambah atau pemanis di CV," tegas beliau. "Ini adalah basic skill—kebutuhan dasar yang setara dengan kemampuan membaca dan menulis di era modern." Beliau menekankan bahwa adaptasi adalah kunci keberlangsungan karier dan akademik. Tanpa kecakapan digital, kita berisiko tertinggal di tengah arus inovasi yang kian menderu.

Melalui program ini, Bimbelku dan HIMMAS mengusung tiga visi utama yang menjadi fondasi kurikulum:

  1. Mahir Operasional: Peserta tidak hanya sekadar "tahu", tapi mampu mengoperasikan perangkat dengan standar profesional.

  2. Produktivitas Tinggi: Transformasi cara kerja manual menuju digital yang efisien menggunakan software esensial.

  3. Kesiapan Karier: Membangun portofolio yang solid dan skill set yang relevan dengan kebutuhan industri masa kini.

Program ini dirancang secara sistematis selama satu semester, mencakup tiga pilar utama yang sangat dibutuhkan di dunia kerja:










  • Fase 1: Administrasi Profesional (Minggu 1-5) Berfokus pada Microsoft Word. Peserta akan dibimbing untuk menguasai teknik formatting dokumen tingkat lanjut, menyusun laporan standar industri, dan manajemen dokumen yang rapi serta efektif.

  • Fase 2: Kreativitas Visual (Minggu 6-10) Memasuki dunia desain bersama Canva. Di sini, sisi kreatif peserta akan diasah untuk menciptakan presentasi yang estetik, poster yang komunikatif, hingga kolaborasi konten digital yang menarik secara visual.

  • Fase 3: Analisis Data & Pelaporan (Minggu 11-15) Menaklukkan tantangan data melalui Microsoft Excel. Mulai dari rumus dasar hingga fungsi logika kompleks (IF, AND, OR) serta visualisasi data melalui grafik untuk kebutuhan laporan keuangan maupun analisis akademik.

Untuk memastikan kualitas lulusan, program ini menerapkan sistem penilaian yang transparan dan komprehensif, meliputi:

  • Keaktifan (10%): Mendorong partisipasi aktif di setiap sesi.

  • Tugas Individu (15%) & Kelompok (15%): Menguji pemahaman mandiri dan kolaborasi tim.

  • UTS (25%) & UAS (35%): Evaluasi mendalam atas penguasaan materi selama satu semester.

Sosialisasi ini hanyalah sebuah pintu pembuka. Esensi sebenarnya adalah bagaimana kita merespons tantangan tersebut. Dengan bimbingan tutor berpengalaman dan kurikulum yang relevan, Kelas Komputer Bimbelku adalah sarana terbaik bagi kita untuk "naik kelas".

Terima kasih kepada panitia, narasumber, dan seluruh peserta yang telah hadir. Mari kita tinggalkan zona nyaman dan melangkah pasti menuju masa depan yang cerah.

Jangan hanya melihat perubahan, jadilah bagian dari perubahan itu sendiri!

Tetap Terhubung Bersama Kami:

Instagram: @himmas_utt

Facebook: Himmas Utt

TikTok: @himmasuttaiwan_

YouTube: Himmas UT Taiwan




penulis : Lidia Andriani








Jumat, 03 April 2026

HIMMAS UT - Taiwan sukses gelar kajian virtual bagi mahasiswa dan PMI

 TAIWAN - Menjalani ibadah puasa ditanah perantauan sering kali menghadirkan tantangan tersendiri. jauh dari keluarga, perbedaan durasi waktu siang, hingga hiruk piruk jadwal kuliah dan kerja di luar Negeri menuntut ketahanan mental dan spritual yang ekstra. Memahami hal tersebut, Himpunan Mahasiswa Universitas Terbuka Taiwan (HIMMAS UTT) hadir membawa kesejukan spritual melalui agenda kajian Ramadhan yang diselenggrakan secara daring.

(Sumber: Instagram @himmas_utt)

Dengan mengangkat tema besar "Ramadhan di Tanah Rantau : menguatkan hati, Menjemput Ampunan", kajian ini dilaksanakan melalui platfom Zoom Meeting. Waktu pelaksanaan Tanggal 15 Maret 2026 dimulai pukul 21.00 TST (Taiwan Standart Time) atau 20.00 WIB. Kegiatan ini bertujaan menjadi oase bagi para mahasiswa indonesia yang sedang menempuh studi di taiwan ata di rantauan agar tetap istiqomah dalam menjalankan kewajiban di bulan suci Ramadhan.

Rangkain acara di pandu dengan hangat oleh Jayati manda S. Selaku MC. Acara di buka dengan lantunan syahdu ayat suci Al-Qur'an yang di bacakan oleh Ust. Naufal Zainul Adzkiya, S.Pd., M.A., yang juga tercatat sebagai pemateri tilawah.

Puncak acara adalah pemaparan materi dari narasumber utama, Ust. Rifai Rahmatullah, yang mengisi sesi "Kajian Utama". Dalam kajiannya, Ust. Rifai memberikan pandangan yang mencerahkan mengenai bagaimana menjaga kesehatan mental dan spiritual selama menjalankan ibadah puasa di negeri orang, jauh dari keluarga dan suasana Ramadhan di tanah air. Beliau menekankan pentingnya menjaga iman dan terus berikhtiar memohon ampunan di bulan yang suci ini.

Dokumentasi yang dipublikasikan menunjukkan antusiasme yang sangat tinggi dari para peserta. Puluhan mahasiswa terlihat memadati ruang virtual Zoom Meeting, memenuhi grid layar peserta, menunjukkan betapa besarnya kerinduan mereka akan siraman rohani di bulan suci ini.

"Ramadan di tanah rantau adalah momentum ujian sekaligus peningkatan derajat," ungkap salah satu pemateri dalam kajian tersebut. Fokus utama diskusi adalah bagaimana mengelola hati agar tetap sabar menghadapi kerinduan pada tanah air (ihomesick), sembari tetap fokus mengejar keutamaan bulan Ramadan, yaitu ampunan dari Allah SWT.

Tema yang diusung bukan tanpa alasan. "Menguatkan Hati" merefleksikan resiliensi mahasiswa rantau yang harus mandiri dalam menyiapkan sahur hingga berbuka di tengah lingkungan minoritas Muslim. Sementara "Menjemput Ampunan" menjadi pengingat bahwa di mana pun kaki berpijak, pintu tobat dan rahmat Tuhan selalu terbuka lebar bagi mereka yang bersungguh-sungguh. Sesi tanya jawab pun berlangsung interaktif, membuktikan bahwa kebutuhan akan bimbingan spiritual tetap menjadi prioritas bagi mahasiswa di sela-sela kesibukan akademik mereka.

Pihak HIMMAS UTT menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan program-program bermanfaat lainnya, baik selama bulan Ramadhan maupun di masa mendatang, demi mendukung perkembangan spiritual dan akademik para mahasiswa.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai kegiatan HIMMAS UT Taiwan, masyarakat dapat mengikuti akun media sosial resmi:

Instagram: @himmas_utt

Facebook: Himmas Utt

YouTube/TikTok: himmasutt


Penulis : Lidia Andriani

Minggu, 29 Maret 2026

Sosialisasi Berkendara Dengan Aman dan Cara Mendapatkan SIM di Taiwan

 


Pada tanggal 8 Maret 2026, KDEI Taipei menyelenggarakan kegiatan sosialisasi bertema "Berkendara dengan Aman dan Cara Mendapat SIM di Taiwan". Kegiatan ini ditujukan bagi masyarakat Indonesia di Taiwan, khususnya mahasiswa, guna meningkatkan pemahaman terkait keselamatan berkendara serta prosedur legal dalam memperoleh Surat Izin Mengemudi (SIM).

Dalam kegiatan ini, peserta mendapatkan pemaparan mengenai pentingnya mematuhi peserta lalu lintas yang berlaku di Taiwan. Disampaikan bahwa keselamatan berkendara merupakan tanggung jawab setiap Individu, dengan penekanan pada pengguna helm, kepatuhan terhadap rambu lalu lintas, tidak menggunakan ponsel saat berkendara, serta menjaga batas kecepatan.

Selain itu, peserta juga di berikan informasi terkait jenis SIM yang berlaku di Taiwan, yaitu SIM motor dan SIM mobil, beserta persyaratan umum yang harus dipenuhi, seperti usia minimal 18 tahu, kepemilikan ARC (Alien Resident Certificate), surat keterangan sehat, serta kelulusan dalam ujian teori dan praktik.

Khusus untuk SIM mobil, dijelaskan bahwa terdapat dua metode pembelajaran, yaitu melalui kursus mengemudi dengan biaya sekitar 10.000-13.000 NTD, atau belajar secara mandiri dengan ketentuan masa tunggu kurang lebih tiga bulan sebelum mengikuti ujian. Ujian teori diaksanakan dalam bentuk pilihan ganda dengan materi seputar rambu lalu lintas, keselamatan berkendara, dan etika di jalan.

Dalam sosialisasi ini juga di sampaikan informasi sanksi pelanggaran lalu lintas di Taiwan yang tergolong tegas, seperti denda tidak menggunakan helm, penggunaan ponsel saat berkendara, hingga pelanggaran berat seperti berkendara tanpa SIM atau di bawah pengaruh alkohl.

Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa Indonesia di Taiwan dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya keselamatan berkendara seerta memahami prosedur pembuatan SIM secara resmi. Dengan demikian, diharapkan tercipta budaya tertib berlalu lintas yang aman dan bertanggung jawab di lingkungan masyarakat.


Penulis : Endang Fitriyani

Senin, 23 Maret 2026

Takbir Idhulfitri 1447 H Menggema di Sun Yet-sen Memorial Hall


(Sumber : Instagram @Kdeitaipei dan arifsulistiyo)

TAIPEI – Sabtu, 21 Maret 2026, menjadi saksi bisu sejarah baru bagi komunitas Muslim Indonesia di Taiwan. Pelataran Sun Yat-sen Memorial Hall , salah satu ikon paling bergengsi di Jantung Kota Taipei,kini berubah menjadi lautan mukmin lebih dari 30.000 jemaah memadati area tersebut untuk melaksanakan Sholat Idulfitri 1447 H, yang nantinya akan di Imami oleh Kyai Al Imron dan Imam Gus Muhammad Gufron dari PCINU_Taiwan.

(Sumber: Instagram @pcinu_Taiwan)

Mengingat jumlah jemaah yang membludak, pelaksanaan sholat dibagi menjadi dua kloter guna memastikan kekhusyukan dan kenyamanan. Keberhasilan acara ini tidak lepas dari peran Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei yang berkolaborasi intensif dengan Pemerintah Otoritas Taiwan serta berbagai Organisasi Masyarakat (Ormas) Islam Indonesia di Taiwan.

Ini merupakan kali ketiga lokasi bersejarah ini digunakan sebagai pusat peribadatan akbar, setelah sebelumnya pada tahun 2025 sukses digunakan untuk pelaksanaan Sholat Idulfitri dan Iduladha. Tidak hanya di Taipei, KDEI juga memfasilitasi pelaksanaan sholat Id serentak di berbagai kota besar di seluruh penjuru Taiwan.

(Sumber: potret Himmas Nindi Rahayu 21/03/2026)

Nuansa Tanah Air di Tanah Rantau

Bagi para Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan mahasiswa, suasana hari itu membawa memori pulang ke kampung halaman. Suara takbir yang menggema di tengah gedung-gedung pencakar langit Taipei menciptakan suasana yang sangat mirip dengan perayaan di Indonesia.

"Rasanya seperti tidak sedang merantau," ungkap salah satu jamaah bernama Nindi Rahayu (PMI sekaligus mahasiswa UT di Taiwan ), ia menyatakan rasa syukur yang mendalam atas keterbukaan Pemerintah Taiwan yang memberikan ruang bagi umat Islam untuk beribadah secara terbuka, tertib, dan aman.

(Sumber: Instagram @kdeitaipei dan Arief Sulistiyo)

Pesan Persatuan dari Kepala KDEI

Dalam sambutannya, Kepala KDEI Taipei, Arif Sulistiyo, menyampaikan apresiasi tinggi kepada pihak pengelola Memorial Hall dan Otoritas Taiwan atas dukungan fasilitas yang diberikan.

"Atas nama KDEI Taipei, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Otoritas Taiwan yang telah memberikan izin kepada WNI untuk melaksanakan ibadah Sholat Idulfitri secara berjamaah dan terbuka di tempat ini," ujar Arif.

Beliau juga menitipkan pesan penting bagi seluruh masyarakat Indonesia di Taiwan agar tetap menjaga soliditas. Arif menekankan pentingnya menjaga persaudaraan dan persatuan, mengingat posisi mereka yang sama-sama berjuang di tanah rantau.

Kesimpulan 

Idhulfitri 1447 H di Sun Yat-sen Memorial Hall bukan sekadar ritual ibadah, melainkan simbol kemenangan diplomasi budaya dan toleransi. Bertemunya 30.000 jiwa dalam harmoni di tengah hiruk-pikuk Taipei membuktikan bahwa jarak ribuan kilometer dari Indonesia tidak mampu melunturkan identitas spiritual dan persaudaraan para PMI meskipun hidup di negeri orang , Peristiwa ini menegaskan bahwa Taiwan kini bukan sekadar tempat mencari nafkah, melainkan rumah kedua yang ramah dan menghargai keberagaman bagi komunitas Muslim Indonesia.


Penulis:Wahyu Rizki Pratama









Kamis, 19 Maret 2026

Kemandirian Ekonomi, PKBM PPI bersama UNS bekali para PMI Taiwan dengan Teknologi NotebookLM di National Central University

 

ZHONGLI, TAIWAN – Di tengah pesatnya perkembangan ekonomi digital, Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Taiwan kini diajak untuk tidak hanya menjadi penonton di era teknologi yang modern, tetapi juga diharapkan bisa menjadi pemain di dunia kewirausahaan . Melalui kolaborasi strategis antara PKBM PPI Taiwan dan Universitas Sebelas Maret (UNS), sebuah langkah nyata baru saja diambil dalam agenda "kelas pemberdayaan bagi PMI Taiwan" yang digelar di National Central University (NCU), Zhongli, pada Minggu (8/3).

Hadir sebagai narasumber ahli dari Universitas Sebelas Maret (UNS), yakni Dimas Adika, S.Pd., M.Hum., Prof. Dr. Sri Marmoah, M.Pd., dan Dr. Sri Haryati, S.Pd., M.Pd. Sebagai pemateri dalam seminar tersebut, dengan dihadiri para undangan dari HIMMAS UT Taiwan,UNSIA serta siswa-siswi PKBM PPI Taiwan sendiri.

 

(Himmas, Minggu,08 Maret 2026 pukul 2.24.siang)

Inovasi Teknologi sebagai Kunci Bisnis – Pelatihan bertajuk "Peningkatan Kapasitas Kewirausahaan dan Digital Marketing Berbasis NotebookLM" ini bukan sekadar seminar biasa. Fokus utamanya adalah membedah bagaimana teknologi AI, khususnya NotebookLM, dapat membantu para PMI meriset pasar, merangkum informasi kompleks, hingga mengembangkan ide bisnis yang konkret dari nol, seorang PMI harus mampu menejemen diri,memotivasi diri hingga berwirausaha menggunakan teknologi digital masa kini ungkap Prof.Dr.Sri Marmoah,M.pd.,(UNS).


(Himmas, Minggu, 08 Maret 2026 pukul 4.00 sore)

Outline Materi – Didalam materi kedua,pemateri Dimas Adika, S.Pd., memiliki cara khusus untuk dapat langsung berinteraksi dengan dibumbui game-game untuk menghilangkan rasa mengantuk para audiens, serta membahas tentang  pemasaran digital dan penulisan kreatif, yang terbagi menjadi tiga poin utama yaitu Seni Copywriting,Review Manual, Dan Eksekusi Posting.

(Himmas, Minggu, 08 Maret 2026 pukul 4.58 sore)


Penggunan NotebookLM – Penjelasan dari Dr. Sri Haryati, S.Pd., M.Pd. membahas tentang penggunaan NotebookLM sebagai basis untuk membuat media promosi dalam bentuk teks dan video,  Sri Haryanti mengungkapkan bahwa NotebookLM adalah alat kolaborasi berbasis kecerdasan buatan (AI) dari Google yang dirancang untuk membantu PMI  memahami informasi secara lebih mendalam ,untuk membuat produk usaha pilihan PMI itu sendiri, dengan adanya Teknologi NetbookLM Sri Haryati menaruh harapan kepada seluruh audiens yang hadir tidak hanya menjadi pendengar ataupun penonton sesaat tetapi harus menjadi pemain yang hebat serta dapat mempraktikanya dikemudian hari.

(Himmas,Minggu, 08 Maret 2026 pukul: 5:30 sore)

Sesi Q n A

Pada kesempatan ini , sembari menunggu azan magrib dan waktunya berbuka puasa para audiens saling berinteraksi kepada pemateri , bertukar pengalaman serta edukasi dan motivasi dari pemateri untuk para audiens, suasana saat itu terasa lebih santai, hingga sampailah waktu magbrib tiba, dan pemateri mengakhiri acara dan mengajak seluruh peserta audiens untuk melakukan buka puasa bersama didalam ruangan tersebut.

KESIMPULAN - Dari Universitas Sebelas Maret (UNS), yakni Dimas Adika, S.Pd., M.Hum., Prof. Dr. Sri Marmoah, M.Pd., dan Dr. Sri Haryati, S.Pd., M.Pd. Ketiganya menekankan bahwa penguatan mindset adalah fondasi utama.

"Belajar, berinovasi, dan berani memulai adalah langkah kecil menuju perubahan besar," ungkap salah satu poin penting dalam materi yang disampaikan, menggarisbawahi pentingnya adaptasi teknologi digital untuk strategi pemasaran yang lebih adaptif.

Sinergi Internasional dan Praktik Langsung  ini tidak hanya berisi teori. Para peserta terlibat aktif dalam diskusi dan praktik sederhana untuk memahami penerapan teknologi dalam pengembangan usaha. Keberhasilan acara ini juga tidak lepas dari dukungan penuh Prof. Wu-Yuin Hwang dari Graduate Institute of Network Learning Technology, National Central University, yang memfasilitasi terselenggaranya kegiatan di lingkungan kampus bergengsi tersebut.

Visi Masa Depan PMI - Melalui pelatihan ini, PKBM PPI Taiwan berharap para PMI memiliki bekal yang kuat saat nantinya kembali ke tanah air (purna migran) untuk membuka lapangan pekerjaan baru. Dengan penguasaan digital marketing dan alat bantu riset berbasis AI, jarak antara ide dan eksekusi bisnis kini menjadi semakin dekat bagi para pahlawan devisa di Taiwan.

 

Penulis : Wahyu Rizki Pratama


Webinar Hari Buruh 2026 HIMMAS UT TAIWAN, Kupas Tuntas Suara Migran, Media, dan Masa Depan Ketenagakerjaan

TAIWAN – Himpunan Mahasiswa (HIMMAS) UT Taiwan sukses menyelenggarakan webinar daring melalui platform Zoom Meeting dalam rangka memperingat...