Rabu, 10 Juni 2026

Workshop Public Speaking dan MC di KDEI Taipei

 

Semangat meningkatkan kemampuan komunikasi di kalangan diaspora Indonesia di Taiwan terlihat dalam kegiatan “Training Workshop Speak with Impact – Dari Gemetar jadi Bersinar” yang digelar pada Sabtu (7/6) di hall exhibition center KDEI Taipei. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Indonesia Diaspora Network Taiwan bersama Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia di Taipei dan diikuti oleh masyarakat Indonesia dari berbagai latar belakang di Taiwan.

Pelatihan ini hadir sebagai ruang belajar untuk meningkatkan rasa percaya diri sekaligus kemampuan berbicara di depan umum. Selain mendapatkan materi public speaking, para peserta juga berkesempatan memperluas relasi dan bertemu sesama diaspora Indonesia yang tinggal di berbagai wilayah Taiwan.

Kepala KDEI Taipei, Arif Sulistiyo, dalam sambutannya menyampaikan dukungan terhadap kegiatan pengembangan keterampilan bagi masyarakat Indonesia di Taiwan. Menurutnya, pelatihan seperti ini dapat memberikan manfaat positif dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia profesional. Senada dengan hal tersebut, Ketua IDN Taiwan, Tatag Yufitra Rus, berharap kegiatan ini mampu menjadi sarana pembelajaran sekaligus mempererat hubungan antardiaspora Indonesia di Taiwan.

Workshop ini menghadirkan dua pembicara utama, yakni Agung Antonius dan Maria Catharina Laras. Keduanya membagikan pengalaman, tips, serta praktik langsung mengenai cara berbicara di depan publik dengan percaya diri dan efektif.

Dalam sesi materinya, Agung Antonius menjelaskan pentingnya etika saat mengobrol dengan orang baru. Ia menyampaikan bahwa dalam membangun komunikasi yang baik, ada beberapa hal yang sebaiknya tidak langsung ditanyakan kepada lawan bicara, seperti gaji, umur, alamat pribadi, pandangan politik, status pribadi, hingga agama. Menurutnya, memahami batasan dalam percakapan dapat membantu menciptakan komunikasi yang nyaman dan saling menghargai.

Sementara itu, Maria Catharina Laras membahas teknik menjadi seorang MC yang baik dan profesional. Ia menjelaskan bahwa seorang MC harus mampu menguasai panggung, memahami isi teks atau susunan acara, serta mengetahui karakter audiens yang dihadapi. Selain itu, Maria juga membagikan cara mengatasi rasa gugup atau gemetar saat tampil di depan umum, seperti mempersiapkan diri dengan baik dan tetap percaya diri saat berbicara.

Maria menambahkan bahwa seorang MC harus aktif, komunikatif, dan mampu mengelola situasi ketika terjadi hal-hal tak terduga selama acara berlangsung. Kemampuan improvisasi dan menguasai berbagai suasana juga menjadi poin penting agar acara tetap berjalan lancar dan menarik bagi audiens.

Suasana workshop berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Para peserta tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga diajak untuk mencoba praktik berbicara langsung di depan peserta lainnya. Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat Indonesia di Taiwan semakin percaya diri untuk berbicara di depan umum dan mampu menyampaikan ide maupun gagasan secara efektif.

Penulis : Endang Fitriyani

Podcast Himmas UTT "Mengenal Pendidikan, Organisasi, dan Cerita Menjadi Mahasiswa Universitas Terbuka"





Taiwan, 12 April 2026 HIMMAS UT Taiwan pertama kali menghadirkan podcast inspiratif yang disiarkan secara langsung melalui Tiktok Himmas UT Taiwan. Podcast ini dipandu oleh Ade Nurachma dengan menghadirkan tiga narasumber hebat, yaitu Rafif Jamil, Endang Fitriyani, dan Arisah. Dalam sesi podcast tersebut, mereka berbagi pengalaman, tantangan, dan motivasi selama menjalani perkuliahan di Universitas Terbuka Taiwan sambil bekerja dan berorganisasi.


Sebelum mulai berbagi cerita, Ade Nurachma sebagai Host terlebih dahulu mengajak seluruh narasumber untuk memperkenalkan diri dan menyapa para audiens yang menyaksikan siaran langsung podcast tersebut. Suasana hangat dan penuh semangat terasa ketika masing-masing narasumber memperkenalkan diri serta menyamoaikan rasa senang bisa di undang dan bergabung dalam podcast HIMMAS UT Taiwan. 

Dalam podcast tersebut, Ade Nurrachma mengajukan beberapa pertanyaan kepada para narasumber mengenai pengalaman mereka selama menjalani kuliah dan organisasi di Taiwan. Kepada Rafif Jamil, Ade menanyakan bagaimana dirinya mampu bertahan sebagai Ketua HIMMAS UT Taiwan serta tantangan apa saja yang dihadapi selama memimpin organisasi. Kepada Endang Fitriyani, Ade menanyakan alasan memilih melanjutkan kuliah di Universitas Terbuka Taiwan sambil bekerja serta bagaimana cara membagi waktu antara pekerjaan, belajar, dan organisasi. Sementara kepada Arisa, Ade menanyakan bagaimana perasaannya setelah berhasil menjadi mahasiswa UT Taiwan serta bagaimana dirinya membagi waktu antara pekerjaan, kegiatan sehari-hari, dan perkuliahan.
Menjawab pertanyaan tersebut, Rafif Jamil menjelaskan bahwa dirinya tetap bertahan menjalankan amanah sebagai Ketua HIMMAS karena ingin terus mengembangkan diri dan belajar menjadi pribadi yang lebih baik. Menurutnya, setiap tantangan yang datang selalu memberikan pelajaran baru yang sangat berharga. Walaupun tidak mudah menghadapi berbagai tanggung jawab organisasi, semua proses tersebut menjadi pengalaman yang membentuk dirinya menjadi lebih kuat dan dewasa.

Endang Fitriyani mengungkapkan bahwa dirinya memilih melanjutkan kuliah di Universitas Terbuka Taiwan karena adanya kesempatan untuk kembali meraih pendidikan yang sebelumnya belum sempat didapatkan. Selain ingin mendapatkan ilmu, ia juga ingin mengembangkan pengetahuan, memperluas wawasan, serta memperbanyak relasi melalui organisasi HIMMAS UT Taiwan. Dalam menjalani aktivitas sehari-hari, Endang selalu mengutamakan pekerjaan terlebih dahulu, kemudian memanfaatkan waktu senggang untuk belajar, sedangkan malam hari digunakan untuk aktif berkontribusi di organisasi.

Sementara itu, Arisa mengungkapkan rasa senang dan tidak menyangka akhirnya bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang kuliah sebagai mahasiswa UT Taiwan. Baginya, kesempatan tersebut merupakan pengalaman yang sangat berharga. Arisa juga menjelaskan bahwa menjalani kuliah sambil bekerja membutuhkan kemampuan membagi waktu dengan baik antara pekerjaan, kegiatan sehari-hari, dan tanggung jawab kuliah. Di akhir sesi, ia menyampaikan harapannya agar dapat menyelesaikan perkuliahan dengan baik hingga wisuda nanti.

Tidak hanya berbagi pengalaman bersama para narasumber, Ade Nurrachma juga memberikan kesempatan kepada para audiens yang menyaksikan siaran langsung untuk bertanya seputar pendidikan, organisasi, pengalaman kuliah di Taiwan, maupun hal-hal lainnya. Para narasumber pun secara bergantian menjawab pertanyaan dari audiens dengan penuh antusias dan memberikan berbagai motivasi serta pengalaman yang inspiratif bagi para penonton podcast.

Melalui podcast ini, HIMMAS UT Taiwan berharap dapat memberikan motivasi dan semangat bagi para mahasiswa Indonesia di Taiwan untuk terus melanjutkan pendidikan, mengembangkan diri, dan aktif dalam organisasi meskipun memiliki berbagai kesibukan pekerjaan. Podcast yang disiarkan langsung melalui TikTok HIMMAS UT Taiwan ini juga menjadi wadah berbagi inspirasi dan pengalaman antar mahasiswa perantau.

Terus pantau akun sosial media Himmas UT Taiwan untuk mengikuti setiap kegiatan seru, dan nantikan podcast-podcast berikutnya dengan topik pembahasan menarik lainnya dan narasumber-narasumber yang luar biasa !

Instagram : @himmas_utt

Facebook : Himmas Utt

Tiktok : @himmasutttaiwan_

Youtube : Himmas UT Taiwan


Penulis : Endang Fitriyani











Rabu, 03 Juni 2026

Partisipasi Mahasiswa UT Taiwan dalam THUISA CUP 2026



TAIWAN, 23 Mei 2026
mahasiswa Universitas Terbuka (UT) Taiwan kembali menunjukkan eksistensinya di kancah regional. Kali ini, tim futsal UT Taiwan yang berlaga di bawah nama Cosmo UT turut berpartisipasi dalam ajang bergengsi THUISA CUP 2026. Kompetisi antarmahasiswa ini diselenggarakan secara terpusat di Universitas Tunghai, Taiwan. 

Sepanjang turnamen berlangsung, tim Cosmo UT berhasil menampilkan performa yang impresif. Lebih dari sekadar mengejar kemenangan, mereka juga menunjukkan semangat sportivitas yang tinggi, kerja sama tim yang solid, serta rasa kebersamaan yang erat di tengah ketatnya persaingan antarmahasiswa Indonesia di Taiwan. 

THUISA CUP merupakan agenda tahunan yang dirancang untuk mempertemukan mahasiswa Indonesia dari berbagai universitas serta organisasi kemahasiswaan di Taiwan. Melalui berbagai cabang kompetisi seperti futsal, basket, dan Mobile Legends, kegiatan ini menjadi sarana strategis untuk mempererat hubungan antarmahasiswa, sekaligus menumbuhkan semangat persaudaraan, sportivitas, dan kolaborasi positif di perantauan.

Pada cabang olahraga futsal, persaingan tahun ini terbilang cukup sengit. UT Taiwan mengirimkan satu tim terbaiknya untuk bersaing dengan peserta dari berbagai kampus dan organisasi mahasiswa Indonesia lainnya, termasuk Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Tainan serta sejumlah universitas terkemuka di Taiwan. 


Meski menghadapi lawan-lawan tangguh dengan tensi pertandingan yang tinggi, tim Cosmo UT mampu mempertahankan ritme permainan yang solid dan penuh semangat hingga babak akhir. Berkat kerja sama yang terorganisasi, modal semangat juang yang tinggi, serta komitmen penuh untuk menjunjung nilai fair play, tim futsal UT Taiwan sukses meraih Juara 4.

Pencapaian ini menjadi sebuah prestasi yang membanggakan sekaligus merefleksikan partisipasi aktif dan kontribusi nyata mahasiswa UT Taiwan dalam dinamika kegiatan kemahasiswaan di luar negeri.

Bagi segenap sivitas akademika, keikutsertaan dalam THUISA CUP 2026 bukan sekadar urusan menang atau kalah. Momentum ini merupakan kesempatan berharga untuk memperluas jaringan pertemanan, mempererat persaudaraan antarmahasiswa Indonesia, serta membangun atmosfer kebersamaan yang positif di lingkungan pekerja dan pelajar di Taiwan. Diharapkan pencapaian ini dapat menjadi pemantik motivasi bagi seluruh mahasiswa Universitas Terbuka Taiwan untuk terus konsisten berpartisipasi dan mengukir prestasi, baik di bidang akademik maupun non-akademik. Mari bersama-sama menjaga momentum positif ini dan terus membawa nama baik Universitas Terbuka pada berbagai forum dan kompetisi di masa yang akan datang. 

Dapatkan informasi dan dokumentasi seru lainnya seputar kegiatan mahasiswa UT Taiwan melalui media sosial resmi HIMMAS berikut ini:


penulis: Novirwan D. Saputra
edit by : Lidia Andriani

Minggu, 31 Mei 2026

Webinar Hari Buruh 2026 HIMMAS UT TAIWAN, Kupas Tuntas Suara Migran, Media, dan Masa Depan Ketenagakerjaan



TAIWAN
– Himpunan Mahasiswa (HIMMAS) UT Taiwan sukses menyelenggarakan webinar daring melalui platform Zoom Meeting dalam rangka memperingati Hari Buruh 2026 pada Minggu (24/5/2026). Mengangkat tema "Suara Migran, Media, dan Masa Depan Ketenagakerjaan di Taiwan," acara ini berhasil menarik antusiasme ratusan peserta yang didominasi oleh komunitas pekerja migran dan mahasiswa Indonesia di Taiwan.

Webinar ini dirancang sebagai wadah diskusi interaktif untuk membedah tantangan, peluang, serta peran strategis media dalam menyuarakan hak-hak Pekerja Migran Indonesia (PMI). Acara dipandu secara dinamis oleh Eriyah, anggota aktif HIMMAS UT Taiwan yang bertindak sebagai Master of Ceremony (MC). 

Untuk mengupas tuntas tema besar tersebut, HIMMAS UT Taiwan menghadirkan dua narasumber utama yang berkompeten di bidangnya:

  1. Kaili Lee – Direktur GOH Migrants (The Garden of Hope Foundation), sebuah lembaga swadaya masyarakat yang sejak 2010 aktif mendampingi, menyediakan rumah aman (shelter), serta memperjuangkan hak dan perlindungan hukum PMI di Taiwan.

  2. Linda Linarta – Penyiar senior dari RTISI Taiwan yang memiliki pengalaman kaya di dunia penyiaran dan fokus menjembatani informasi edukatif bagi masyarakat migran di perantauan.

Sebelum membedah materi inti, acara dibuka dengan rangkaian sambutan dari jajaran pengurus organisasi dan pihak Universitas Terbuka Layanan Luar Negeri (UTLLN) yang memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya webinar ini.

Ketua HIMMAS UT Taiwan, Rafif Jamil, dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan komitmen nyata mahasiswa untuk terus hadir sebagai wadah dan agen edukasi bagi masyarakat migran.

"Melalui tema ini, kami ingin mengajak teman-teman PMI untuk tidak hanya fokus pada pekerjaan, tetapi juga melek informasi dan hukum. HIMMAS akan terus berkomitmen menjadi wadah yang mendukung peningkatan kapasitas diri para pekerja migran di Taiwan," ujar Rafif.

Apresiasi senada juga disampaikan oleh Ibu Ida Rosida selaku Ketua Ormawa UTLLN. Beliau menekankan pentingnya sinergi antar-organisasi mahasiswa dalam mengawal isu-isu krusial seperti ketenagakerjaan.

Sementara itu, Ibu Dina yang mewakili UTLLN memberikan motivasi besar kepada para peserta. Beliau berpesan agar para pekerja yang juga berstatus mahasiswa bisa seimbang dalam membagi waktu antara bekerja, kuliah, dan kegiatan sosial. Ibu Dina juga memuji inisiatif HIMMAS yang sadar betul bahwa media punya peran penting untuk melindungi pekerja di zaman digital seperti sekarang.


Narasumber pertama, Kaili Lee selaku Direktur GOH Migrants (The Garden of Hope Foundation), banyak berbagi cerita tentang cara melindungi diri secara hukum dan menjaga kesejahteraan sosial selama bekerja di Taiwan, berkaca dari banyaknya kasus nyata yang sudah ditangani oleh GOH Migrants.


Di sesi kedua, Linda Linarta menjelaskan bahwa media (seperti koran, radio, TV, dan media sosial) bukan cuma alat hiburan, tapi punya tugas besar untuk menyebarkan berita yang benar dan meluruskan info yang salah. Melalui media yang resmi, suara dan keluhan para pekerja migran bisa tersampaikan dengan baik kepada publik dan pemerintah.

Linda juga menjabarkan 3 peran penting media dalam dunia kerja:

1. Menyuarakan Hak Menjadi penyambung lidah untuk membela hak-hak buruh.

2. Memberi Edukasi Membantu menjelaskan aturan kerja dan hukum yang sering kali sulit dipahami di        lapangan.

3. Menyediakan Data yang Benar Menyajikan berita yang jujur tentang pelatihan kerja, aturan hukum             terbaru, hingga membongkar kasus ketidakadilan.

Sebagai contoh nyata, Rti (Radio Taiwan International) Siaran Indonesia selalu rutin membuat konten yang berguna untuk PMI, mulai dari video panduan cara menyelamatkan diri saat gempa/bencana, sampai acara penghargaan untuk karya tulis teman-teman migran.

Bagian yang paling menarik dari webinar ini adalah ajakan agar semua PMI lebih cerdas dalam menyaring informasi di media sosial, supaya tidak gampang terhasut oleh berita bohong (hoaks).

Dalam diskusi ini, dibahas dua contoh kasus salah paham yang sempat bikin heboh:

  1. Sempat ada berita yang bikin panik tentang penghentian penerbangan ke luar negeri dan gosip pengiriman tentara ke Gaza akibat perang di Timur Tengah. Padahal, berita itu heboh hanya karena wartawan salah mengartikan ucapan Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi. Media yang bersangkutan pun akhirnya meminta maaf. Di sini kita belajar bahwa berita harus berdasarkan fakta, bukan opini pribadi si penulis.

  2. Sempat viral komentar negatif dari sebagian buruh yang menganggap program Makan Bergizi Gratis dari pemerintah tidak ada gunanya. Setelah diluruskan oleh Ketua Serikat Buruh (KSPSI), Andi Gani, ternyata yang mengeluh itu adalah buruh yang masih jomblo/lajang. Sedangkan bagi buruh yang sudah berkeluarga dan punya anak, program ini justru sangat membantu mengurangi beban ekonomi mereka.

Lewat edukasi ini, HIMMAS UT Taiwan berharap teman-teman PMI di Taiwan tidak langsung percaya begitu saja dengan info yang beredar di grup WhatsApp, Facebook, atau TikTok. Yuk, jadi pekerja yang kritis, cerdas digital, dan pintar menjaga diri dari hoaks demi keamanan dan kenyamanan kita selama bekerja di negeri orang!

Mau ikut kuliah atau seru-seruan bareng organisasi kami? Yuk, kenalan lebih dekat dan ikuti akun resmi HIMMAS UT Taiwan di:

  • Instagram: @himmas_utt

  • Facebook: Himmas Utt

  • TikTok: @himmasuttaiwan_

  • YouTube: Himmas UT Taiwan


penulis : Lidia Andriani 

Senin, 04 Mei 2026

Aksi Budaya dan Literasi Digital: Mahasiswa UT Membawa Dampak Nyata di Taiwan



TAIPEI,minggu 3 Mei 2026 —  Di tengah hiruk-pikuk kesibukan sebagai pekerja migran di Taiwan, semangat menuntut ilmu tidak pernah luntur bagi para mahasiswa Universitas Terbuka (UT) Taiwan. Hal ini tergambar jelas dalam kegiatan Podcast Episode ke-2 yang diselenggarakan oleh HIMMAS UTT pada Minggu, pagi pukul 10:00-12:00 waktu Taiwan ,sedang diadakan diskusi bersama mahasiwa berbagai prodi dengan mengusung tema "Mahasiswa UT Memberi Dampak Nyata di Taiwan", diskusi ini menjadi ruang motivasi bagi mahasiswa yang sedang berjuang menyeimbangkan peran menjadi pekerja di negeri orang sambil kuliah. Podcast kedua ini melibatkan anggota internal HIMMAS UTT yakni Lidia Andriani (divisi Humas) sebagai host, Jayati Manda sari (kadiv sosbud) , Erlangga Zuhry Pratama (divisi Media) serta Yuni Trisna Susanti (Ketua UTT peduli) sebagai  narasumber pada podcast ke-2 yang akan disiarkan langsung melalui platform digital TikTok.
 

Seperti biasanya sebelum membahas topik yang lebih mendalam pada podcast ke-2, host mengawali dengan pengenalan diri disambung sapaan pembukaan acara untuk seluruh penonton yang ada di Taiwan maupun di Indonesia serta narasumber yang sudah hadir pada acara podcast yang diselenggarakan secara daring di akun TikTok Himmas UT Taiwan.


Pada acara diskusi yang berlangsung selama dua jam ini menghadirkan sosok-sosok inspiratif, salah satunya Yuni Trisna Susanti, Ketua UT Taiwan Peduli. Dalam penyampaiannya, Yuni mematahkan stigma bahwa usia bukan penghalang untuk berkembang. Ia menegaskan bahwa kunci utama dalam menuntut ilmu adalah keberanian untuk memulai dan keteguhan hati untuk tidak memedulikan komentar negatif orang lain.
"Ilmu dan relasi bisa didapatkan di mana saja asalkan ada kemauan. Fokuslah pada diri sendiri dan jangan ragu untuk melangkah," ujar Yuni dalam sesi Live TikTok tersebut.
Selain berbicara tentang stigma negatif , Yuni juga menularkan jiwa positif kepeduliannya kepada seluruh PMI dan Mahasiswa yang ada di Taiwan untuk bisa membawa diri karena di negeri orang status kita hanya sementara , hindari pergaulan bebas supaya hidup lebih aman dan damai .


Kemudian disusul dengan narasumber kedua yang senada dengan Yuni, Erlangga Zuhry dari Divisi Media HIMMAS UTT mengajak para mahasiswa untuk tidak merasa rendah diri (minder) meskipun harus memulai segala sesuatunya dari nol. Di era yang serba cepat ini, tekad yang kuat sejak awal adalah fondasi keberhasilan.
Tak hanya soal mentalitas, podcast kali ini juga menyoroti pentingnya literasi digital, khususnya pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), sebagai manusia yang diberikan keistimewaan kemampuan yang lebih jangan sampai terjebak oleh kecerdasan buatan , gunakan AI dengan bijak sebagai tempat tambahan ilmu bukan tempat ketergantungan. Ada kata-kata menarik yang dilontarkan Erlangga Zuhry “ Perubahan besar bukan lahir dari lompatan besar, tetapi ia lahir dari langkah yang kecil, ia adalah kebiasaan yang kamu ulangi disetiap harinya. Jadi mulai aja dulu,cicil sedikit demi sedikit, konsisten, dan percaya pada prosesnya. Karena orang yang sibuk pun juga bisa sukses, selama dia nggak berhenti melangkah.”
Kalimat tersebut ditekankan oleh Erlangga Zhury untuk memberikan dukungan emosional kepada seluruh PMI dan  Mahasiswa yang masih ragu untuk berani melangkah.


Narasumber ketiga tidak kalah menarik, Jayati Manda Sari, Kadiv Sosbud HIMMAS UTT, menekankan bahwa mahasiswa harus mampu memaksa diri keluar dari zona nyaman untuk menjadi pemenang. "Ayo dicoba!" menjadi kalimat penyemangatnya agar mahasiswa berani meng upgrade diri untuk membuktikan bahwa kemalasan dan keraguan bukan sebuah pilihan namun tekat semangat kuat yang akan memberikan warna dalam hidup. 
Manda menambahkan pemahamannya tentang budaya dan dobrakan semangat untuk seluruh PMI dan mahasiswa di Taiwan bahwa Meskipun arus globalisasi membawa pengaruh budaya asing, melestarikan dan membawa budaya sendiri ke luar negeri adalah cara ampuh untuk menyaring nilai luar sambil tetap mempertahankan kepribadian bangsa yaitu dengan tetap bangga pada budaya asli Indonesia meski sedang di negara orang.

Pada acara tersebut menciptakan suasana yang memiliki aura terpancar oleh kalimat dan kata-kata yang disampaikan para narasumber ditambah lagi ada pemandangan menarik dalam sesi kali ini; seluruh narasumber dan kru tampak kompak mengenakan almamater kuning kebanggaan UT ,Warna kuning cerah ini bukan sekadar identitas, melainkan simbol keceriaan dan optimisme yang menyelimuti proses diskusi.
Sebagai bentuk tindak lanjut dari semangat sosial yang dibahas.

Tambahan HIMMAS UTT juga mengumumkan rencana besar untuk bulan Oktober mendatang, yaitu agenda Study Tour bersama. Kegiatan ini diharapkan dapat mempererat solidaritas antar-mahasiswa sekaligus menjadi implementasi nyata dari poin-poin diskusi sosial budaya yang telah dibahas.

Penutup 
Melalui platform digital seperti TikTok, HIMMAS UTT berhasil membuktikan bahwa jarak dan kesibukan bukan penghalang untuk tetap berbagi dampak positif. Keberhasilan podcast edisi kedua ini menjadi bukti bahwa mahasiswa Indonesia di Taiwan tidak hanya bekerja untuk materi, tetapi juga tumbuh secara intelektual dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi bagi sesama.


Penulis: Wahyu Rizki Pratama 

Minggu, 19 April 2026

Menembus Batas di Era Digital: Catatan Kesuksesan Sosialisasi Kelas Komputer Bimbelku 2026


TAIWAN - Di zaman yang serba cepat ini, teknologi bukan lagi sekadar alat pendukung, melainkan bahasa universal yang harus dikuasai. Menyadari urgensi tersebut, HIMMAS UTT bersinergi dengan Bimbelku sukses menyelenggarakan agenda krusial: Sosialisasi Kelas Komputer bertajuk “Join The Digital Era”.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Minggu, 12 April 2026 ini bukan sekadar pertemuan rutin, melainkan sebuah langkah awal bagi para mahasiswa untuk bertransformasi dari penonton menjadi pemain kunci di panggung digital.

Tepat pukul 20.00 WIB (21.00 TST), ruang Zoom Meeting mulai dipenuhi oleh para peserta yang antusias. Acara dibuka dengan penuh semangat oleh saudari Sri Sugiarti selaku Master of Ceremony (MC). Dengan kepiawaiannya membangun suasana, Sri berhasil menciptakan interaksi yang hangat meski terhalang layar digital, memastikan setiap peserta merasa terlibat sejak menit pertama.


Memasuki sesi inti, narasumber utama kita, Muhamad Hanafi, M.Pd., hadir memberikan pemaparan yang menggugah. Sebagai seorang praktisi pendidikan lulusan Magister Pendidikan Matematika (Untirta) dengan pengalaman lebih dari satu dekade di bidang aplikasi komputer, beliau membawa perspektif yang sangat tajam.

"Penguasaan komputer bukan lagi sekadar nilai tambah atau pemanis di CV," tegas beliau. "Ini adalah basic skill—kebutuhan dasar yang setara dengan kemampuan membaca dan menulis di era modern." Beliau menekankan bahwa adaptasi adalah kunci keberlangsungan karier dan akademik. Tanpa kecakapan digital, kita berisiko tertinggal di tengah arus inovasi yang kian menderu.

Melalui program ini, Bimbelku dan HIMMAS mengusung tiga visi utama yang menjadi fondasi kurikulum:

  1. Mahir Operasional: Peserta tidak hanya sekadar "tahu", tapi mampu mengoperasikan perangkat dengan standar profesional.

  2. Produktivitas Tinggi: Transformasi cara kerja manual menuju digital yang efisien menggunakan software esensial.

  3. Kesiapan Karier: Membangun portofolio yang solid dan skill set yang relevan dengan kebutuhan industri masa kini.

Program ini dirancang secara sistematis selama satu semester, mencakup tiga pilar utama yang sangat dibutuhkan di dunia kerja:










  • Fase 1: Administrasi Profesional (Minggu 1-5) Berfokus pada Microsoft Word. Peserta akan dibimbing untuk menguasai teknik formatting dokumen tingkat lanjut, menyusun laporan standar industri, dan manajemen dokumen yang rapi serta efektif.

  • Fase 2: Kreativitas Visual (Minggu 6-10) Memasuki dunia desain bersama Canva. Di sini, sisi kreatif peserta akan diasah untuk menciptakan presentasi yang estetik, poster yang komunikatif, hingga kolaborasi konten digital yang menarik secara visual.

  • Fase 3: Analisis Data & Pelaporan (Minggu 11-15) Menaklukkan tantangan data melalui Microsoft Excel. Mulai dari rumus dasar hingga fungsi logika kompleks (IF, AND, OR) serta visualisasi data melalui grafik untuk kebutuhan laporan keuangan maupun analisis akademik.

Untuk memastikan kualitas lulusan, program ini menerapkan sistem penilaian yang transparan dan komprehensif, meliputi:

  • Keaktifan (10%): Mendorong partisipasi aktif di setiap sesi.

  • Tugas Individu (15%) & Kelompok (15%): Menguji pemahaman mandiri dan kolaborasi tim.

  • UTS (25%) & UAS (35%): Evaluasi mendalam atas penguasaan materi selama satu semester.

Sosialisasi ini hanyalah sebuah pintu pembuka. Esensi sebenarnya adalah bagaimana kita merespons tantangan tersebut. Dengan bimbingan tutor berpengalaman dan kurikulum yang relevan, Kelas Komputer Bimbelku adalah sarana terbaik bagi kita untuk "naik kelas".

Terima kasih kepada panitia, narasumber, dan seluruh peserta yang telah hadir. Mari kita tinggalkan zona nyaman dan melangkah pasti menuju masa depan yang cerah.

Jangan hanya melihat perubahan, jadilah bagian dari perubahan itu sendiri!

Tetap Terhubung Bersama Kami:

Instagram: @himmas_utt

Facebook: Himmas Utt

TikTok: @himmasuttaiwan_

YouTube: Himmas UT Taiwan




penulis : Lidia Andriani








Jumat, 03 April 2026

HIMMAS UT - Taiwan sukses gelar kajian virtual bagi mahasiswa dan PMI

 TAIWAN - Menjalani ibadah puasa ditanah perantauan sering kali menghadirkan tantangan tersendiri. jauh dari keluarga, perbedaan durasi waktu siang, hingga hiruk piruk jadwal kuliah dan kerja di luar Negeri menuntut ketahanan mental dan spritual yang ekstra. Memahami hal tersebut, Himpunan Mahasiswa Universitas Terbuka Taiwan (HIMMAS UTT) hadir membawa kesejukan spritual melalui agenda kajian Ramadhan yang diselenggrakan secara daring.

(Sumber: Instagram @himmas_utt)

Dengan mengangkat tema besar "Ramadhan di Tanah Rantau : menguatkan hati, Menjemput Ampunan", kajian ini dilaksanakan melalui platfom Zoom Meeting. Waktu pelaksanaan Tanggal 15 Maret 2026 dimulai pukul 21.00 TST (Taiwan Standart Time) atau 20.00 WIB. Kegiatan ini bertujaan menjadi oase bagi para mahasiswa indonesia yang sedang menempuh studi di taiwan ata di rantauan agar tetap istiqomah dalam menjalankan kewajiban di bulan suci Ramadhan.

Rangkain acara di pandu dengan hangat oleh Jayati manda S. Selaku MC. Acara di buka dengan lantunan syahdu ayat suci Al-Qur'an yang di bacakan oleh Ust. Naufal Zainul Adzkiya, S.Pd., M.A., yang juga tercatat sebagai pemateri tilawah.

Puncak acara adalah pemaparan materi dari narasumber utama, Ust. Rifai Rahmatullah, yang mengisi sesi "Kajian Utama". Dalam kajiannya, Ust. Rifai memberikan pandangan yang mencerahkan mengenai bagaimana menjaga kesehatan mental dan spiritual selama menjalankan ibadah puasa di negeri orang, jauh dari keluarga dan suasana Ramadhan di tanah air. Beliau menekankan pentingnya menjaga iman dan terus berikhtiar memohon ampunan di bulan yang suci ini.

Dokumentasi yang dipublikasikan menunjukkan antusiasme yang sangat tinggi dari para peserta. Puluhan mahasiswa terlihat memadati ruang virtual Zoom Meeting, memenuhi grid layar peserta, menunjukkan betapa besarnya kerinduan mereka akan siraman rohani di bulan suci ini.

"Ramadan di tanah rantau adalah momentum ujian sekaligus peningkatan derajat," ungkap salah satu pemateri dalam kajian tersebut. Fokus utama diskusi adalah bagaimana mengelola hati agar tetap sabar menghadapi kerinduan pada tanah air (ihomesick), sembari tetap fokus mengejar keutamaan bulan Ramadan, yaitu ampunan dari Allah SWT.

Tema yang diusung bukan tanpa alasan. "Menguatkan Hati" merefleksikan resiliensi mahasiswa rantau yang harus mandiri dalam menyiapkan sahur hingga berbuka di tengah lingkungan minoritas Muslim. Sementara "Menjemput Ampunan" menjadi pengingat bahwa di mana pun kaki berpijak, pintu tobat dan rahmat Tuhan selalu terbuka lebar bagi mereka yang bersungguh-sungguh. Sesi tanya jawab pun berlangsung interaktif, membuktikan bahwa kebutuhan akan bimbingan spiritual tetap menjadi prioritas bagi mahasiswa di sela-sela kesibukan akademik mereka.

Pihak HIMMAS UTT menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan program-program bermanfaat lainnya, baik selama bulan Ramadhan maupun di masa mendatang, demi mendukung perkembangan spiritual dan akademik para mahasiswa.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai kegiatan HIMMAS UT Taiwan, masyarakat dapat mengikuti akun media sosial resmi:

Instagram: @himmas_utt

Facebook: Himmas Utt

YouTube/TikTok: himmasutt


Penulis : Lidia Andriani

Workshop Public Speaking dan MC di KDEI Taipei

  Semangat meningkatkan kemampuan komunikasi di kalangan diaspora Indonesia di Taiwan terlihat dalam kegiatan “Training Workshop Speak with ...