Pernah nggak sih terbesit tanya, "Apakah aku yang berdosa ini pantas pulang?", "Kalau malam ini Allah memanggil kita pulang, apakah kita sudah siap?", "jika kita memiliki banyak dosa, apakah kita pantas untuk pulang dan bertemu dengan Allah?"
Pertanyaan - pertanyaan itu mungkin terdengar sederhana, tetapi cukup untuk membuat kita berhenti sejenak untuk berpikir.
Kadang rasa bersalah dan dosa-dosa masa lalu bikin kita ragu buat kembali mendekat kepada-Nya. Tapi, kasih sayang Allah itu tak bertepi.
Sebagai anak muda, kita sering merasa hidup masih panjang. Ada kuliah yang harus diselesaikan, pekerjaan yang ingin didapatkan, karier yang ingin dibangun, keluarga yang ingin dibahagiakan, dan berbagai mimpi yang masih ingin diwujudkan.
Kita sibuk memikirkan masa depan, tetapi terkadang lupa bahwa ada satu kepastian yang tidak bisa kita hindari: suatu hari nanti kita akan pulang kepada Allah.
Inilah yang menjadi salah satu pokok pembahasan dalam kajian Ngaji Milenial: “Apakah Aku yang Berdosa ini Pantas untuk Pulang?” yang diselenggarakan oleh HIMMAS UT TAIWAN pada hari Sabtu, 08 Agustus 2026 yang lalu.
Bersama narasumber K.H. Mas'ud Sya'roni kajian ini bersifat terbuka untuk umum melalui siaran langsung di platfrom Youtube dengan Anggi Alfiah sebagai pembawa acara. Dilanjutkan dengan pembacaan Tahlil oleh Azmi Alhafidh agar menambah keberkahan kajian malam itu. Cak Insi selaku moderator memandu kajian secara interaktif.
Kajian diawali dengan refleksi tentang kehidupan manusia yang penuh dengan persoalan. Masalah ekonomi, keluarga, pekerjaan, lingkungan, hingga berbagai tekanan hidup dapat membuat seseorang merasa jenuh dan ingin “pulang”. Namun, makna pulang dalam kajian ini bukan sekadar kembali ke kampung halaman, melainkan kembali kepada Allah sebagai tempat asal dan tujuan akhir manusia.
Pertanyaan kemudian muncul: Jika kita memiliki banyak dosa, apakah kita masih pantas untuk pulang dan bertemu dengan Allah?
Jawabannya adalah: jangan pernah merasa tidak pantas untuk kembali kepada Allah. Dosa memang merupakan kesalahan, tetapi ketika dosa tersebut menimbulkan penyesalan dan mendorong seseorang untuk memperbaiki diri, hal itu justru dapat menjadi tanda adanya kesadaran spiritual.
Kajian ini pada dasarnya mengajak kita untuk tidak terlalu sibuk menghitung berapa kali kita jatuh, tetapi lebih serius melihat berapa kali kita mau bangkit dan kembali.Kita mungkin merasa terlalu kotor untuk menghadap Allah.
Kita mungkin merasa dosa kita terlalu banyak.
Kita mungkin pernah berjanji untuk berubah tetapi kembali jatuh.
Namun, jangan berhenti. Karena pertanyaan “Apakah kita pantas untuk pulang?” bukan berarti kita harus menjadi manusia tanpa dosa terlebih dahulu.
Justru, pulang adalah tentang keberanian untuk terus kembali kepada Allah meskipun kita datang dengan membawa banyak kekurangan.
Kita tidak tahu kapan waktu pulang itu tiba.
Maka, selagi masih diberi kesempatan hidup, mari terus memperbaiki diri, memperbaiki ibadah, menjaga hubungan dengan orang tua, memperbanyak syukur, dan tidak pernah kehilangan harapan terhadap rahmat Allah.
Penulis : Kusuma Mudiamawati
Yuk, Tetap terhubung dengan HIMMAS UT Taiwan! Jangan lupa untuk ikuti, suka semua media sosial resmi kami supaya tidak ketinggalan info kuliah dan kegiatan seru lainnya:
- Instagram: @himmas_utt
- Facebook: Himmas Utt
- YouTube & TikTok: himmasutt
- Email: utthimmas@gmail.com











