Rabu, 10 Juni 2026

webinar hari kartini HIMMAS UT TAIWAN, "semangat Kartini di Perantauan: Perempuan Indonesia Berdaya Melalui Pendidikan dan Kepemimpinan"

TAIWAN – Hari Kartini selalu jadi momen spesial buat kita semua. Ini adalah waktu yang tepat untuk mengingat kembali perjuangan Raden Ajeng Kartini dalam membela hak-hak perempuan, terutama dalam hal pendidikan. Tapi, bagaimana jadinya kalau semangat perjuangan itu dibawa oleh para perempuan tangguh yang saat ini sedang berjuang mencari nafkah dan belajar di negeri orang?

Menjawab hal seru tersebut, pada hari Minggu, 26 April 2026 lalu, Himpunan Mahasiswa UT Taiwan (HIMMAS UT Taiwan) sukses menggelar acara Webinar Hari Kartini dengan tema yang sangat membakar semangat: “Semangat Kartini di Perantauan: Perempuan Indonesia Berdaya Melalui Pendidikan dan Kepemimpinan”.

Acara ini bisa berjalan dengan sangat seru, akrab, dan hidup berkat kehadiran tiga perempuan hebat yang memandu jalannya acara:
Narasumber (Pembicara): Anggraeni Kumala Dewi, Ph.D.
Moderator (Pemandu Diskusi): Aan Antisah
MC (Pembawa Acara): Septiana.


Dengan gaya penyampaian yang santai tapi penuh ilmu, Ibu Anggraeni Kumala Dewi membagikan pandangan mendalam tentang bagaimana perempuan di perantauan tidak cuma sekadar bertahan hidup, tapi juga harus bisa memimpin diri sendiri dan mengambil peran penting di masyarakat lewat jalur pendidikan.

salah satu bagian paling menarik dan menyentuh hati dalam acara ini adalah pembahasan tentang tindakan nyata untuk memajukan kaum perempuan. Di perantauan, kemandirian adalah kunci utama. Ada tiga modal penting yang harus disiapkan untuk masa depan yang cerah:

  1. Skill (Keterampilan): Terus asah kemampuan diri selama ada di Taiwan (misalnya belajar bahasa, komputer, atau keterampilan usaha).
  2. Rencana: Punya rencana yang jelas setelah nanti pulang ke Indonesia. (Apakah mau buka usaha? Mau kerja lagi? Atau mau lanjut kuliah?).
  3. Tabungan: Pintar-pintar mengelola keuangan supaya hasil keringat di perantauan tidak habis sia-sia dan bisa jadi modal di masa depan.

Di sesi tanya-jawab dan berbagi cerita, para peserta diajak untuk menuliskan harapan mereka lewat papan tulis digital. Pertanyaannya sangat menyentuh: "Apa harapan Kartini bagi jiwa yang sedang berjuang?"

Berbagai pesan penuh haru dan rasa optimis saling bermunculan. Banyak peserta yang berharap agar perjuangan mereka di Taiwan bisa jadi batu loncatan untuk menjadi perempuan yang mandiri secara keuangan, bisa membahagiakan orang tua di kampung halaman, dan bisa menjadi contoh yang baik buat anak-anak mereka kelak.

Ada satu kalimat indah yang menjadi kutipan paling berkesan di acara ini:

"Mekarlah dengan cantik, karena setiap harapan adalah langkah menuju terang."

"Kita semua adalah pemimpin – minimal untuk diri kita sendiri." Menjadi pemimpin buat diri sendiri artinya kita harus bisa:


Mengatur waktu
(kapan bekerja, kapan belajar, kapan istirahat), Mengatur emosi (tetap sabar dan kuat saat menghadapi masalah), Mengatur uang (bisa membedakan kebutuhan dan keinginan), Mengatur masa depan (fokus pada impian yang mau dicapai)

 

Semangat Kartini tidak pernah hilang. Semangat itu hidup di dalam diri setiap perempuan yang terus melangkah dan menolak untuk menyerah. Kami dari pengurus HIMMAS UT Taiwan mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh peserta atas ilmu, cerita, dan sambutan yang begitu hangat sepanjang acara.

Sampai jumpa di kegiatan HIMMAS UT Taiwan berikutnya! Tetap semangat belajar, tetap menginspirasi, dan mari kita sukses bersama-sama! 

Yuk, Tetap Hubungi HIMMAS UT Taiwan! Jangan lupa untuk ikuti, sukaisemua media sosial resmi kami supaya tidak ketinggalan info kuliah dan kegiatan seru lainnya:


Penulis : Lidia Andriani

 


 

Tidak ada komentar:

webinar hari kartini HIMMAS UT TAIWAN, "semangat Kartini di Perantauan: Perempuan Indonesia Berdaya Melalui Pendidikan dan Kepemimpinan"

TAIWAN – Hari Kartini selalu jadi momen spesial buat kita semua. Ini adalah waktu yang tepat untuk mengingat kembali perjuangan Raden Ajeng...