Rabu, 10 Juni 2026

Workshop Public Speaking dan MC di KDEI Taipei

 

Semangat meningkatkan kemampuan komunikasi di kalangan diaspora Indonesia di Taiwan terlihat dalam kegiatan “Training Workshop Speak with Impact – Dari Gemetar jadi Bersinar” yang digelar pada Sabtu (7/6) di hall exhibition center KDEI Taipei. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Indonesia Diaspora Network Taiwan bersama Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia di Taipei dan diikuti oleh masyarakat Indonesia dari berbagai latar belakang di Taiwan.

Pelatihan ini hadir sebagai ruang belajar untuk meningkatkan rasa percaya diri sekaligus kemampuan berbicara di depan umum. Selain mendapatkan materi public speaking, para peserta juga berkesempatan memperluas relasi dan bertemu sesama diaspora Indonesia yang tinggal di berbagai wilayah Taiwan.

Kepala KDEI Taipei, Arif Sulistiyo, dalam sambutannya menyampaikan dukungan terhadap kegiatan pengembangan keterampilan bagi masyarakat Indonesia di Taiwan. Menurutnya, pelatihan seperti ini dapat memberikan manfaat positif dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia profesional. Senada dengan hal tersebut, Ketua IDN Taiwan, Tatag Yufitra Rus, berharap kegiatan ini mampu menjadi sarana pembelajaran sekaligus mempererat hubungan antardiaspora Indonesia di Taiwan.

Workshop ini menghadirkan dua pembicara utama, yakni Agung Antonius dan Maria Catharina Laras. Keduanya membagikan pengalaman, tips, serta praktik langsung mengenai cara berbicara di depan publik dengan percaya diri dan efektif.

Dalam sesi materinya, Agung Antonius menjelaskan pentingnya etika saat mengobrol dengan orang baru. Ia menyampaikan bahwa dalam membangun komunikasi yang baik, ada beberapa hal yang sebaiknya tidak langsung ditanyakan kepada lawan bicara, seperti gaji, umur, alamat pribadi, pandangan politik, status pribadi, hingga agama. Menurutnya, memahami batasan dalam percakapan dapat membantu menciptakan komunikasi yang nyaman dan saling menghargai.

Sementara itu, Maria Catharina Laras membahas teknik menjadi seorang MC yang baik dan profesional. Ia menjelaskan bahwa seorang MC harus mampu menguasai panggung, memahami isi teks atau susunan acara, serta mengetahui karakter audiens yang dihadapi. Selain itu, Maria juga membagikan cara mengatasi rasa gugup atau gemetar saat tampil di depan umum, seperti mempersiapkan diri dengan baik dan tetap percaya diri saat berbicara.

Maria menambahkan bahwa seorang MC harus aktif, komunikatif, dan mampu mengelola situasi ketika terjadi hal-hal tak terduga selama acara berlangsung. Kemampuan improvisasi dan menguasai berbagai suasana juga menjadi poin penting agar acara tetap berjalan lancar dan menarik bagi audiens.

Suasana workshop berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Para peserta tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga diajak untuk mencoba praktik berbicara langsung di depan peserta lainnya. Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat Indonesia di Taiwan semakin percaya diri untuk berbicara di depan umum dan mampu menyampaikan ide maupun gagasan secara efektif.

Penulis : Endang Fitriyani

Tidak ada komentar:

Workshop Public Speaking dan MC di KDEI Taipei

  Semangat meningkatkan kemampuan komunikasi di kalangan diaspora Indonesia di Taiwan terlihat dalam kegiatan “Training Workshop Speak with ...