Berdoa merupakan salah satu bentuk ibadah sekaligus sarana bagi setiap hamba untuk berserah diri dan menyampaikan segala keinginan kepada Sang Pencipta. Namun, tidak jarang muncul pertanyaan di dalam benak kita mengenai mengapa beberapa doa yang telah dipanjatkan secara terus-menerus belum juga menampakkan hasilnya. Pertanyaan mendasar yang sering kali menggelitik hati ini menjadi topik utama dalam acara "Ngaji Milenial Lintas Negara" yang diselenggarakan oleh HIMMAS UT pada hari Sabtu, 16 Mei 2026 yang lalu.
Acara yang digelar secara daring melalui siaran langsung di kanal YouTube ini mengusung tema kajian kitab yang sangat relevan, yaitu "Kenapa doa kita belum terkabul?". Kajian ini bersifat terbuka untuk umum dan berhasil mempertemukan jemaah serta mahasiswa dari berbagai belahan negara, khususnya yang berada di zona waktu WIB dan TST. Acara dibuka secara resmi oleh Agustin Rahayu yang bertindak sebagai pembawa acara (MC). Untuk menambah keberkahan dan kekhusyukan malam itu, Azmi Alhafidh memimpin pembacaan tahlil bersama sebelum melangkah ke sesi inti.
Memasuki acara utama, diskusi dipandu secara interaktif oleh Cak Insi selaku moderator. Narasumber atau pemateri tunggal pada kajian kali ini adalah ulama yang kharismatik, K.H. Mas'ud Sya'roni. Beliau mengupas tuntas hakikat doa dari sudut pandang kitab kuning dan hikmah Islam, sekaligus memberikan jawaban-jawaban menyejukkan atas kegelisahan generasi muda saat ini.
Dalam paparannya, K.H. Mas'ud Sya'roni menjelaskan bahwa pada hakikatnya tidak ada doa seorang mukmin yang diabaikan oleh Allah SWT. Beliau menekankan pentingnya memahami tiga cara Allah dalam mengabulkan doa hambanya: dikabulkan langsung di dunia sesuai permintaan, ditunda untuk dijadikan simpanan pahala di akhirat, atau digantikan dengan dihindarkannya sang hamba dari suatu musibah yang sepadan. Oleh karena itu, belum terwujudnya suatu keinginan di dunia bukanlah tanda bahwa Allah tidak mendengar, melainkan wujud kasih sayang-Nya yang sedang mempersiapkan sesuatu yang jauh lebih baik.
Selain itu, kajian ini juga mengingatkan para peserta untuk senantiasa melakukan introspeksi diri. Terkadang, lambatnya pengabulan doa dipengaruhi oleh faktor-faktor internal, seperti makanan atau harta yang kurang berkah, serta kurangnya adab dan rasa optimis saat meminta. Melalui forum lintas negara ini, HIMMAS UT berharap dapat terus memfasilitasi ruang belajar keagamaan yang inklusif bagi seluruh masyarakat dan mahasiswa, agar tetap istikamah dan berprasangka baik dalam setiap untaian doa yang dipanjatkan.
Yuk, Tetap Hubungi HIMMAS UT Taiwan! Jangan lupa untuk ikuti, sukaisemua media sosial resmi kami supaya tidak ketinggalan info kuliah dan kegiatan seru lainnya:
Instagram:
@himmas_utt Facebook:
Himmas Utt YouTube & TikTok: himmasutt
Email: utthimmas@gmail.com


Tidak ada komentar:
Posting Komentar