Senin, 23 Maret 2026

Takbir Idhulfitri 1447 H Menggema di Sun Yet-sen Memorial Hall


(Sumber : Instagram @Kdeitaipei dan arifsulistiyo)

TAIPEI – Sabtu, 21 Maret 2026, menjadi saksi bisu sejarah baru bagi komunitas Muslim Indonesia di Taiwan. Pelataran Sun Yat-sen Memorial Hall , salah satu ikon paling bergengsi di Jantung Kota Taipei,kini berubah menjadi lautan mukmin lebih dari 30.000 jemaah memadati area tersebut untuk melaksanakan Sholat Idulfitri 1447 H, yang nantinya akan di Imami oleh Kyai Al Imron dan Imam Gus Muhammad Gufron dari PCINU_Taiwan.

(Sumber: Instagram @pcinu_Taiwan)

Mengingat jumlah jemaah yang membludak, pelaksanaan sholat dibagi menjadi dua kloter guna memastikan kekhusyukan dan kenyamanan. Keberhasilan acara ini tidak lepas dari peran Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei yang berkolaborasi intensif dengan Pemerintah Otoritas Taiwan serta berbagai Organisasi Masyarakat (Ormas) Islam Indonesia di Taiwan.

Ini merupakan kali ketiga lokasi bersejarah ini digunakan sebagai pusat peribadatan akbar, setelah sebelumnya pada tahun 2025 sukses digunakan untuk pelaksanaan Sholat Idulfitri dan Iduladha. Tidak hanya di Taipei, KDEI juga memfasilitasi pelaksanaan sholat Id serentak di berbagai kota besar di seluruh penjuru Taiwan.

(Sumber: potret Himmas Nindi Rahayu 21/03/2026)

Nuansa Tanah Air di Tanah Rantau

Bagi para Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan mahasiswa, suasana hari itu membawa memori pulang ke kampung halaman. Suara takbir yang menggema di tengah gedung-gedung pencakar langit Taipei menciptakan suasana yang sangat mirip dengan perayaan di Indonesia.

"Rasanya seperti tidak sedang merantau," ungkap salah satu jamaah bernama Nindi Rahayu (PMI sekaligus mahasiswa UT di Taiwan ), ia menyatakan rasa syukur yang mendalam atas keterbukaan Pemerintah Taiwan yang memberikan ruang bagi umat Islam untuk beribadah secara terbuka, tertib, dan aman.

(Sumber: Instagram @kdeitaipei dan Arief Sulistiyo)

Pesan Persatuan dari Kepala KDEI

Dalam sambutannya, Kepala KDEI Taipei, Arif Sulistiyo, menyampaikan apresiasi tinggi kepada pihak pengelola Memorial Hall dan Otoritas Taiwan atas dukungan fasilitas yang diberikan.

"Atas nama KDEI Taipei, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Otoritas Taiwan yang telah memberikan izin kepada WNI untuk melaksanakan ibadah Sholat Idulfitri secara berjamaah dan terbuka di tempat ini," ujar Arif.

Beliau juga menitipkan pesan penting bagi seluruh masyarakat Indonesia di Taiwan agar tetap menjaga soliditas. Arif menekankan pentingnya menjaga persaudaraan dan persatuan, mengingat posisi mereka yang sama-sama berjuang di tanah rantau.

Kesimpulan 

Idhulfitri 1447 H di Sun Yat-sen Memorial Hall bukan sekadar ritual ibadah, melainkan simbol kemenangan diplomasi budaya dan toleransi. Bertemunya 30.000 jiwa dalam harmoni di tengah hiruk-pikuk Taipei membuktikan bahwa jarak ribuan kilometer dari Indonesia tidak mampu melunturkan identitas spiritual dan persaudaraan para PMI meskipun hidup di negeri orang , Peristiwa ini menegaskan bahwa Taiwan kini bukan sekadar tempat mencari nafkah, melainkan rumah kedua yang ramah dan menghargai keberagaman bagi komunitas Muslim Indonesia.


Penulis:Wahyu Rizki Pratama









Tidak ada komentar:

Aksi Budaya dan Literasi Digital: Mahasiswa UT Membawa Dampak Nyata di Taiwan

TAIPEI,minggu 3 Mei 2026 —   Di tengah hiruk-pikuk kesibukan sebagai pekerja migran di Taiwan, semangat menuntut ilmu tidak pernah luntur ba...