TAIPEI,minggu 3 Mei 2026 — Di tengah hiruk-pikuk kesibukan sebagai pekerja migran di Taiwan, semangat menuntut ilmu tidak pernah luntur bagi para mahasiswa Universitas Terbuka (UT) Taiwan. Hal ini tergambar jelas dalam kegiatan Podcast Episode ke-2 yang diselenggarakan oleh HIMMAS UTT pada Minggu, pagi pukul 10:00-12:00 waktu Taiwan ,sedang diadakan diskusi bersama mahasiwa berbagai prodi dengan mengusung tema "Mahasiswa UT Memberi Dampak Nyata di Taiwan", diskusi ini menjadi ruang motivasi bagi mahasiswa yang sedang berjuang menyeimbangkan peran menjadi pekerja di negeri orang sambil kuliah. Podcast kedua ini melibatkan anggota internal HIMMAS UTT yakni Lidia Andriani (divisi Humas) sebagai host, Jayati Manda sari (kadiv sosbud) , Erlangga Zuhry Pratama (divisi Media) serta Yuni Trisna Susanti (Ketua UTT peduli) sebagai narasumber pada podcast ke-2 yang akan disiarkan langsung melalui platform digital TikTok.
Pada acara diskusi yang berlangsung selama dua jam ini menghadirkan sosok-sosok inspiratif, salah satunya Yuni Trisna Susanti, Ketua UT Taiwan Peduli. Dalam penyampaiannya, Yuni mematahkan stigma bahwa usia bukan penghalang untuk berkembang. Ia menegaskan bahwa kunci utama dalam menuntut ilmu adalah keberanian untuk memulai dan keteguhan hati untuk tidak memedulikan komentar negatif orang lain.
"Ilmu dan relasi bisa didapatkan di mana saja asalkan ada kemauan. Fokuslah pada diri sendiri dan jangan ragu untuk melangkah," ujar Yuni dalam sesi Live TikTok tersebut.
Selain berbicara tentang stigma negatif , Yuni juga menularkan jiwa positif kepeduliannya kepada seluruh PMI dan Mahasiswa yang ada di Taiwan untuk bisa membawa diri karena di negeri orang status kita hanya sementara , hindari pergaulan bebas supaya hidup lebih aman dan damai .
Kemudian disusul dengan narasumber kedua yang senada dengan Yuni, Erlangga Zuhry dari Divisi Media HIMMAS UTT mengajak para mahasiswa untuk tidak merasa rendah diri (minder) meskipun harus memulai segala sesuatunya dari nol. Di era yang serba cepat ini, tekad yang kuat sejak awal adalah fondasi keberhasilan.
Tak hanya soal mentalitas, podcast kali ini juga menyoroti pentingnya literasi digital, khususnya pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), sebagai manusia yang diberikan keistimewaan kemampuan yang lebih jangan sampai terjebak oleh kecerdasan buatan , gunakan AI dengan bijak sebagai tempat tambahan ilmu bukan tempat ketergantungan. Ada kata-kata menarik yang dilontarkan Erlangga Zuhry “ Perubahan besar bukan lahir dari lompatan besar, tetapi ia lahir dari langkah yang kecil, ia adalah kebiasaan yang kamu ulangi disetiap harinya. Jadi mulai aja dulu,cicil sedikit demi sedikit, konsisten, dan percaya pada prosesnya. Karena orang yang sibuk pun juga bisa sukses, selama dia nggak berhenti melangkah.”
Kalimat tersebut ditekankan oleh Erlangga Zhury untuk memberikan dukungan emosional kepada seluruh PMI dan Mahasiswa yang masih ragu untuk berani melangkah.
Narasumber ketiga tidak kalah menarik, Jayati Manda Sari, Kadiv Sosbud HIMMAS UTT, menekankan bahwa mahasiswa harus mampu memaksa diri keluar dari zona nyaman untuk menjadi pemenang. "Ayo dicoba!" menjadi kalimat penyemangatnya agar mahasiswa berani meng upgrade diri untuk membuktikan bahwa kemalasan dan keraguan bukan sebuah pilihan namun tekat semangat kuat yang akan memberikan warna dalam hidup.
Manda menambahkan pemahamannya tentang budaya dan dobrakan semangat untuk seluruh PMI dan mahasiswa di Taiwan bahwa Meskipun arus globalisasi membawa pengaruh budaya asing, melestarikan dan membawa budaya sendiri ke luar negeri adalah cara ampuh untuk menyaring nilai luar sambil tetap mempertahankan kepribadian bangsa yaitu dengan tetap bangga pada budaya asli Indonesia meski sedang di negara orang.
Pada acara tersebut menciptakan suasana yang memiliki aura terpancar oleh kalimat dan kata-kata yang disampaikan para narasumber ditambah lagi ada pemandangan menarik dalam sesi kali ini; seluruh narasumber dan kru tampak kompak mengenakan almamater kuning kebanggaan UT ,Warna kuning cerah ini bukan sekadar identitas, melainkan simbol keceriaan dan optimisme yang menyelimuti proses diskusi.
Sebagai bentuk tindak lanjut dari semangat sosial yang dibahas.
Tambahan HIMMAS UTT juga mengumumkan rencana besar untuk bulan Oktober mendatang, yaitu agenda Study Tour bersama. Kegiatan ini diharapkan dapat mempererat solidaritas antar-mahasiswa sekaligus menjadi implementasi nyata dari poin-poin diskusi sosial budaya yang telah dibahas.
Penutup
Melalui platform digital seperti TikTok, HIMMAS UTT berhasil membuktikan bahwa jarak dan kesibukan bukan penghalang untuk tetap berbagi dampak positif. Keberhasilan podcast edisi kedua ini menjadi bukti bahwa mahasiswa Indonesia di Taiwan tidak hanya bekerja untuk materi, tetapi juga tumbuh secara intelektual dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi bagi sesama.
Penulis: Wahyu Rizki Pratama





Tidak ada komentar:
Posting Komentar