Jumat, 03 April 2026

HIMMAS UT - Taiwan sukses gelar kajian virtual bagi mahasiswa dan PMI

 TAIWAN - Menjalani ibadah puasa ditanah perantauan sering kali menghadirkan tantangan tersendiri. jauh dari keluarga, perbedaan durasi waktu siang, hingga hiruk piruk jadwal kuliah dan kerja di luar Negeri menuntut ketahanan mental dan spritual yang ekstra. Memahami hal tersebut, Himpunan Mahasiswa Universitas Terbuka Taiwan (HIMMAS UTT) hadir membawa kesejukan spritual melalui agenda kajian Ramadhan yang diselenggrakan secara daring.

(Sumber: Instagram @himmas_utt)

Dengan mengangkat tema besar "Ramadhan di Tanah Rantau : menguatkan hati, Menjemput Ampunan", kajian ini dilaksanakan melalui platfom Zoom Meeting. Waktu pelaksanaan Tanggal 15 Maret 2026 dimulai pukul 21.00 TST (Taiwan Standart Time) atau 20.00 WIB. Kegiatan ini bertujaan menjadi oase bagi para mahasiswa indonesia yang sedang menempuh studi di taiwan ata di rantauan agar tetap istiqomah dalam menjalankan kewajiban di bulan suci Ramadhan.

Rangkain acara di pandu dengan hangat oleh Jayati manda S. Selaku MC. Acara di buka dengan lantunan syahdu ayat suci Al-Qur'an yang di bacakan oleh Ust. Naufal Zainul Adzkiya, S.Pd., M.A., yang juga tercatat sebagai pemateri tilawah.

Puncak acara adalah pemaparan materi dari narasumber utama, Ust. Rifai Rahmatullah, yang mengisi sesi "Kajian Utama". Dalam kajiannya, Ust. Rifai memberikan pandangan yang mencerahkan mengenai bagaimana menjaga kesehatan mental dan spiritual selama menjalankan ibadah puasa di negeri orang, jauh dari keluarga dan suasana Ramadhan di tanah air. Beliau menekankan pentingnya menjaga iman dan terus berikhtiar memohon ampunan di bulan yang suci ini.

Dokumentasi yang dipublikasikan menunjukkan antusiasme yang sangat tinggi dari para peserta. Puluhan mahasiswa terlihat memadati ruang virtual Zoom Meeting, memenuhi grid layar peserta, menunjukkan betapa besarnya kerinduan mereka akan siraman rohani di bulan suci ini.

"Ramadan di tanah rantau adalah momentum ujian sekaligus peningkatan derajat," ungkap salah satu pemateri dalam kajian tersebut. Fokus utama diskusi adalah bagaimana mengelola hati agar tetap sabar menghadapi kerinduan pada tanah air (ihomesick), sembari tetap fokus mengejar keutamaan bulan Ramadan, yaitu ampunan dari Allah SWT.

Tema yang diusung bukan tanpa alasan. "Menguatkan Hati" merefleksikan resiliensi mahasiswa rantau yang harus mandiri dalam menyiapkan sahur hingga berbuka di tengah lingkungan minoritas Muslim. Sementara "Menjemput Ampunan" menjadi pengingat bahwa di mana pun kaki berpijak, pintu tobat dan rahmat Tuhan selalu terbuka lebar bagi mereka yang bersungguh-sungguh. Sesi tanya jawab pun berlangsung interaktif, membuktikan bahwa kebutuhan akan bimbingan spiritual tetap menjadi prioritas bagi mahasiswa di sela-sela kesibukan akademik mereka.

Pihak HIMMAS UTT menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan program-program bermanfaat lainnya, baik selama bulan Ramadhan maupun di masa mendatang, demi mendukung perkembangan spiritual dan akademik para mahasiswa.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai kegiatan HIMMAS UT Taiwan, masyarakat dapat mengikuti akun media sosial resmi:

Instagram: @himmas_utt

Facebook: Himmas Utt

YouTube/TikTok: himmasutt


Penulis : Lidia Andriani

HIMMAS UT - Taiwan sukses gelar kajian virtual bagi mahasiswa dan PMI

 TAIWAN - Menjalani ibadah puasa ditanah perantauan sering kali menghadirkan tantangan tersendiri. jauh dari keluarga, perbedaan durasi wakt...