Selasa, 13 Februari 2018

Orientasi Studi Mahasiswa Baru (OSMB) Universitas Terbuka Taiwan 2018

Orientasi Studi Mahasiswa Baru (OSMB)
(dok. https://www.facebook.com/ut.taiwan)
Minggu (4/2/18) bertempat di Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia di Taipei (KDEI), sebanyak 81 orang mahasiswa baru (Maba) dari tiga program jurusan menghadiri acara Orientasi Studi Mahasiswa Baru (OSMB). Dimana masing-masing terdiri dari 45 mahasiswa jurusan Manajemen, 26 mahasiswa jurusan Bahasa Inggris dan 10 mahasiswa jurusan Ilmu Komunikasi. Jumlah mahasiswa yang mendaftar setiap tahunnya mengalami peningkatan khususnya program jurusan Manajemen. Acara OSMB tahun ini juga dihadiri oleh bapak Siswadi  T Sibero selaku Wakil Kepala KDEI Taipei, Farid Ma'ruf, Bagian Ketenagakerjaan Kadir, Bagian Akademik CLC BJI Hafizha Dea Iftina, perwakilan PPI Taiwan Ozha Hernanda dan tiga orang perwakilan HIMMAS UT-Taiwan.

Sambutan Wakil Kepala KDEI
Acara dimulai pukul 09.45 waktu Taiwan, dibuka dengan tarian Merak Ponorogo oleh UT Dance, disambung dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne UT serentak oleh seluruh peserta dan tamu undangan. Setelah itu dilanjut dengan perkenalan dengan Badan Pelaksana UT-Taiwan (BAPEL) serta tutor pengajar dan sambutan-sambutan. Dalam sambutannya, Wakil Ketua KDEI Taipei, Siswadi, berpesan agar BMI harus bisa mengatur waktu dengan sebaik-baiknya antara kuliah dan bekerja sehingga bisa menjadi alumni UT nantinya. Tidak lupa, beliau juga memberikan apresiasi kepada PPI Taiwan dan para Tutor yang telah banyak membantu pendidikan para BMI khususnya di Taiwan. Selain itu juga dilakukan sambungan telepon conference langsung dari UT pusat oleh Ibu Dra. Dewi Artati Padmo Putri M.A.,Ph.D selaku Kapus Pengelolaan Mahasiswa Luar Negeri LPPMP, yang didampingi oleh Ibu Ety selaku bagian Pengurusan Bahan Ajar dan Bapak Hasan bagian permasalahan ujian. Dari ketua pusat sendiri punya harapan besar kepada para BMI agar sepulangnya nanti membawa hasil double yaitu modal dan Ijazah Kesarjanaan. Beliau juga berpesan bahwa sebagai Mahasiswa UT yang notabene pekerja dan perawat harus bisa memanfaatkan waktu dengan baik, misalnya membaca modul 2 sampai 3 lembar setiap harinya. Diakhir sambutan, beliau membuka sesi tanya jawab kepada para mahasiswa baru untuk bertanya langsung.

Perwakilan Pengurus Himmas UT- Taiwan
HIMMAS UT-Taiwan pun turut mengisi acara. Sebagai ajang untuk memperkenalkan eksistensi  sekaligus memperkenalkan sejarah, struktur, program kerja dan kegiatan organisasi yang telah dijalankan selama masa jabatan, serta bagaimana mendapatkan informasi dan bergabung dengan HIMMAS. "Seperti teman – teman ketahui HIMMAS UT Taiwan mempunyai cabang organisasi yaitu UT Taiwan peduli yang bergerak di bidang sosial dan UT Dance yang bergerak di bidang kebudayaan dan seni," ujar Sdr. Nurhidayat dalam sambutannya. Pada kesempatan ini UT Dance juga turut memperkenalkan tarian dan event apa saja yang pernah mereka diikuti. Ada yang menarik dalam sesi tanya jawab seputar organisasi. Sebuah pertanyaan dilontarkan oleh maba prodi Ilmu Komunikasi, Retno Ayuningrum, “Saya tertarik dengan program UT Dance. Pertanyaan saya, apakah saya harus melepas hijab untuk bergabung dengan Utters? Mengingat saya sudah berhijab."
"Kita harus profesional dalam bentuk sebuah tarian. Contoh tari Sembah masih memungkinkan untuk berhijab, tapi seperti tari Bali tentunya hijab harus dilepas, disinilah letak profesional kita harus diletakkan," tutur Riska Novita Sari selaku Ketua UT Dance. Sdr. Nuhidayat-pun menambahkan jawaban dari Riska Novita Sari, “kita sebagai warga Indonesia, Negara Bhineka Tunggal Ika tidak bisa mencampur adukkan norma agama dan norma budaya serta norma etika. Dalam agama, aurat ya aurat! Tapi dari nilai budaya adalah seni jadi semua tinggal kitanya mau apa tidak? Bila kita melihatnya dari nilai seni, Insya Allah tidak mengandung dosa. Waallahu'ahlam..."


Dokumentasi acara:
Tari Merak Ponorogo oleh UT Dance









Penulis: Furaida Rahma (Divisi Media, Informasi dan Komunikasi 2)

Editor: Ike Lindiyani (Sekretaris 1)

Doc: Himmas UT-Taiwan & Universitas Terbuka Taiwan

Sabtu, 10 Februari 2018

OPEN RECRUITMENT KETUA HIMMAS UTT PERIODE 2018/2019


Telah dibuka pendaftaran calon ketua baru Himpunan Mahasiswa (HIMMAS) UT-Taiwan periode 2018-2019. 
Bagi teman-teman mahasiswa/i Universitas Terbuka Taiwan yang ingin mencalonkan diri, dipersilahkan untuk mendaftar dengan mengisi formulir pendaftaran yang disediakan.
↘↙

Kami menunggu partisipasi anda untuk HIMMAS yang lebih hebat. Daftarkan dirimu segera! Take a step to make changes!


Salam,
MANDIRI MENGUKIR PRESTASI!


More information:
Facebook: Ike Lindiyani
Facebook: Ayu Masayu

Sabtu, 23 Desember 2017

Kunjungan Kerja dan Pelatihan Jurnalistik Himmas UT Taiwan dan GFTV



Himpunan Mahasiswa UT Taiwan (Himmas UT-Taiwan) bekerja sama dengan Garuda Formosa Televisi (GFTV). Menggelar acara workshop Journalistik. Acara  yang bertajuk “Kunjungan Kerja dan Pelatihan Jurnalistik” ini adalah kali pertama program kerja di bidang multimedia.  Awalnya, program ini untuk menyasar prodi Ilmu Komunikasi. Namun siapa sangka, animo juga membeludak dari prodi Manajemen dan Sastra Inggris.

Foto bersama, sebelum menuju ke lokasi acara.

Acara dihelat pada Minggu, (17/12/17) di studio GFTV di New Taipei City. Dibuka oleh MC, Sugianto Ujungmanik,  dan dilanjut dengan sambutan  ketua Himmas Kartini Dewi. Sesi sharing pengalaman dunia Jurnalistik  oleh ketua panitia Etik Nurhalimah. Di sesi ini,  Etik berbagi pengalaman dan manfaat menjadi jurnalis. Awalnya, ia hanya penulis status di dinding Facebook. Tapi siapa sangka, berkat tulisan ia dapat  berkunjung ke Jakarta, dan tempat-tempat vital lain di ibu kota, saat memenangkan Voice of Indonesia Award yang diselenggarakan RRI.

Sharing pengalaman Jurnalistik oleh Etik Nurhalimah.
Bagi mahasiswa Sastra Inggris ini, menjadi  seorang jurnalis, menumbuhkan sikap disiplin, karena terikat dengan deadline yang ditentukan redaksi, untuk mengirimkan tulisan. Selain itu, seorang jurnalis juga harus peka terhadap lingkungan, pandai menjalin relasi, mengenal semua kalangan. Dan selalu update informasi. 


Peserta workshop.

Acara inti di isi pembicara dari GFTV, Dyah Ayu Kusumaningtyas, membahas Materi Jurnalistik. Muhammad Ainul Yaqin di bidang Media (Perkenalan GFTV dan IPTV). Dalam materinya wanita yang pernah menjadi Jurnalis di Kompas Gramedia ini mengatakan, jika kualifikasi seorang wartawan adalah; keahlian di bidang menulis, memahami bidang peliputan, berwawasan luas, dan memegang kode etik jurmalistik. 

Serah terima Sertifikat dari Ketua Himmas, Kartini Dewi kepada Pemateri.
Para peserta pelatihan sangat antusias untuk menggali lebih dalam tentang ilmu jurnalistik. Ini terbukti, dari sederet pertanyaan yang diberikan kepada pembicara di sesi diskusi.  Rombongan mahasiswa UT Taiwan ini datang serempak dengan mengenakan jas almamater Universitas. Jauhnya jarak tempuh dari Taipei Rail Way menuju tempat pelatihan, tak menyurutkan semanagat mereka untuk belajar, dan menggali potensi diri di bidang peliputan. 

Serah terima Sertifikat oleh ketua panitia kepada pemateri.
Di materi media, Muhammad Yaqin menjelaskan tentang Internet Protocol TV (IPTV). Semakin canggihnya teknologi, kian memudahkan Netizen untuk mengakses berita. Mulai dari Televisi hingga ke Video YouTube, di Live Streaming. Netizen harus lebih bijak menyikapi maraknya tekhnologi dan kian berkembangnya dunia internet.  

Sesi foto bersama.
Acara ditutup dengan sesi foto bersama dan penyerahan Sertifikat kepada pembicara. Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh ketua Himmas UT-Taiwan dan Ketua Panitia. Sebagai ketua organisasi, Kartini mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia dan peserta yang telah mengikuti acara hingga berakhir. 
“Terima kasih untuk kerja keras dan kekompakan panitia, serta  seluruh peserta pelatihan ini. Semoga ke depannya Himmas dapat melenggarkan Proker dan jauh lebih lagi,” ucap mahasiswi Jurusan Managemen, angkatan sembilan ini. 

Acara yang diikuti tiga puluh mahasiswa ini berjalan tertib dan lancar. Kedepannya GFTV mempersilakan kepada mahasiswa UT, yang ingin mengirimkan karya baik tulisan, video, ataupun  menjadi presenter berita. 

Beberapa pendapat diberikan oleh peserta Pelatihan, diantaranya,”Sangat senang sekali bisa mengikuti acara Workshop Jurnalistik, banyak ilmu dan wawasan di dunia peliputan,” jelas Nia Puri, mahasiswa jurusan Manajemen.

“Mengikuti Pelatihan Jurnalistik, membuat saya tahu jika ilmu tak hanya di dapat dari bangku sekolahan, tetapi juga dari kehidupan sehari-hari. Asalkan kita mau belajar dan terus berusaha,” Papar Puspita Anggraini. 



Penulis: Etik Nurhalimah I (Divisi Media, Informasi, dan Komunikasi)
Editor: Ike Lindiyani (Sekretaris 1)

Selasa, 14 November 2017

Pelaksanaan Ujian dan Penyerahan Beasiswa Bagi Mahasiswa Berprestasi

Mahasiswa penerima Beasiswa Berprestasi UT Taiwan di Tainan
(dok. https://www.facebook.com/ut.taiwan)
Minggu, (29/10/17) merupakan hari pertama Ujian Akhir Semester (UAS) di Universitas Terbuka Taiwan (UT-Taiwan). Seperti biasa, pelaksanaan ujian dibagi menjadi dua tempat yaitu: daerah  Taipei dan Tainan. Sebanyak 152 orang mahasiswa, melaksanakan ujian di kota Taipei, sedangkan 24 orang mahasiswa lainnya melaksanakan ujian di Tainan. Jadi, jumlah total keseluruhan mahasiswa yang mengikuti ujian sebanyak 176 orang mahasiswa, yang terbagi menjadi  tiga jurusan; Manajemen, Ilmu Komunikasi, dan Sastra Inggris Minat Penerjemah. Ujian dilaksanakan serentak mulai pukul 09.00 hingga pukul18.00 sore.

Pelaksanaan ujian juga dipantau langsung oleh pengawas dari UT Pusat yakni: Drs. Lincoln Sirait.MM selaku Kepala Bagian (Kabag) Tata Usaha dan Dosen di Fakultas Ekonomi Universitas Terbuka Indonesia. Pada hari ujian pertama Drs. Lincoln berada di  Tainan, sedangkan ujian kedua ia bertugas mengawasi ujian di Taipei. 

Pemberian Beasiswa  Bagi Mahasiswa Berprestasi

Ada yang lain dari pelaksanaan ujian semester kedua di tahun 2017 ini. Sebanyak sepuluh mahasiswa berprestasi mendapatkan beasiswa dari UT Taiwan dan Bank Negara Indonesia (BNI). Nama-nama penerima beasiswa dan foto-foto saat penyerahan diunggah langsung oleh akun Universitas Terbuka Taiwan seusai pelaksanaan ujian. Sepuluh mahasiswa penerima beasiswa tersebut adalah: 

Beasiswa Prestasi UT Taiwan 
  •  UT Taiwan wilayah Taipei
  1.  Suharni  - Manajemen
  2.  Sumartin - Manajemen
  3. Yeni Rahman-Manajemen
  4. Muhammad Solihudin Mukhtar-Satra Inggris Bidang Minat  Penerjemah
  • UT Taiwan wilayah Tainan
  1.  Cinta Adi Saputro - Manajemen
  2.  Mimin Mikromah -Manajemen
  3.  Ike Lindiyani -Sastra Inggris Minat Bidang Penerjemah
Beasiswa BNI
  1.  Puji Rahayu -Manajemen
  2. Ayu Tri Pujiastuti - Sastra Inggris Bidang  Minat Penerjemah
  3.  Susiyanti - Komunikasi
Ditanya bagaimana perasaannya setelah menerima Beasiswa Berprestasi dari UT Taiwan, Yeni Rahman mengemukakan, perasaannya sangat senang dan syukur kepada Allah. Tak lupa ia juga berterima kasih kepada  orang tua, yang selalu mendoakan anaknya dalam meraih kesuksesan. 

“Saya sangat senang dan bersyukur sekali mendapatkan beasiswa ini, sungguh tidak pernah menyangka. Terima kasih untuk orang tua saya yang tak pernah lelah mendoakan untuk kesuksesan anaknya. Serta kepada Badan Pelaksana (Bapel), dosen yang telah megajar dan membimbing kami,” tutur Yeni, mahasiswa manajemen semester empat  “untuk teman-teman yang lain, teruslah semangat untuk belajar, karena kalian juga punya kesemptan yang sama untuk menerima beasiswa.”

Ungkapan yang sama dikemukakan oleh Ike Lindiyani, Mahasiswa prodi Sastra Inggris ini sangat bahagia dan terkejut saat Akademik UT Taiwan menghubunginya dan memberitahu jika ia termasuk salah satu dari mahasiswa penerima beasiswa prestasi dari UT taiwan.

“Saya sangat terkejut ketika mendapat kabar jika saya salah satu dari mahasiswa penerima beasiswa berprestasi. Saya tidak menyangka jika saya memiliki kesempatan ini. Ini merupakan sebuah kehormatan sekaligus penyemangat saya untuk mempertahankan IPK saya hingga kelulusan kelak,” ungkap Ike. 

Semangat mahasiswa UT-Taiwan memang perlu mendapat apresiasi, meskipun ditengah kesibukan mereka sebagai pekerja migran, tak mematahkan semangat guna meraih pendidikan. Ike adalah salah satu mahasiaswa prodi Sastra Inggris yang bekerja di Kaohsiung. Ketika melaksanakan Kelas Tatap Muka (TTM), ia harus merogoh kocek yang lumayan jumlahnya untuk membayar akomodasi. 

“Pendidikan perlu diperjuangan tak perduli berapa pun usia kita. Keadilan dan kesetaraan semakin terwujud, serta bangsa Indonesia akan semakin maju karena memiliki masyarakat yang cerdas,” tambah  Ike. 

Bekerja sekaligus kuliah memang tidaklah mudah, tentunya dibutuhkan sebuah usaha keras untuk membagi waktu  belajar. Suharni, mahasiswa prodi manajemen mengatakan, dirinya harus menyelesaikan satu buku mata kuliah, baru melanjutkan pemahaman ke buku lainnya. 

“Saya lebih suka membaca buku (BMP) satu dulu, kemudian melanjutkannya dengan materi buku yang lain. Karena materi tiap mata kuliah itu berkaitan, dan kesatuan pembahasan. Sedangkan waktu yang saya pilih untuk belajar di malam hari, karena lebih hening dan bisa berkonsentrasi,” pungkas Suharni. 

Selamat kepada seluruh mahasiswa penerima beasiswa berprestasi, semoga bisa memotivasi mahasiswa lain untuk semakin giat belajar, dan berkarya. Sesuai dengan motto UT Taiwan yaitu ‘Mandiri Mengukir Prestasi”. 

Berikut adalah dokumentasi pelaksaan ujian dan penyerahan Baeasiswa Berpresatsi di UT Taiwan: 
Penyerahan Beasiswa kepada Suharmi oleh ketua Badan Pelaksana (Bapel) UT Taiwan


Pelaksanaan ujian di Taipei



Penulis: Etik Nurhalimah (Divisi Media, Informasai, dan Publikasi 1)
Editing: Ike Lindiyani (Sekretaris 1)
Dok. foto: Universitas Terbuka Taiwan  ( https://www.facebook.com/ut.taiwan )




Jumat, 25 Agustus 2017

Festival Seni dan Budaya Memperingati HUT RI ke 72th


Taipei-Kemeriahan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI tak hanya dirasakan warga negara Indonesia yang berada di tanah air. Moment bersejarah tersebut juga dirayakan oleh para  Buruh Migran Indonesia (BMI) di Taiwan. Himpunan Mahasiswa UT Taiwan (Himmas UT Taiwan) bekerja sama dengan National Taiwan Museum menghelat acara yang bertajuk  “Indonesian National Day Culture and Art Festival”. Acara diselenggarakan pada Minggu (20/8/17) di halaman National Taiwan Museum. 

Acara diawali dengan  karnaval kebudayaan  yang diikuti oleh  Singo Barong  Taiwan dan   pekerja migran Indonesia yang mengenakan berbagai macam budaya adat dari seluruh penjuru tanah air. Keanekaragaman budaya Indonesia mencuri perhatian penonton sepanjang jalan dari Taipei Main Station menuju  gedung museum. Dengan berjalan tertib dan teratur peserta karnaval meninggalkan TMS pukul 09.50 waktu setempat menuju  gedung museum.

Setibanya  di halaman museum, rombongan karnaval  melakukan  serangkaian acara ceremonial dengan  menyanyikan lagu kebangsaan  Indonesia raya , pemotongan tumpeng simbol perayaan HUT RI oleh ketua Himmas  dan Perwakilan sekaligus pemilik Brilliant Time, Mr. Chang.  Dalam sambutannya Sdri. Kartini selaku ketua Himmas Mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu pagelaran kebudayaan Indonesia ini. 
“Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung pelaksanaan Parade Budaya ini. Dengan dilaksanakan parade ini semoga kian menumbuhkan kecintaan terhadap tanah air bagi warga Indonesia meskipun berada di negeri orang.”

Acara dimeriahkan dengan atraksi memukau Singo Barong  Taiwan dengan tarian Dadak Merak dan jatilan,  persembahan Tari tradisional oleh UT Dancer,  lomba perayaan kemerdekaan, aksi pencak silat, dan peragaan busana daerah, fashion show  oleh  model  Dewins Humaira.  Selain pertunjukan di atas panggung, Himmas UT Taiwan juga menyediakan stand kebudayaan yang menyediakan  batik khas Indonesia, foto-foto president RI sejak pemerintahan Presiden Soekarno hingga presiden Joko Widodo, tempat-tempat pariwisata di Indonesia, dan alat musik tradisional Indonesia.  Para pengunjung begitu antusias ingin tahu lebih banyak tentng kebudayaan Indonesia yang beraneka ragam. Nampak beberapa orang diantaranya bersedia memakai sarung, baju koko, peci, dan berbagai pakaian khas lainnya. Tak hanya warga Negara Indonesia (WNI), tetapi juga penduduk lokal dan turis mancanegara yang datang ke stand kebudayaan tersebut. 

Perwakilan National Taiwan Museum, Ms. Emily mengatakan, pihaknya  sangat kagum dengan kesolidan dan kerja keras seluruh panitia dan semua rekan  hingga terselenggaranya Parade Budaya tersebut, ia juga mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh pengisi acara dan seluruh rekan-rekan BMI di Taiwan.
“Sebuah kehormatan bagi  saya bertemu dan dapat bekerja sama dengan team yang luar bisa yaitu para mahasiswa UT Taiwan dan rekan-rekan BMI di Taiwan. Kami--warga Taiwan--sangat kagum pada seni  dan kebudayaan Indonesia yang beraneka ragam.” 

Acara dipandu oleh duo MC Setyana dan Santy Dewins. Parade  budaya tahun ini merupakan  kali kedua  kerja sama  pihak museum dengan organisasi mahasiswa Universitas Terbuka di Taiwan dalam merayaan kemerdekaan Republik Indonesia.  Acara yang didukung oleh National Taiwan Museum, Perpustakaan Brilliant Time, Dewins Humaira, dan TLAM berlangsung meriah dan lancar meskipun di bawah  teriknya sinar  matahari.  Berada di tengah-tengah acara tersebut seolah tengah di tanah air, terbawa suasana kebudayaan, seni dan adat istiadat yang identik dirayakan pada Pesta Rakyat guna memperingati hari tujuh belas Agustus. Tiba saatnya yang ditunggu-tunggu yaitu pengumuman pemenang lomba peragaan busana adat nasional.  Juara   pertama diraih oleh pasangan adat yang mengenakan busana  adat Lampung.  Pasangan pengantin yang mengenakan adat Lampung ini nampak megah dengan mahkota  Siger keemasan yang dikenakan pengantin wanita. Juara dua diraih pakaian adat minang dari Sumatera Barat, sedangkan untuk juara tiga yaitu peserta mengenakan pakaian adat Sunda, Jawa Barat. Masing-masing juara  mendapatkan hadiah piala dan bingkisan menarik  dari Himmas UT Taiwan. Sedangkan kepada seluruh peserta yang mengikuti lomba peragaan buasana adat mendapatkan sertifikat penghargaan sebagai apresiasi telah  mengikuti parade budaya dan ikut mengenalkan busana adat Indonesia ke khalayak ramai. Acara ditutup dengan  penyerahan hadiah dan  sesi photo bersama seluruh peserta lomba pakaian adat, dewan juri, panitia, dan suruh pengurus Himmas UT Taiwan. Semoga di tahun akan datang terselenggara kembali acara peringatan HUT RI yang jauh lebih meriah. 

Para peserta lomba peragaan busana

Anggota Pencak Silat Tapak Suci Taiwan
Singo Barong Taiwan



Dewan juri peragaan busana adat

Penonton yang memadati halaman gedung Museum





Pengurus Himmas Periode 2017-2018
Pengunjung stand pameran kebudayaan

Pemenang Lomba busana adat: 1.Daerah Lampung, 2.Sumatera Barat, 3.Jawa Barat


Penulis: Etik Nurhalimah (Divisi Media Informasi dan Komunikasi 1)
Editor: Ike Lindiyani (Sekretaris 1)
Dokumentasi: Crew Himmas UT Taiwan 

Selasa, 08 Agustus 2017

Tujuh Mahasiswi Meraih Gelar Sarjana di UT-Taiwan

Tujuh wisudawati bersama perwakilan dari UPBJJ UT Pusat Layanan Luar Negeri dan KDEI
Bertempat di Kantor Dagang Ekonomi Indonesia (KDEI) pada Minggu (6/8/17) dihelat Upacara Penyerahan Ijazah (UPI) mahasiswi UniversitasTerbuka Taiwan (UT-Taiwan). Upacara penyerahan kali ini adalah kali kedua  pelaksaan UPI di Universitas Terbuka Taiwan. Sebanyak tujuh orang wisudawati dinyatakan lulus dan meraih gelar sarjana. Mereka telah berhasil menorehkan prestasi dan melalui masa-masa sulit selama empat tahun guna melanjutkan jenjang pendidikan di bangku perkuliahan meski di tengah padatnya aktivitas sebagai Buruh Migran Indonesia (BMI). Ketujuh mahasiswi tersebut yaitu Desi Wulanti, Siti Sumiatun, Juweriah, Sri Setiana, Arik Widyawati, Titin Nurdiansah, dan Yunita Wulandari.

Upacara penyerahan ijazah dimulai pukul 10.00 dipandu MC Retno Widianingrum di lantai enam Kantor Dagang Ekonomi Indonesia (KDEI). Acara berlangsung secara tertutup dan formal yang hanya dihadiri oleh tamu undangan. Hadir secara langsung  Kepala  UPBJJ UT Pusat Layanan Luar Negeri Maximus Gorky Sembiring dan Wakil Kepala KDEI Siswandi T Sibero. Saat memberikan sambutan, Gorky Sembiring mengucapkan, “Selamat kepada seluruh wisudawati, semoga tetap  semangat mencari ilmu. Karena pendidikan bisa merubah perilaku untuk menjadi lebih baik."

Sedangkan Wakil Kepala KDEI  Siswandi T Sibero menyatakan, “Dengan adanya Universitas Terbuka Taiwan, makin banyak Buruh Migran Indonesia menjadi lebih baik, maju dan berwawasan luas. Mereka mengisi hari liburnya untuk menimba ilmu dan belajar.”

Pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan penyerahan piagam penghargaan kepada mahasiswa  peraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi, yang diraih oleh Arik Widyawati prodi manajemen.  Arik mengucapkan terima kasih kepada seluruh rekan, Badan Pelaksana (Bapel) yang telah membantu dan terus menyemangatinya hingga meraih gelar sarjana. Ucapan spesialnya tertuju kepada rekannya yang dulu juga meraih predikat terbaik saat wisuda pertama UT Taiwan 29 Mei 2016 silam yang meluluskan empat belas  mahasiswa. Ia banyak membantunya dalam mengikuti perkuliahan hingga lulus.

“Terima kasih banyak saya ucapkan untuk seluruh rekan, sahabat, Bapel yang telah membantu dan menyemangati saya hingga dapat menyelesaikan pendidikan ini. Spesial kepada ibu saya yang telalu memberikan dukungan dan doa-doa untuk kesuksesan putrinya. Saya juga meminta maaf jika selama menjadi mahasiswi di UT ada melakukan kesalahan,” tutur Arik.

Upacara ditutup dengan ramah tamah dan pertunjukan Tari Wira Pertiwi persembahan UT Dancer yang dibawakan oleh Endang Rahayu dan Ria Nanda. Setelah Upacara Penyerahan Ijazah, Universitas Terbuka Taiwan juga menggelar diskusi bersama antara mahasiswa dan perwakilan dari UT pusat Maximus Gorky Sembiring. Diskusi membahas seputar Bahan Ajar dan prosedur belajar mengajar di Universitas Terbuka di Taiwan.

Berikut adalah dokumentasi saat pelaksanaan Upacara Penyerahan Ijazah (UPI):






Penulis: Etik Nurhalimah (Divisi Media Informasi dan Komunikasi)

Sumber: Wiwit Turyani    (Divisi Umum)

Editor: Ike Lindiyani (Sekretaris 1)

Selasa, 18 Juli 2017

Tour Lebaran bersama Himmas UT – Taiwan 2017

Rombongan tour berfoto bersama setelah bermain air 

Minggu, 16 Juli 2017. Himpunan Mahasiswa (Himmas) UT – Taiwan mengadakan tour bersama dengan tujuan wisata ke Long Dong (龍洞), yang tepatnya di daerah longdong Street, Gongliao District, New Taipei ( 新北市貢寮區龍洞街).  Tour digelar dalam rangka merayakan hari raya lebaran umat muslim yang berada di Taiwan, acara tour dijadikan ajang sillahturahmi antar sesama BMI di Taiwan, sebanyak 65 orang yang kemudian dibagi menjadi 2 bus mengikuti kegiatan ini. Tour dibuka untuk Umum, para peserta selain dari mahasiswa, juga diikuti oleh kalangan BMI yang bekerja di Taiwan.

Lokasi Tour Himmas UT – Taiwan kali ini berbeda dengan enam bulan yang lalu, sebelumnya tour ke daerah Neiwan tempat bermain Gokart, bisa di lihat Link berikut ini 👉Tour Bersama sedangkan untuk tour sekarang kami memilih tempat wisata Long Dong yaitu area bermain di dalam air, Long dong adalah teluk terbesar di Pantai Timur Laut Taiwan, dengan air yang jernih tembus mata memandang dan kehidupan ikan laut yang berwarna-warni, menjadikannya tempat yang luar biasa untuk bermain snorkeling dan menyelam scuba. Wisata Long Dong paling asyik dikunjungi pada awal musim panas di Taiwan, biasanya area ini akan dibuka antara bulan Juni hingga September. 

Acara Tour dimulai dari pagi jam 9.30 – 17.00 waktu Taipei, rombongan peserta sekitar jam 9.00 sebelumnya sudah mulai berkumpul di aula TMS, kemudian berjalan bersama menuju halte bus dan meluncur ke lokasi wisata Long Dong setelah 15 menit semua panitia melakukan briefing.

Untuk sampai ke area lokasi membutuhkan waktu perjalanan sekitar satu jam lamanya, dan untuk mengisi waktu kosong di dalam bus agar tidak jenuh dan mengantuk, para rombongan mengisinya dengan berkaraoke ria bersama, setelah mendapat arahan terlebih dahulu dari panitia dan pembagian pientang.

Sesampainya di lokasi, rombongan berjalan beriringan menuju area permainan, karena keterbatasan lebar jalan sehingga bus terpaksa harus berhenti dan rombongan kemudian melanjutkan perjalanannya dengan berjalan santai. Sesampainya disana lalu panitia membagikan alat-alat perlengkapan snorkeling yaitu alat keamanan untuk menyelam berupa jaket pelampung, sepatu selam dan kaca mata.

Pemandangan yang indah dan asri dengan disuguhi keindahan tebing, batu karang, pepohonan dan air laut membuat area wisata Long Dong begitu sempurna, melakukan permainan air, berenang, menyelam melihat batu karang dan aneka ikan berwarna warni terhampar luas di dasar laut. Berenang dengan tenang tanpa adanya kebisingan suara knalpot kendaraan, benar-benar membuat peserta enggan untuk mengakhiri permainan. Terlihat para peserta tour begitu menikmati permainan air, meskipun cuaca panas matahari membakar kulit namun tidak sedikit pun menyulutkan antusias dan semangat mereka.

Sebelum meninggalkan area lokasi, panitia dan semua rombongan tour menyempatkan berfoto ria untuk mengabadikan kenangan & pengalaman baru berselancar di Long Dong.  Aura riang, tawa bergelagak dan pancaran senyum manis terhias di wajah para peserta, mereka begitu sangat puas dan menikmati permainan air, bahkan ada salah satu dari peserta berharap agar kegiatan tour seperti ini bisa diadakan lagi pada bulan-bulan mendatang.

Sekitar pukul 16.00 waktu Taipei, bus rombongan meninggalkan area wisata, dan setelah melewati satu jam perjalanan barulah sekitar pukul 17,00 bus rombongan sampai ke Taipei Main Station.

Alhmadulillah puji syukur kepada Tuhan YME.  Kami selaku panitia tour mengucapkan banyak terima kasih kepada semua peserta yang telah berpartisipasi dan mengikuti arahan yang telah ditentukan, sehingga kegiatan tour pun berjalan dengan lancar tanpa ada halangan, dan semua peserta bisa kembali ke tempat masing-masing. Semoga acara tour seperti ini akan kembali diadakan untuk waktu mendatang.

Terima Kasih


Berikut di bawah ini ada foto-foto dokumentasi kegiatan : 

















Ditulis Oleh : Dewi Susanti (Panitia Tour)

webinar hari kartini HIMMAS UT TAIWAN, "semangat Kartini di Perantauan: Perempuan Indonesia Berdaya Melalui Pendidikan dan Kepemimpinan"

TAIWAN – Hari Kartini selalu jadi momen spesial buat kita semua. Ini adalah waktu yang tepat untuk mengingat kembali perjuangan Raden Ajeng...