Selasa, 14 November 2017

Pelaksanaan Ujian dan Penyerahan Beasiswa Bagi Mahasiswa Berprestasi

Mahasiswa penerima Beasiswa Berprestasi UT Taiwan di Tainan
(dok. https://www.facebook.com/ut.taiwan)
Minggu, (29/10/17) merupakan hari pertama Ujian Akhir Semester (UAS) di Universitas Terbuka Taiwan (UT-Taiwan). Seperti biasa, pelaksanaan ujian dibagi menjadi dua tempat yaitu: daerah  Taipei dan Tainan. Sebanyak 152 orang mahasiswa, melaksanakan ujian di kota Taipei, sedangkan 24 orang mahasiswa lainnya melaksanakan ujian di Tainan. Jadi, jumlah total keseluruhan mahasiswa yang mengikuti ujian sebanyak 176 orang mahasiswa, yang terbagi menjadi  tiga jurusan; Manajemen, Ilmu Komunikasi, dan Sastra Inggris Minat Penerjemah. Ujian dilaksanakan serentak mulai pukul 09.00 hingga pukul18.00 sore.

Pelaksanaan ujian juga dipantau langsung oleh pengawas dari UT Pusat yakni: Drs. Lincoln Sirait.MM selaku Kepala Bagian (Kabag) Tata Usaha dan Dosen di Fakultas Ekonomi Universitas Terbuka Indonesia. Pada hari ujian pertama Drs. Lincoln berada di  Tainan, sedangkan ujian kedua ia bertugas mengawasi ujian di Taipei. 

Pemberian Beasiswa  Bagi Mahasiswa Berprestasi

Ada yang lain dari pelaksanaan ujian semester kedua di tahun 2017 ini. Sebanyak sepuluh mahasiswa berprestasi mendapatkan beasiswa dari UT Taiwan dan Bank Negara Indonesia (BNI). Nama-nama penerima beasiswa dan foto-foto saat penyerahan diunggah langsung oleh akun Universitas Terbuka Taiwan seusai pelaksanaan ujian. Sepuluh mahasiswa penerima beasiswa tersebut adalah: 

Beasiswa Prestasi UT Taiwan 
  •  UT Taiwan wilayah Taipei
  1.  Suharni  - Manajemen
  2.  Sumartin - Manajemen
  3. Yeni Rahman-Manajemen
  4. Muhammad Solihudin Mukhtar-Satra Inggris Bidang Minat  Penerjemah
  • UT Taiwan wilayah Tainan
  1.  Cinta Adi Saputro - Manajemen
  2.  Mimin Mikromah -Manajemen
  3.  Ike Lindiyani -Sastra Inggris Minat Bidang Penerjemah
Beasiswa BNI
  1.  Puji Rahayu -Manajemen
  2. Ayu Tri Pujiastuti - Sastra Inggris Bidang  Minat Penerjemah
  3.  Susiyanti - Komunikasi
Ditanya bagaimana perasaannya setelah menerima Beasiswa Berprestasi dari UT Taiwan, Yeni Rahman mengemukakan, perasaannya sangat senang dan syukur kepada Allah. Tak lupa ia juga berterima kasih kepada  orang tua, yang selalu mendoakan anaknya dalam meraih kesuksesan. 

“Saya sangat senang dan bersyukur sekali mendapatkan beasiswa ini, sungguh tidak pernah menyangka. Terima kasih untuk orang tua saya yang tak pernah lelah mendoakan untuk kesuksesan anaknya. Serta kepada Badan Pelaksana (Bapel), dosen yang telah megajar dan membimbing kami,” tutur Yeni, mahasiswa manajemen semester empat  “untuk teman-teman yang lain, teruslah semangat untuk belajar, karena kalian juga punya kesemptan yang sama untuk menerima beasiswa.”

Ungkapan yang sama dikemukakan oleh Ike Lindiyani, Mahasiswa prodi Sastra Inggris ini sangat bahagia dan terkejut saat Akademik UT Taiwan menghubunginya dan memberitahu jika ia termasuk salah satu dari mahasiswa penerima beasiswa prestasi dari UT taiwan.

“Saya sangat terkejut ketika mendapat kabar jika saya salah satu dari mahasiswa penerima beasiswa berprestasi. Saya tidak menyangka jika saya memiliki kesempatan ini. Ini merupakan sebuah kehormatan sekaligus penyemangat saya untuk mempertahankan IPK saya hingga kelulusan kelak,” ungkap Ike. 

Semangat mahasiswa UT-Taiwan memang perlu mendapat apresiasi, meskipun ditengah kesibukan mereka sebagai pekerja migran, tak mematahkan semangat guna meraih pendidikan. Ike adalah salah satu mahasiaswa prodi Sastra Inggris yang bekerja di Kaohsiung. Ketika melaksanakan Kelas Tatap Muka (TTM), ia harus merogoh kocek yang lumayan jumlahnya untuk membayar akomodasi. 

“Pendidikan perlu diperjuangan tak perduli berapa pun usia kita. Keadilan dan kesetaraan semakin terwujud, serta bangsa Indonesia akan semakin maju karena memiliki masyarakat yang cerdas,” tambah  Ike. 

Bekerja sekaligus kuliah memang tidaklah mudah, tentunya dibutuhkan sebuah usaha keras untuk membagi waktu  belajar. Suharni, mahasiswa prodi manajemen mengatakan, dirinya harus menyelesaikan satu buku mata kuliah, baru melanjutkan pemahaman ke buku lainnya. 

“Saya lebih suka membaca buku (BMP) satu dulu, kemudian melanjutkannya dengan materi buku yang lain. Karena materi tiap mata kuliah itu berkaitan, dan kesatuan pembahasan. Sedangkan waktu yang saya pilih untuk belajar di malam hari, karena lebih hening dan bisa berkonsentrasi,” pungkas Suharni. 

Selamat kepada seluruh mahasiswa penerima beasiswa berprestasi, semoga bisa memotivasi mahasiswa lain untuk semakin giat belajar, dan berkarya. Sesuai dengan motto UT Taiwan yaitu ‘Mandiri Mengukir Prestasi”. 

Berikut adalah dokumentasi pelaksaan ujian dan penyerahan Baeasiswa Berpresatsi di UT Taiwan: 
Penyerahan Beasiswa kepada Suharmi oleh ketua Badan Pelaksana (Bapel) UT Taiwan


Pelaksanaan ujian di Taipei



Penulis: Etik Nurhalimah (Divisi Media, Informasai, dan Publikasi 1)
Editing: Ike Lindiyani (Sekretaris 1)
Dok. foto: Universitas Terbuka Taiwan  ( https://www.facebook.com/ut.taiwan )




Jumat, 25 Agustus 2017

Festival Seni dan Budaya Memperingati HUT RI ke 72th


Taipei-Kemeriahan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI tak hanya dirasakan warga negara Indonesia yang berada di tanah air. Moment bersejarah tersebut juga dirayakan oleh para  Buruh Migran Indonesia (BMI) di Taiwan. Himpunan Mahasiswa UT Taiwan (Himmas UT Taiwan) bekerja sama dengan National Taiwan Museum menghelat acara yang bertajuk  “Indonesian National Day Culture and Art Festival”. Acara diselenggarakan pada Minggu (20/8/17) di halaman National Taiwan Museum. 

Acara diawali dengan  karnaval kebudayaan  yang diikuti oleh  Singo Barong  Taiwan dan   pekerja migran Indonesia yang mengenakan berbagai macam budaya adat dari seluruh penjuru tanah air. Keanekaragaman budaya Indonesia mencuri perhatian penonton sepanjang jalan dari Taipei Main Station menuju  gedung museum. Dengan berjalan tertib dan teratur peserta karnaval meninggalkan TMS pukul 09.50 waktu setempat menuju  gedung museum.

Setibanya  di halaman museum, rombongan karnaval  melakukan  serangkaian acara ceremonial dengan  menyanyikan lagu kebangsaan  Indonesia raya , pemotongan tumpeng simbol perayaan HUT RI oleh ketua Himmas  dan Perwakilan sekaligus pemilik Brilliant Time, Mr. Chang.  Dalam sambutannya Sdri. Kartini selaku ketua Himmas Mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu pagelaran kebudayaan Indonesia ini. 
“Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung pelaksanaan Parade Budaya ini. Dengan dilaksanakan parade ini semoga kian menumbuhkan kecintaan terhadap tanah air bagi warga Indonesia meskipun berada di negeri orang.”

Acara dimeriahkan dengan atraksi memukau Singo Barong  Taiwan dengan tarian Dadak Merak dan jatilan,  persembahan Tari tradisional oleh UT Dancer,  lomba perayaan kemerdekaan, aksi pencak silat, dan peragaan busana daerah, fashion show  oleh  model  Dewins Humaira.  Selain pertunjukan di atas panggung, Himmas UT Taiwan juga menyediakan stand kebudayaan yang menyediakan  batik khas Indonesia, foto-foto president RI sejak pemerintahan Presiden Soekarno hingga presiden Joko Widodo, tempat-tempat pariwisata di Indonesia, dan alat musik tradisional Indonesia.  Para pengunjung begitu antusias ingin tahu lebih banyak tentng kebudayaan Indonesia yang beraneka ragam. Nampak beberapa orang diantaranya bersedia memakai sarung, baju koko, peci, dan berbagai pakaian khas lainnya. Tak hanya warga Negara Indonesia (WNI), tetapi juga penduduk lokal dan turis mancanegara yang datang ke stand kebudayaan tersebut. 

Perwakilan National Taiwan Museum, Ms. Emily mengatakan, pihaknya  sangat kagum dengan kesolidan dan kerja keras seluruh panitia dan semua rekan  hingga terselenggaranya Parade Budaya tersebut, ia juga mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh pengisi acara dan seluruh rekan-rekan BMI di Taiwan.
“Sebuah kehormatan bagi  saya bertemu dan dapat bekerja sama dengan team yang luar bisa yaitu para mahasiswa UT Taiwan dan rekan-rekan BMI di Taiwan. Kami--warga Taiwan--sangat kagum pada seni  dan kebudayaan Indonesia yang beraneka ragam.” 

Acara dipandu oleh duo MC Setyana dan Santy Dewins. Parade  budaya tahun ini merupakan  kali kedua  kerja sama  pihak museum dengan organisasi mahasiswa Universitas Terbuka di Taiwan dalam merayaan kemerdekaan Republik Indonesia.  Acara yang didukung oleh National Taiwan Museum, Perpustakaan Brilliant Time, Dewins Humaira, dan TLAM berlangsung meriah dan lancar meskipun di bawah  teriknya sinar  matahari.  Berada di tengah-tengah acara tersebut seolah tengah di tanah air, terbawa suasana kebudayaan, seni dan adat istiadat yang identik dirayakan pada Pesta Rakyat guna memperingati hari tujuh belas Agustus. Tiba saatnya yang ditunggu-tunggu yaitu pengumuman pemenang lomba peragaan busana adat nasional.  Juara   pertama diraih oleh pasangan adat yang mengenakan busana  adat Lampung.  Pasangan pengantin yang mengenakan adat Lampung ini nampak megah dengan mahkota  Siger keemasan yang dikenakan pengantin wanita. Juara dua diraih pakaian adat minang dari Sumatera Barat, sedangkan untuk juara tiga yaitu peserta mengenakan pakaian adat Sunda, Jawa Barat. Masing-masing juara  mendapatkan hadiah piala dan bingkisan menarik  dari Himmas UT Taiwan. Sedangkan kepada seluruh peserta yang mengikuti lomba peragaan buasana adat mendapatkan sertifikat penghargaan sebagai apresiasi telah  mengikuti parade budaya dan ikut mengenalkan busana adat Indonesia ke khalayak ramai. Acara ditutup dengan  penyerahan hadiah dan  sesi photo bersama seluruh peserta lomba pakaian adat, dewan juri, panitia, dan suruh pengurus Himmas UT Taiwan. Semoga di tahun akan datang terselenggara kembali acara peringatan HUT RI yang jauh lebih meriah. 

Para peserta lomba peragaan busana

Anggota Pencak Silat Tapak Suci Taiwan
Singo Barong Taiwan



Dewan juri peragaan busana adat

Penonton yang memadati halaman gedung Museum





Pengurus Himmas Periode 2017-2018
Pengunjung stand pameran kebudayaan

Pemenang Lomba busana adat: 1.Daerah Lampung, 2.Sumatera Barat, 3.Jawa Barat


Penulis: Etik Nurhalimah (Divisi Media Informasi dan Komunikasi 1)
Editor: Ike Lindiyani (Sekretaris 1)
Dokumentasi: Crew Himmas UT Taiwan 

Selasa, 08 Agustus 2017

Tujuh Mahasiswi Meraih Gelar Sarjana di UT-Taiwan

Tujuh wisudawati bersama perwakilan dari UPBJJ UT Pusat Layanan Luar Negeri dan KDEI
Bertempat di Kantor Dagang Ekonomi Indonesia (KDEI) pada Minggu (6/8/17) dihelat Upacara Penyerahan Ijazah (UPI) mahasiswi UniversitasTerbuka Taiwan (UT-Taiwan). Upacara penyerahan kali ini adalah kali kedua  pelaksaan UPI di Universitas Terbuka Taiwan. Sebanyak tujuh orang wisudawati dinyatakan lulus dan meraih gelar sarjana. Mereka telah berhasil menorehkan prestasi dan melalui masa-masa sulit selama empat tahun guna melanjutkan jenjang pendidikan di bangku perkuliahan meski di tengah padatnya aktivitas sebagai Buruh Migran Indonesia (BMI). Ketujuh mahasiswi tersebut yaitu Desi Wulanti, Siti Sumiatun, Juweriah, Sri Setiana, Arik Widyawati, Titin Nurdiansah, dan Yunita Wulandari.

Upacara penyerahan ijazah dimulai pukul 10.00 dipandu MC Retno Widianingrum di lantai enam Kantor Dagang Ekonomi Indonesia (KDEI). Acara berlangsung secara tertutup dan formal yang hanya dihadiri oleh tamu undangan. Hadir secara langsung  Kepala  UPBJJ UT Pusat Layanan Luar Negeri Maximus Gorky Sembiring dan Wakil Kepala KDEI Siswandi T Sibero. Saat memberikan sambutan, Gorky Sembiring mengucapkan, “Selamat kepada seluruh wisudawati, semoga tetap  semangat mencari ilmu. Karena pendidikan bisa merubah perilaku untuk menjadi lebih baik."

Sedangkan Wakil Kepala KDEI  Siswandi T Sibero menyatakan, “Dengan adanya Universitas Terbuka Taiwan, makin banyak Buruh Migran Indonesia menjadi lebih baik, maju dan berwawasan luas. Mereka mengisi hari liburnya untuk menimba ilmu dan belajar.”

Pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan penyerahan piagam penghargaan kepada mahasiswa  peraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi, yang diraih oleh Arik Widyawati prodi manajemen.  Arik mengucapkan terima kasih kepada seluruh rekan, Badan Pelaksana (Bapel) yang telah membantu dan terus menyemangatinya hingga meraih gelar sarjana. Ucapan spesialnya tertuju kepada rekannya yang dulu juga meraih predikat terbaik saat wisuda pertama UT Taiwan 29 Mei 2016 silam yang meluluskan empat belas  mahasiswa. Ia banyak membantunya dalam mengikuti perkuliahan hingga lulus.

“Terima kasih banyak saya ucapkan untuk seluruh rekan, sahabat, Bapel yang telah membantu dan menyemangati saya hingga dapat menyelesaikan pendidikan ini. Spesial kepada ibu saya yang telalu memberikan dukungan dan doa-doa untuk kesuksesan putrinya. Saya juga meminta maaf jika selama menjadi mahasiswi di UT ada melakukan kesalahan,” tutur Arik.

Upacara ditutup dengan ramah tamah dan pertunjukan Tari Wira Pertiwi persembahan UT Dancer yang dibawakan oleh Endang Rahayu dan Ria Nanda. Setelah Upacara Penyerahan Ijazah, Universitas Terbuka Taiwan juga menggelar diskusi bersama antara mahasiswa dan perwakilan dari UT pusat Maximus Gorky Sembiring. Diskusi membahas seputar Bahan Ajar dan prosedur belajar mengajar di Universitas Terbuka di Taiwan.

Berikut adalah dokumentasi saat pelaksanaan Upacara Penyerahan Ijazah (UPI):






Penulis: Etik Nurhalimah (Divisi Media Informasi dan Komunikasi)

Sumber: Wiwit Turyani    (Divisi Umum)

Editor: Ike Lindiyani (Sekretaris 1)

Selasa, 18 Juli 2017

Tour Lebaran bersama Himmas UT – Taiwan 2017

Rombongan tour berfoto bersama setelah bermain air 

Minggu, 16 Juli 2017. Himpunan Mahasiswa (Himmas) UT – Taiwan mengadakan tour bersama dengan tujuan wisata ke Long Dong (龍洞), yang tepatnya di daerah longdong Street, Gongliao District, New Taipei ( 新北市貢寮區龍洞街).  Tour digelar dalam rangka merayakan hari raya lebaran umat muslim yang berada di Taiwan, acara tour dijadikan ajang sillahturahmi antar sesama BMI di Taiwan, sebanyak 65 orang yang kemudian dibagi menjadi 2 bus mengikuti kegiatan ini. Tour dibuka untuk Umum, para peserta selain dari mahasiswa, juga diikuti oleh kalangan BMI yang bekerja di Taiwan.

Lokasi Tour Himmas UT – Taiwan kali ini berbeda dengan enam bulan yang lalu, sebelumnya tour ke daerah Neiwan tempat bermain Gokart, bisa di lihat Link berikut ini 👉Tour Bersama sedangkan untuk tour sekarang kami memilih tempat wisata Long Dong yaitu area bermain di dalam air, Long dong adalah teluk terbesar di Pantai Timur Laut Taiwan, dengan air yang jernih tembus mata memandang dan kehidupan ikan laut yang berwarna-warni, menjadikannya tempat yang luar biasa untuk bermain snorkeling dan menyelam scuba. Wisata Long Dong paling asyik dikunjungi pada awal musim panas di Taiwan, biasanya area ini akan dibuka antara bulan Juni hingga September. 

Acara Tour dimulai dari pagi jam 9.30 – 17.00 waktu Taipei, rombongan peserta sekitar jam 9.00 sebelumnya sudah mulai berkumpul di aula TMS, kemudian berjalan bersama menuju halte bus dan meluncur ke lokasi wisata Long Dong setelah 15 menit semua panitia melakukan briefing.

Untuk sampai ke area lokasi membutuhkan waktu perjalanan sekitar satu jam lamanya, dan untuk mengisi waktu kosong di dalam bus agar tidak jenuh dan mengantuk, para rombongan mengisinya dengan berkaraoke ria bersama, setelah mendapat arahan terlebih dahulu dari panitia dan pembagian pientang.

Sesampainya di lokasi, rombongan berjalan beriringan menuju area permainan, karena keterbatasan lebar jalan sehingga bus terpaksa harus berhenti dan rombongan kemudian melanjutkan perjalanannya dengan berjalan santai. Sesampainya disana lalu panitia membagikan alat-alat perlengkapan snorkeling yaitu alat keamanan untuk menyelam berupa jaket pelampung, sepatu selam dan kaca mata.

Pemandangan yang indah dan asri dengan disuguhi keindahan tebing, batu karang, pepohonan dan air laut membuat area wisata Long Dong begitu sempurna, melakukan permainan air, berenang, menyelam melihat batu karang dan aneka ikan berwarna warni terhampar luas di dasar laut. Berenang dengan tenang tanpa adanya kebisingan suara knalpot kendaraan, benar-benar membuat peserta enggan untuk mengakhiri permainan. Terlihat para peserta tour begitu menikmati permainan air, meskipun cuaca panas matahari membakar kulit namun tidak sedikit pun menyulutkan antusias dan semangat mereka.

Sebelum meninggalkan area lokasi, panitia dan semua rombongan tour menyempatkan berfoto ria untuk mengabadikan kenangan & pengalaman baru berselancar di Long Dong.  Aura riang, tawa bergelagak dan pancaran senyum manis terhias di wajah para peserta, mereka begitu sangat puas dan menikmati permainan air, bahkan ada salah satu dari peserta berharap agar kegiatan tour seperti ini bisa diadakan lagi pada bulan-bulan mendatang.

Sekitar pukul 16.00 waktu Taipei, bus rombongan meninggalkan area wisata, dan setelah melewati satu jam perjalanan barulah sekitar pukul 17,00 bus rombongan sampai ke Taipei Main Station.

Alhmadulillah puji syukur kepada Tuhan YME.  Kami selaku panitia tour mengucapkan banyak terima kasih kepada semua peserta yang telah berpartisipasi dan mengikuti arahan yang telah ditentukan, sehingga kegiatan tour pun berjalan dengan lancar tanpa ada halangan, dan semua peserta bisa kembali ke tempat masing-masing. Semoga acara tour seperti ini akan kembali diadakan untuk waktu mendatang.

Terima Kasih


Berikut di bawah ini ada foto-foto dokumentasi kegiatan : 

















Ditulis Oleh : Dewi Susanti (Panitia Tour)

Senin, 03 Juli 2017

Perduli Lingkungan Bersama Bakti Sosial Himmas UT Taiwan

Acara briefing bersama dengan organisasi BMI lainnya.

 Masalah kebersihan merupakan perkara yang penting, karena kebersihan pangkal dari kesehatan. Banyak sekali manfaat yang kita peroleh dengan menjaga kebersihan di lingkungan sekitar,  diantaranya: menciptakan lingkungan yang bersih, sejuk, sehat, nyaman dipandang dan yang tidak kalah penting terbebas dari polusi udara. Di Taiwan sendiri polusi udara dalam kurun waktu satu tahun ini menjadi perhatian yang serius, karena sudah pada level parah (Merah dan Orange). Level tersebut, menurut penjelasan dari Badan Perlindungan lingkungan Taiwan sangat mengancam  kesehatan. Untuk itulah kenapa akhir-akhir ini seringnya adanya anjuran untuk memakai masker ketika keluar rumah. 

Menjaga kebersihan merupakan kewajiban setiap individu, tetapi pada ruang lingkungan besar mungkin memerlukan peran tokoh atau organisasi berpengaruh yang akan menjadi motorik dan memobilisasi sebuah aksi peduli kebersihan lingkungan di sekitar. Untuk itu bertepatan dengan Hari Raya Idul Fitri 1438 H yang jatuh pada Minggu, 25 Juni 2017. Himpunan Mahasiswa UT-Taiwan (Himmas UT-Taiwan) bersama organisasi-organisasi BMI lain seperti :  Kerukunan Pantura, Singaperbangsa, Viking Taiwan, dan beberapa organisasi lain melakukan pekan Bakti Sosial (Baksos). Yaitu acara peduli atas kebersihan lingkungan dengan cara memungut sampah yang berserakan. Acara dilakukan di seputar lokasinya Taipei Main Station  ( TMS ). 

Acara dihelat sebagai wujud menjaga dan menumbuhkan kecintaan atas kebersihan lingkungan baik di lingkungan sendiri dan lingkungan sekitar, seperti pepatah mengatakan “Kebersihan sebagian dari Iman”. Selain itu kegiatan tersebut juga bertujuan untuk menjaga nama baik bangsa Indonesia yang selalu menyabet predikat “Pembuang sampah sembarangan” acapkali diselenggarakan sebuah event pertunjukan di Taiwan. Untuk itu dengan adanya Baksos, diharapkan dapat merubah image dan kesadaran akan pentingnya kebersihan lingkungan. 

poster bakti sosial himmas UT -Taiwan.

Pada hari yang sama juga dilaksanakan salat Idul Fitri sebagai momen hari kemenangan setelah satu bulan lamanya umat Islam menunaikan ibadah puasa di bulan Ramadan. Acara baksos dilaksanakan pukul 18.00--18.30 waktu setempat. Setelah acara Baksos selesai, berlanjut acara   yang ditunggu-tunggu oleh para peserta Lomba Kegiatan Ramadan yaitu, pembagian hadiah kepada seluruh para pemenang lomba bersholawat dan deklamasi puisi Islam yang diselenggarakan oleh Himmas UT - Taiwan guna mengisi kegiatan selama bulan Ramadan. Semua acara berlangsung tertib, lancar dan penuh silaturahmi dengan suasana indah hari nan fitri. 

Berikut adalah beberapa dokumentasi acara Bakti Sosial bersama Himmas UT Taiwan.

Briefing sebelum acara
Suasana Bakti Sosial 







Di Tulis :
Furaida Rahma & Etik Nurhalimah (Devisi Media Informasi dan Komunikasi)

Editor : Dewi Susanti

Minggu, 02 Juli 2017

Festival Lomba Ramadan 1483H


Dalam rangka memeriahkan Ramadan 1483H, Himpunan Mahasiswa Universitas Terbuka di Taiwan (HIMMAS UT-T) mengadakan Festival Lomba Ramadan. Dimulai dari awal bulan Ramadan, sabtu 27 Mei - 15 Juni 2017. Dengan tema “ Ramadan Momentum Terbaik Dalam Beribadah“. Festival Ramadan kali ini kategori lomba Puisi bertajuk Ramadan dan Sholawat, lomba ini dibuka untuk umum, para pesertanya yaitu seluruh mahasiswa Universitas Terbuka Taiwan dan juga Tenaga Kerja Indonesia yang berada di Taiwan, menggunakan media online dengan cara direkam.

Bulan suci Ramadan merupakan momen terbaik dalam beribadah, sebagai penghapus dosa sekaligus membangun komitmen memperbaiki diri di masa mendatang, hampir seluruh umat islam berlomba-lomba dalam melakukan kebaikan sebab semua amalan akan dilipat gandakan oleh-Nya. Karena hal itulah yang mendorong HIMMAS UT-T untuk menyemangati semua agar memperbanyak ibadah di bulan Ramadan, dengan harapan supaya semua mahasiswa dan masyarakat muslim Indonesia yang berada di Taiwan lebih meningkatkan ketaqwa'annya kepada Alloh S.W.T, mempererat silaturahmi serta memotivasi untuk menggali kreatifitas seni islami.

Bulan ramadan selalu ditandai dengan ibadah puasa sebulan penuh, sebagai bukti bagaimana umat islam dapat menyelaraskan kebutuhan di dunia dan akhirat karena ibadah diperlukan sebagai bekal menuju kehidupan di alam nanti, sementara amal perbuatan di dunia menjadi perwujudan nyata dari ketaqwaan terhadap Islam. Walau tinggal di negara yang minoritas muslim serta bertepatan dengan musim panas, namun tidak mematahkan semangat untuk tetap menjalankan ibadah puasa serta ibadah sunah lainnya. 

Kegiatan Festival Lomba Ramadan berjalan dengan lancar dan meriah. Terlihat dari antusias peserta berkirim video dalam membacakan puisi maupun sholawat. Dari yang ceria membuat pandangan segar sampai yang sendu, sehingga para penonton dan juri pun seolah ikut terbawa kedalam sampai meneteskan air mata. Ada sebanyak 30 peserta yang hampir semuanya menghayati, membuat para Juri kebingungan dalam menentukan siapa yang akan dinobatkan sebagai juara 1, 2, dan 3. Bagaimanapun juga setiap perlombaan haruslah ada yang menang dan kalah. Setelah melewati 18 hari tenggang lomba dan 5 hari kemudian penentuan pemenang yang akan diumumkan.

Poster Festival Lomba Ramadan.

Pemenang pertama Festival Ramadan kategori lomba “Puisi Bertajuk Ramadan” diraih oleh Sdri. Suharni dengan nilai tertinggi 273, puisi yang berjudul “ Ramadhan Rindu” dibawakan dengan penghayatan penuh sehingga para pendengarnya terbawa masuk dalam alur puisi. Suharni adalah seorang mahasiswa semester 3 mengambil jurusan Manajemen, tinggal di Yangmei dan memiliki hobi mendengarkan musik.

Suharni, pemenang 1 lomba puisi.

Kemudian dilanjutkan dengan pemenang ke-2  yang diraih oleh Sdr. Rachmat Indra Gunawan dengan skor akhir 269. Dia seorang Mahasiswa angkatan XI jurusan Ilmu Komunikasi (ILKOM) berasal dari Cirebon, ia bekerja sebagai operator mesin salah satu pabrik di Yuanlin City, dan memiliki Hobi sebagai penulis dan photography menjadikan puisi yang berjudul “Surat Cinta dari Sang Pendosa” terdengar dan terlihat sempurna, tapi sayangnya tidak mengena pada jenis kategori lomba yaitu Bertajuk Ramadan sehingga sedikit mengurangi nilai.

Rachmat Indra Gunawan, pemenang ke-2 lomba puisi.

Disusul juara ke-3 adalah Santi Bangun, seorang perawat lansia di Neihu Taipei. Selain sebagai pekerja, Santi panggilan akrabnya merupakan Mahasiswa UT-T angkatan X  jurusan Manajemen. Puisi yang dibawakan menyentuh hati dengan nilai 254, tetapi kurang alur dan inti puisi tersebut tidak dapat.   

Santi Bangun, pemenang ke-3 lomba puisi.

Pemenang pertama kategori lomba “Sholawat”  dimenangkan oleh Sdri. Hidayatul Mufidah, seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI)  berasal dari kota Reog Ponorogo Jawa Timur dengan memperoleh nilai 349. Ia memiliki FB bernama Azzam Azka  membawakan Sholawat Sholatumminalloh dengan nada tanpa fales, suaranya merdu melantunkan nada-nada islami dengan tajwid dan makhoj yang bagus, hanya perlu berhati-hati dalam kalimat yang diucapkan.

Hidayatul Mufidah, pemenang ke 1 lomba sholawat.

Berikutnya disusul Juara ke-2 yaitu Sdr. Eko Widodo Mahasiswa UT Taiwan Manajemen VII dengan nilai beda tipis dengan juara pertama 348. Dodo panggilan akrabnya, membawakan Sholawat Hasbi Robbi mendapatkan komentar dari Juri Tarnia Tari PCINU, “ Suara cukup, nada bagus, penghayatannya dapat, cuma kurang greget”.

Yudo Widodo, pemenang ke-2 lomba “Sholawat”  

Dilanjutkan juara ke-3 Sdri. Lina Efiandari seorang Mahasiswa Universitas Terbuka Jurusan Manajemen yang memasuki semester 2, membawakan Sholawat Hasbi Robby dengan skor akhir 342. Karena memang Sholawat ini bisa menghadirkan penghayatan meskipun nada tinggi dan rendah namun ada keserasian hingga tercipta keindahan seni islaminya. Kekurangan yang terlihat dari bacaan Mahroj dan Tajwid masih kurang sehingga mengurangi nilai dari para Juri.

Lina Efiandari, pemenang ke-3 lomba sholawat.

Ramadan merupakan bulan penuh berkah dan mulia yang menjadi peluang besar bagi umat islam untuk memperbanyak amalan salah satunya dengan berpuasa.

Dari Abu Hurairah Radiallahu’anhu : 


Rosulullah SAW memberi kabar gembira kepada sahabatnya dengan bersabda, “Telah datang padamu bulan Ramadhan, bulan yang diberkati. Alloh Swt mewajibkan kepadamu puasa di dalamnya; pada bulan ini pintu-pintu Syurga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan para syaitan diikat; juga terdapat pada bualan ini malam yang lebih baik dari pada seribu bulan, barang siapa yang tidak memperoleh kebaikannya maka dia tidak memperoleh apa-apa.” (HR. Ahmad dan An-Nasa’i).

Di bulan puasa ini selain mengadakan festival Ramadan, HIMMAS UT-T dan beberapa organisasi di Taiwan membantu KDEI dalam pembagian takjil pada tiap tahunnya. Semoga ibadah puasa di tahun ini penuh berkah, dan bisa bertemu dengan Ramadan tahun depan. 

Salam dari HIMMAS UT-T, tetap semangat bekerja, beribadah dan belajar demi tercapainya cita-cita masa depan.

Ditulis oleh :
Endang Rahayu ( panitia lomba)

Editor : Dewi Susanti

Aksi Budaya dan Literasi Digital: Mahasiswa UT Membawa Dampak Nyata di Taiwan

TAIPEI,minggu 3 Mei 2026 —   Di tengah hiruk-pikuk kesibukan sebagai pekerja migran di Taiwan, semangat menuntut ilmu tidak pernah luntur ba...