Rabu, 20 April 2022

Kunjungan HIMMAS UTT Pada Pertemuan PRAMITHA di KDEI Taipei

        Minggu, 10 April 2022 kemarin, Anggota Himmas UTT   yang di wakili oleh Eka Septia (div. Humas) dan Nikmatul Vikriyah (div. Akademik)  melakukan kunjungan ke acara PRAMITHA (Pertemuan Rutin Persatuan Migran Hindhu Taiwan) yang berlangsung di KDEI (Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia) Neihu, Taipei. Penasarankan kenapa bisa ikut? Kebetulan Ketua Umum Himmas UTT Didik Handoko, beliau seorang penganut agama Hindhu. Suatu kehormatan bagi kami untuk bisa ikut dan terus berbaur dengan berbagai macam organisasi, tanpa melihat latar belakang, suku dan agama. Manifestasi dari semboyan Bhinekha Tunggal Ika dan toleransi beragama, sikap saling menghormati, menghargai, dan berjalan berdampingan sebagai sesama manusia, karena pada hakikatnya setiap agama menuntut umatnya untuk berbuat kebaikan.

        PRAMHITA rutin mengadakan acara Dharma Santi (persembahyangan) setiap 2 bulan sekali, di Taipei ataupun di Taichung, misalnya kali ini di Taipei, 2 bulan kemudian acara di gelar di Taichung supaya memudahkan teman-teman dari daerah selatan yang ingin menghadiri acara ini. 

        Rangkaian acaranya sendiri seperti persembahyangan pada umumnya, persiapan banten dan segala upakara, dimulai dengan melantunkan kidung-kidungan, kemudian membaca kitab Suci Bhagawadgita (kitab kepercayaan umat hindu), dilanjut dengan persembahyangan bersama, setelah itu ada yang namanya anjangsana atau bersalam-salaman. Setelah upacara sakral selesai, acara yang paling ditunggupun tiba yaitu makan bersama.

        Dharma Santi atau persembahyangan merupakan acara pertemuan menjalin silaturahmi untuk saling memaafkan dan memberikan kedamaian. Di Jawa, upakara hampir sama dengan sesaji, sedangkan banten yaitu wali, sebagai wakil dari isi alam semesta. Banten banyak bentuk dan jenisnya yang terdiri dari 3 unsur yaitu mataya yang berasa dari tumbuh-tumbuhan, maharya diwakili oleh binatang yang melahirkan dan mantiga bahan banten dari binatang bertelur.

        Wartini selaku bendahara juga menambahkan,  bahwa PRAMHITA  mengumpulkan uang iuran dari teman-teman sesuai kesadaran mereka masing-masing, sebagai uang kas,  uang itu nantinya di salurkan sebagai bentuk aksi sosial untuk saudara-saudara di Indonesia yang membutuhkan. 








Selasa, 21 September 2021

INDONESIA TEMPO DOELOE

Himpunan mahasiswa Universitas Terbuka Taiwan  pada tanggal 13 September 2020 berhasil mengadakan acara gebyar budaya nusantara bertemakan ”Indonesia Tempo doeloe”  di museum Nanmen Park Taipei. 

INDONESIA TEMPO DOELOE adalah rentetan acara menyambut hari kemerdekaan dimulai dari lomba lomba virtual Untuk pelajar dan umum,upacara peringatan secara virtual di 17 Agustus dan sebagai penutup dibulan September yaitu acara utama,gebyar budaya Indonesia Tempo Doeloe.Acara tersebut di pimpin oleh Bagus Anggi Satrio Mandiri sebagai presiden BEM di  UT  Taiwan.  Di kemas dengan nuansa  adat budaya Indonesia yang para peserta Fashion show  mengenakan kebaya dari berbagai daerah di Indonesia, ada juga stand yang menjual makanan khas Indonesia, tentunya ini akan memanjakan lidah para pengunjung yang hadir dan mengunjungi museum sekaligus sebagai obat rindu dengan kampung halaman yang sudah lama PMI tinggalkan. Acara ini adalah salah satu  acara yang sukses di gelar  di tengah pandemi 2020. Untuk aksi panggung himmas mengisinya dengan tari daerah adat Lampung yang di tampilkan sebagai acara pembuka di acara itu. Di susul acara lainya, seperti tari topeng,pencak silat yang di bawakan UTERS  dan sebagai penutup himmas menyuguhkan Reog  yang memang sangat di minati dan di tunggu penampilanya. Dengan  tidak menghilangkan ke khasan nya di Tanah air Himmas membuat ITD lebih terasa di Indonesia dengan lomba makan kerupuk dan balap karung, lomba ini sangat menarik antusiasme PMI yang hadir dan suasana menjadi sangat pecah. Terbukti banyak yang mengabadikan nya di media sosial seperti facebook dan channel youtube peserta maupun PMI  yang hadir pada saat itu. Seperti yang kami kutip dari chanel Susie Susan yang sedang menampilkan penampilan pencak silat khas lombok dan peserta fashion show.  Keberhasilan Bagus Anggi Satrio Mandiri Selaku presiden Himmas di liput media lokal Taiwan memberikan harapan supaya masyarakat Taiwan bisa lebih mengenal budaya Indonesia dan semakin ingin berwisata ke Indonesia dan juga kami sebagai PMI bisa di beri kesempatan untuk bisa membuat event-event yang lebih baik dan lebih bagus lagi di kemudian hari.


adapun orang orang penting yang hadir dalam acara tersebut ada perwakilan dari KDEI(Kantor Dagang Ekonomi Indonesia).ada juga PPI (Perhimpoenan Pelajar Indonesia),Bapel (Badan Pelaksana UT TAIWAN).dan mantan pengurus HIMMAS.


Tahun ini pun HIMMAS UT TAIWAN kembali lagi menggelar event INDONESIA TEMPO DOELOE II sayangnya event tersebut harus ditunda dikarenakan kondisi pandemi di Taiwan yang Masih belom membaik.acara yang seharusnya digelar pada tanggal 12 september 2021 tersebut terpaksa ditunda sampai batas waktu yang belom ditentukan.


Admin 01

Rabu, 18 Desember 2019

UJIAN AKHIR SEMESTER TAHUN AJARAN 2019.2 DAN PENYERAHAN BEASISWA MAHASISWA BERPRESTASI




Minggu, 08 Desember 2019  yang di mana di bulan Desember ini bertepatan dengan datangnya musim dingin. Setiap musim memiliki kebahagiaan tersendiri bagi mahasiswa, dan  itu tidak akan menyurutkan semangatnya para mahasiswa Universitas Terbuka Taiwan (UTT). Seluruh Mahasiswa selalu semangat dan antusias dalam mengikuti setiap  pembelajaran online, tatap muka dan Ujian Akhir  Semester (UAS). Seperti biasanya, ujian akhir semester dilaksanakan di dua tempat, di Taipei dan Tainan. Sebanyak 164 mahasiswa melangsungkan ujian di Taipei dan 21 lainnya di Tainan. Jumlah mahasiswa yang mengikuti ujian sebanyak 185 orang, yang di mana UAS selalu diikuti  oleh mahasiswa dari tiga jurusan yaitu jurusan Manajemen, jurusan Ilmu Komunikasi dan jurusan Sastra Inggris bidang minat penerjemah.
Tidak sedikit dari para mahasiswa yang memiliki kendala  izin dan waktu yang membuat mahasiswa harus pandai pandai mengatur waktu antara bekerja dan belajar. Karena sebagian dari mahasiswa adalah perawat lansia yang mana tidak memiliki banyak waktu kosong. Di sela sela kesibukannya sebagai pekerja asing di negara Taiwan ini, para mahasiswa harus berusaha untuk tetap bisa mengikuti pembelajaran  online maupun offline.


PENYERAHAN BEASISWA BAGI MAHASISWA YANG BERPRESTASI

Dalam pelaksanaan UAS ada 5 orang yang berhak mendapatkan beasiswa dari Universitas Terbuka Taiwan (UTT). Yang mana mereka adalah mahasiswa yang berprestasi dan tidak pernah mengikuti ujian ulang dan mendapatkan IPK tertinggi di setiap jurusan.

Selamat kepada:
1. Ike Ayu Nirmala Safitri (Program Studi Ilmu Komunikasi)
2. Cinta Adi Saputra ( Program Studi Manajemen)
3. Ayu Safitri (program Studi Manajemen)
4. Jimmy Gunawan (Program Studi Bahasa Inggris)
5. Lucky Tia Suwarno (Program studi Bahasa Inggris) 

PENYERAHAN BEASISWA DI TAIPEI












Kami sempat mewawancarai mahasiswa dari jurusan Ilmu Komunikasi semester dua yaitu Ike Ayu Nirmala. Ia menyampaikan kesan dan pesannya mendapat beasiswa
"saya senang sekali bersyukur  dan tidak menyangka kalau bisa mendapatkan beasiswa karena saya sendiri merasa belajar saya biasa biasa saja. Jangan di tiru ya teman teman ehehe, kedepannya saya harus lebih giat lagi  dan malu jika dapat IPK kecil ". Pesan saya untuk diri saya sendiri dan juga teman teman yang lain "jangan putus asa, ayo terus semangat belajar demi mewujudkan cita-cita kita".



Kami ucapkan selamat kepada mahasiswa yang mendapat beasiswa atas prestasinya.  Semoga yang mereka dapatkan dapat menginspirasi  mahasiswa lainnya, menggiatkan bekerja dan berkarya.
Seperti apa yang disemboyankan Oleh Universitas Terbuka  “MANDIRI MENGUKIR PRESTASI”. Bagi  mahasiswa yang belum mendapatkan beasiswa jangan berkecil hati tetap semangat untuk meraih prestasi. Mari tingkatkan lagi semangat kita. Sukses bekerja dan sukses berkarya.

BERIKUT ADALAH DOKUMENTASI UAS DI TAIPEI DAN TAINAN



















Salam,
Mandiri Mengukir Prestasi

Sumber :
           Penulis : Yusnitah ( Div. Infokom dan Media III)
           Editor   : Endang Setiawati ( Sekretaris II)
           Photos  : Himmas UT Taiwan dan Bapel UT Taiwan










Kamis, 21 November 2019

PELATIHAN KEWIRAUSAHAAN DAN MANAJEMEN KEUANGAN


Minggu, 17 November 2019 bertempat di Gedung Indonesia Exhibition Center Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taipei, digelar sebuah pelatihan kewirausahaan dan manajemen keuangan bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI). Pelatihan ini merupakan kerjasama dari PPI Taiwan – UT Taiwan beserta Himmas UT dan PKBM PPI Taiwan serta di dukung oleh KDEI Taiwan dan AIDS Fondations. Sebanyak seratus tujuh peserta yang mengikuti acara tersebut tidak hanya dari PMI namun juga dari Mahasiswa Indonesia yang ada di Taiwan. Pukul 08:50 semua panitia melakukan persiapan, kemudian pukul 09:00 proses regristrasi dibuka. Dalam  acara tersebut turut hadir Bapak Adi Kusmayadi S.ST.,M.Sc selaku Ketua PPI Taiwan periode 2019-2020, Bapak Januar Widakdo S.Si, MSc. selaku Ketua Badan Pelaksana UT Taiwan 2019-2020, Ibu Ratna Juwita M. Si, M.Sc perwakilan dari PKBM PPI Taiwan. Acara dibuka pukul 10:00 dan di pimpin oleh Rania Akhmalia selaku pengurus dari Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) PPI Taiwan yang saat ini tengah menempuh pendidikan di National Central University.

Acara diawali dengan menyayikan lagu Indonesia Raya yang di pimpin oleh Etik Nurhalimah Mahasiswi semester akhir dari UT Taiwan, kemudian dilanjutkan dengan sambutan yang pertama dari ketua pelaksana Bapak Vicki Caneca,ST. Dalam sambutannya beliau menyampaikan “ Keberhasilan itu memang tidak hanya dari satu pihak tapi ketika pihak-pihak yang berintegrasi saling bekerjasama maka jadilah wacana-wacana program yang kita gapai. Jadi keberhasilan bisa dicapai ketika kita semua saling bersatu berdiskusi mencurahkan pikiran dan memberikan saran masukan-masukan  yang bermanfaat dan berharap semua peserta yang datang bisa mendapatkan ilmu dan manfaat dalam kegiatan ini serta agenda ini bisa terus dilanjutkan untuk membantu saudara-saudara kita yang ada di Taiwan khususnya Pekerja Migran Indonesia (PMI)”.

Sambutan yang kedua dari Bapak Adi Kusmayadi S.ST.,M.Sc selaku Ketua PPI Taiwan, dalam sambutannya beliau menyampaikan “Harapannya program pelatihan dapat memberikan pembekalan bagi para Pekerja Migran Indonesia (PMI) untuk menjadi pelaku usaha dan bisa membuka peluang pekerjaan baru di daerahnya masing-masing dan berharap dengan pelatihan manajemen keuangan dan kewirausahaan ini, para pekerja migran Indonesia (PMI) dapat mengelola keuangan/gaji dengan baik dan lebih produktif. Berharap juga, semoga dari peserta yang datang akan hadir wirausahawan baru yang tidak hanya mampu mensejahterahkan dirinya dan keluarganya, melainkan mampu mensejahterahkan sekitarnyaa”.

Selepas dari sambutan-sambutan, semua peserta yang hadir disuguhi dengan sebuah tarian Bajidor yang ditampilkan oleh Indriati dan Yulita dari UT Taiwan Dancers (UTTERS). Dilanjutkan dengan pelatihan Sesi pertama Tentang Kewirausahaan yang dibawakan oleh Bapak Dr. Muhammad Hardhantyo  MKM dan dimoderatori oleh Bapak Januar Widakdo S.Si, MSc. Dr. Muhammad Hardhantyo  Puspowardoyo atau yang akrab disapa Tyo, mengusung sebuah tema “SUKSES SELEPAS BEKERJA” dalam materinya beliau membagikan pengalaman-pengalaman beliau yang bermula dari berjualan roti hingga saat ini sudah memiliki usaha yang beliau tekuni diantarnya percetakan dan printing, grosir stationary (ATK), warung makan hingga klinik perawatan untuk lansia. Beliau juga membagikan tips-tips bagaimana cara kita merintis usaha yang bermula dari Surviving (bertahan hidup), Omseting (menaikan omset), Systemizing (perbaiki sistem), Franchising (buka cabang), Financial Freedom (buka usaha baru). Acara kemudian dilanjutkan dengan istirahat makan siang dan sholat dzuhur (ISHOMA).

Selesai Isoma Acara dilanjutkan dengan materi sesi kedua yaitu Manajemen Keuangan yang dibawakan oleh Bapak Hendri Sutrisno, S.E., MBA. Dalam materinya beliau membagikan cara-cara untuk mengatur keuangan kitasebagai PMI, mulai dari bagaimana cara kita mengelola pendapatan, mengatur jumlah pendapatan dan alokasinya seperti, pengeluaran, pemyimpanan, investasi, dan donasi. Pada sesi kedua ini acara berlangsung selama sembilan puluh menit dan dilanjutkan cofee break sambil pengenalan tentang Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).

Sebelum memasuki sesi yang terkahir yaitu sambutan dari Ibu Purwanti Uta Djara selaku Kepala Bidang Tenaga Kerja KDEI membagikan tips untuk berwirausaha “berani memulai dan mengambil resiko, berinovasi dan membuat jaringan” papar beliau. Acara dilanjutkan penyuluhan tentang HIV dan AIDS yang disampaikan oleh Ibu Okki Dhona Laksmita, SN dari AIDS Fondations. Dalam penyuluhannya tersebut beliau menyampaikan tentang hal-hal yang menyebabkan kita terkena penyakit HIV dan AIDS, kemudian hal-hal apa saja yang harus kita lakukan untuk melakukan pencegahan. Salah satu peserta mahasiswa UT Taiwan Lili Yati menuturkan kesannya dalam mengikuti seminar “ Senang dapat banyak ilmu terutama gambaran usaha apa setelah pulang Indonesia nanti serta bagaimana mengatasi kendala yang dihadapi”. Kemudian acara ditutup dengan pembagian sertifikat penghargaan kepada seluruh peserta yang hadir dan mengikuti pelatihan dari awal sampai akhir.

Berikut Dokumentasi-dokumentasi kegiatan:













Salam,
Mandiri Mengukir Prestasi

Sumber :
Penulis : Nur Budiono (Div. Infokom & Media 1)
Editor   : Endang Setyawati (Sekretaris II)
Photos  : Mohammad Arifin (Div. Infokom & Media II) 
               & Etik Nurhalimah (Mahasiswa UT Taiwan)

Jumat, 23 Agustus 2019

Perayaan HUT RI yang ke-74 di Taiwan


Perayaan hari ulang tahun Republik Indonesia (HUT RI) tidak hanya dirasakan di Indonesia saja. Pada Minggu, 18 Agustus 2019 Himpunan Mahasiswa Universitas Terbuka Taiwan (HIMMAS UT-T)  bekerja sama dengan National Taiwan Museum menyelenggarakan perayaan HUT RI ke-74 bertempat di halaman National Taiwan Museum. Mengangkat tema Sensasi Kebebasan, acara perayaan Minggu kemarin turut mengundang teman-teman Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang mana mereka adalah para penggiat seni dan budaya Indonesia di Taiwan. Beberapa diantaranya adalah UTTERS atau Universitas Terbuka Taiwan Dancers, di mana mereka adalah para penggiat seni tari, kemudian Paguyupan reog Ponorogo, PSHT, Teater Tresno Budoyo dan masih banyak yang lainnya.

Seperti tahun sebelumnya perayaan HUT RI di Taiwan diawali dengan parade budaya, rombongan dari PSHT, paguyuban reog Ponorogo Taiwan sedari pagi sudah berkumpul di Taipei Main Station. Kemudian pukul 09:30 semua peserta berjalan bersama-sama menuju National Taiwan Museum. Selama perjalanan, gemuruh riuh dari perserta menyanyikan lagu kemerdekaan, tambah meriah dengan musik gamelan khas dari Reog Ponorogo.
Begitu sampai di halaman National Taiwan Museum semua peserta parade menyanyikan lagu-lagu Nasional, kemudian dilanjutkan dengan upacara pembukaan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang di pimpin oleh Vera Sutarti yang merupakan salah satu pemain dari Teater Tresno Budoyo. Kemudian dilanjutkan dengan sambutan-sambutan dan pemotongan tumpeng yang dipandu oleh pembawa acara Etty Nurhalimah dan Sulinda Minasari yang juga tercatat sebagai mahasiswa UT Taiwan.

Tari Golek Sulung Dayung, tarian yang berasal dari Jawa Tengah dan dibawakan oleh Anastasia Melati beserta Timnya menjadi performance pertama dalam acara perayaan HUT RI ke 74 di Taiwan. Dilanjutkan dengan tari Lengger dari Wonosobo yang dibawakan oleh Apri dan Susanto, beberapa saat setelah tampil Tim dari HIMMAS UTT mencoba mengkorek Informasi berkaitan dengan tarian yang mereka bawakan dalam acara tersebut. Mereka Apri dan Susanto juga mengungkapkan pesan dan kesan serta harapan mereka kedepan untuk kesenian tari Lengger di Taiwan.
” Tarian Lengger yang kami bawakan kali ini berasal dari Wonosobo Jawa Tengah, menceritakan tentang seorang putri kerajaan yang lari meninggalkan kerajaan karena akan dijodohkan, kemudian sang ayah mengadakan sayembara untuk mencari putrinya. Dalam sayembara tersebut, barang siapa yang menemukan putrinya jika ia seorang laki-laki maka akan dijadikan suami untuk putrinya tersebut. Dan jika yang menemukan adalah seorang perempuan maka akan dijadikan saudara. Harapan kami untuk tari Lengger, kami ingin memperkenalkan kepada masyarakat Taiwan juga dan untuk penyelenggaranya semoga sukses selalu dan tahun depan kami di undang lagi” ucap Apri dan Susanto.

Selanjutnya penampilan dari Teater Tresno Budoyo sesi pertama, di mana mereka membawakan cerita Malin Kundang namun dikemas menjadi Versi Luar Negri. Tujuan mereka membawakan cerita ini adalah untuk mengingatkan kepada teman-teman PMI agar tetap ingat dengan orang tua dan keluarga di Indonesia. Dwi Suwarni salah satu pendiri dari Teater Tresno Budoyo saat ditemui oleh Tim dari HIMMAS UTT menyampaikan pesan dan kesannya untuk teman-teman PMI dan juga penyelenggara. “ kali ini kami mengangkat cerita Malin Kundang namun kami kemas menjadi versi luar negri, tujuannya adalah untuk tetap ingat dengan keluarga di Indonesia, karena di sini begitu banyak fashion harus tetap ingat keluarga dan tujuan awal ke Taiwan. Semoga Teater Tresno Budoyo bisa diterima dan Kami juga membuka tangan kepada teman-teman PMI jika ingin bergabung bersama kami, buat penyelenggara tetap semangat terus membuat acara-acara yang melestarikan kesenian dan budaya Indonesia” ciayooo ucapnnya mengakhiri perbincangan dengan Tim dari HIMMAS.

Acara dilanjutkan dengan kesenian Reog Ponorogo sesi pertama, dibuka dengan tarian Jatilan panggung perayaan menjadi lebih ramai. Namun ada yang berbeda dengan tahun kemarin, tahun ini Reog Ponorogo yang ada di Taiwan memiliki dua Singo Barong. Atraksi dari kedua Singo Barong menambah suasana menjadi lebih meriah. Sesaat setelah mereka tampil Tim dari HIMMAS  menemui  Heri Budi Santoso selaku Ketua Reog Ponorogo di Taiwan. Dalam perbincangannya Heri memberikan cerita singkat tentang Singo Barong. “ Singo Barong sebenarnya adalah cerita Rakyat bukan sebuah tradisi, dimana dulu ada seorang putri yang sangat cantik dan banyak yang ingin menikahinya. Dia mau dinikahi namun dengan beberapa syarat dan akhirnya ada salah seorang prabu yang mampu memenuhi syarat-syarat  tersebut. Kami membuka untuk semua yang mau bergabung dengan kami, tidak harus dari Ponorogo yang bisa bergabung”. Ucapnya.

Setelah penampilan dari Singo Barong Taiwan dilanjutkan penampilan dari UTTERS yang membawakan tari  Batik Gringseng dari Jawa Tengah dan Tari Bajidor Kahot dari Jawa Barat. Ria dan Ayu sempat menceritakan sedikit tujuan mereka mebawakan tarian-tarian tersebut.
“ kami membawakan tarian ini karena tarian ini merupakan tarian baru buat UTTERS dan belum pernah kami tampilkan di event seperti ini, jadi kami ingin membawakan yang beda. Pesan dan kesan dari kami, semuanya sudah bagus tinggal lebih dikompakkan lagi” ucap Ria dan Ayu.

Kemudian acara dilanjutkan dengan Teater Tresno Budoyo sesi kedua, lomba makan kerupuk dan lomba estafet sarung. Serta penampilan musik dari teman-teman PMI yang tergabung dalam New Abira Band, juga musisi lokal dari UZ Azer. Dan dilanjutkan dengan pembacaan puisi perjuangan dan diiringi dengan tari yang dibawakan oleh Halim, Indriyati, dan Robertus GH.

Penampilan dilanjutkan dengan peragaan busana dari Mila Boutique, Busana-busana adat dari beberapa daerah di Indonesia ditampilkan. Dibawakan oleh para peragawati yang merupakan para Pekerja Migran Indonesia. Kali ini Mila Boutique tidak hanya menampilkan peragaan busana, namun juga menampilkan seni teater yang membawa cerita perjuangan. Dan dilanjutkan dengan Presean dari anak-anak Lombok. Acara terus berlangsung disertai dengan guyuran hujan, namun para penampil masih siap mengisi acara. Penampilan dilanjutkan dengan penampilan dari PSHT, namun berbeda dengan tahun kemarin, kali ini PSHT Taiwan tidak menampilkan atraksi-atraksi mereka. Kali ini mereka memberikan trik-trik beladiri kepan para pengunjung. Hujan terus-menerus mengguyur dan semua penampil sudah menunjukan kebolehaanya, kemudian acara ditutup dengan penampilan dari Singo Barong Taiwan sesi kedua.

Berikut Dokumentasi Kegiatan:

















  
Salam,
MANDIRI MENGUKIR PRESTASI


Sumber :
              Penulis : Nur Budiono (Div. Infokom & Media I)
              Editor  : Kristinah (Sekretaris I)
              Photos : Mohammad Arifin (Div.Infokom & Media II)



webinar hari kartini HIMMAS UT TAIWAN, "semangat Kartini di Perantauan: Perempuan Indonesia Berdaya Melalui Pendidikan dan Kepemimpinan"

TAIWAN – Hari Kartini selalu jadi momen spesial buat kita semua. Ini adalah waktu yang tepat untuk mengingat kembali perjuangan Raden Ajeng...