Jumat, 23 Agustus 2019

Perayaan HUT RI yang ke-74 di Taiwan


Perayaan hari ulang tahun Republik Indonesia (HUT RI) tidak hanya dirasakan di Indonesia saja. Pada Minggu, 18 Agustus 2019 Himpunan Mahasiswa Universitas Terbuka Taiwan (HIMMAS UT-T)  bekerja sama dengan National Taiwan Museum menyelenggarakan perayaan HUT RI ke-74 bertempat di halaman National Taiwan Museum. Mengangkat tema Sensasi Kebebasan, acara perayaan Minggu kemarin turut mengundang teman-teman Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang mana mereka adalah para penggiat seni dan budaya Indonesia di Taiwan. Beberapa diantaranya adalah UTTERS atau Universitas Terbuka Taiwan Dancers, di mana mereka adalah para penggiat seni tari, kemudian Paguyupan reog Ponorogo, PSHT, Teater Tresno Budoyo dan masih banyak yang lainnya.

Seperti tahun sebelumnya perayaan HUT RI di Taiwan diawali dengan parade budaya, rombongan dari PSHT, paguyuban reog Ponorogo Taiwan sedari pagi sudah berkumpul di Taipei Main Station. Kemudian pukul 09:30 semua peserta berjalan bersama-sama menuju National Taiwan Museum. Selama perjalanan, gemuruh riuh dari perserta menyanyikan lagu kemerdekaan, tambah meriah dengan musik gamelan khas dari Reog Ponorogo.
Begitu sampai di halaman National Taiwan Museum semua peserta parade menyanyikan lagu-lagu Nasional, kemudian dilanjutkan dengan upacara pembukaan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang di pimpin oleh Vera Sutarti yang merupakan salah satu pemain dari Teater Tresno Budoyo. Kemudian dilanjutkan dengan sambutan-sambutan dan pemotongan tumpeng yang dipandu oleh pembawa acara Etty Nurhalimah dan Sulinda Minasari yang juga tercatat sebagai mahasiswa UT Taiwan.

Tari Golek Sulung Dayung, tarian yang berasal dari Jawa Tengah dan dibawakan oleh Anastasia Melati beserta Timnya menjadi performance pertama dalam acara perayaan HUT RI ke 74 di Taiwan. Dilanjutkan dengan tari Lengger dari Wonosobo yang dibawakan oleh Apri dan Susanto, beberapa saat setelah tampil Tim dari HIMMAS UTT mencoba mengkorek Informasi berkaitan dengan tarian yang mereka bawakan dalam acara tersebut. Mereka Apri dan Susanto juga mengungkapkan pesan dan kesan serta harapan mereka kedepan untuk kesenian tari Lengger di Taiwan.
” Tarian Lengger yang kami bawakan kali ini berasal dari Wonosobo Jawa Tengah, menceritakan tentang seorang putri kerajaan yang lari meninggalkan kerajaan karena akan dijodohkan, kemudian sang ayah mengadakan sayembara untuk mencari putrinya. Dalam sayembara tersebut, barang siapa yang menemukan putrinya jika ia seorang laki-laki maka akan dijadikan suami untuk putrinya tersebut. Dan jika yang menemukan adalah seorang perempuan maka akan dijadikan saudara. Harapan kami untuk tari Lengger, kami ingin memperkenalkan kepada masyarakat Taiwan juga dan untuk penyelenggaranya semoga sukses selalu dan tahun depan kami di undang lagi” ucap Apri dan Susanto.

Selanjutnya penampilan dari Teater Tresno Budoyo sesi pertama, di mana mereka membawakan cerita Malin Kundang namun dikemas menjadi Versi Luar Negri. Tujuan mereka membawakan cerita ini adalah untuk mengingatkan kepada teman-teman PMI agar tetap ingat dengan orang tua dan keluarga di Indonesia. Dwi Suwarni salah satu pendiri dari Teater Tresno Budoyo saat ditemui oleh Tim dari HIMMAS UTT menyampaikan pesan dan kesannya untuk teman-teman PMI dan juga penyelenggara. “ kali ini kami mengangkat cerita Malin Kundang namun kami kemas menjadi versi luar negri, tujuannya adalah untuk tetap ingat dengan keluarga di Indonesia, karena di sini begitu banyak fashion harus tetap ingat keluarga dan tujuan awal ke Taiwan. Semoga Teater Tresno Budoyo bisa diterima dan Kami juga membuka tangan kepada teman-teman PMI jika ingin bergabung bersama kami, buat penyelenggara tetap semangat terus membuat acara-acara yang melestarikan kesenian dan budaya Indonesia” ciayooo ucapnnya mengakhiri perbincangan dengan Tim dari HIMMAS.

Acara dilanjutkan dengan kesenian Reog Ponorogo sesi pertama, dibuka dengan tarian Jatilan panggung perayaan menjadi lebih ramai. Namun ada yang berbeda dengan tahun kemarin, tahun ini Reog Ponorogo yang ada di Taiwan memiliki dua Singo Barong. Atraksi dari kedua Singo Barong menambah suasana menjadi lebih meriah. Sesaat setelah mereka tampil Tim dari HIMMAS  menemui  Heri Budi Santoso selaku Ketua Reog Ponorogo di Taiwan. Dalam perbincangannya Heri memberikan cerita singkat tentang Singo Barong. “ Singo Barong sebenarnya adalah cerita Rakyat bukan sebuah tradisi, dimana dulu ada seorang putri yang sangat cantik dan banyak yang ingin menikahinya. Dia mau dinikahi namun dengan beberapa syarat dan akhirnya ada salah seorang prabu yang mampu memenuhi syarat-syarat  tersebut. Kami membuka untuk semua yang mau bergabung dengan kami, tidak harus dari Ponorogo yang bisa bergabung”. Ucapnya.

Setelah penampilan dari Singo Barong Taiwan dilanjutkan penampilan dari UTTERS yang membawakan tari  Batik Gringseng dari Jawa Tengah dan Tari Bajidor Kahot dari Jawa Barat. Ria dan Ayu sempat menceritakan sedikit tujuan mereka mebawakan tarian-tarian tersebut.
“ kami membawakan tarian ini karena tarian ini merupakan tarian baru buat UTTERS dan belum pernah kami tampilkan di event seperti ini, jadi kami ingin membawakan yang beda. Pesan dan kesan dari kami, semuanya sudah bagus tinggal lebih dikompakkan lagi” ucap Ria dan Ayu.

Kemudian acara dilanjutkan dengan Teater Tresno Budoyo sesi kedua, lomba makan kerupuk dan lomba estafet sarung. Serta penampilan musik dari teman-teman PMI yang tergabung dalam New Abira Band, juga musisi lokal dari UZ Azer. Dan dilanjutkan dengan pembacaan puisi perjuangan dan diiringi dengan tari yang dibawakan oleh Halim, Indriyati, dan Robertus GH.

Penampilan dilanjutkan dengan peragaan busana dari Mila Boutique, Busana-busana adat dari beberapa daerah di Indonesia ditampilkan. Dibawakan oleh para peragawati yang merupakan para Pekerja Migran Indonesia. Kali ini Mila Boutique tidak hanya menampilkan peragaan busana, namun juga menampilkan seni teater yang membawa cerita perjuangan. Dan dilanjutkan dengan Presean dari anak-anak Lombok. Acara terus berlangsung disertai dengan guyuran hujan, namun para penampil masih siap mengisi acara. Penampilan dilanjutkan dengan penampilan dari PSHT, namun berbeda dengan tahun kemarin, kali ini PSHT Taiwan tidak menampilkan atraksi-atraksi mereka. Kali ini mereka memberikan trik-trik beladiri kepan para pengunjung. Hujan terus-menerus mengguyur dan semua penampil sudah menunjukan kebolehaanya, kemudian acara ditutup dengan penampilan dari Singo Barong Taiwan sesi kedua.

Berikut Dokumentasi Kegiatan:

















  
Salam,
MANDIRI MENGUKIR PRESTASI


Sumber :
              Penulis : Nur Budiono (Div. Infokom & Media I)
              Editor  : Kristinah (Sekretaris I)
              Photos : Mohammad Arifin (Div.Infokom & Media II)



Rabu, 24 Juli 2019

LIBURAN MUSIM PANAS BERSAMA HIMMAS UTT dan PMI TAIWAN

     Minggu,21 Juli 2019 Himpunan Mahasiswa Universitas Terbuka Taiwan (HIMMAS UTT) melangsungkan liburan musim panas ke Kota Hsinchu dengan tema Tour Education. Liburan kali ini HIMMAS UTT mengunjungi  sebuah tempat  yaitu FLYING COW RANCH yang merupakan salah satu  tempat  peternakan Sapi dan Kambing yang ada di Taiwan. Selain itu disana juga terdapat hewan lain seperti Kelinci dan Kuda. Alasan Himmas mengunjungi tempat tersebut karena tempat tersebut masih natural dengan udara yang segar dan lingkungannya. Tahun ini, HIMMAS UTT berliburan bersama PMI Taiwan. Dengan jumlah keseluruhan tiga puluh empat peserta.  
   Mulai dari pagi teman-teman baik dari HIMMAS ataupun PMI sudah berkumpul di Taipei Main Station pintu Timur no tiga. Sembari menunggu Bus datang, panitia memastikan semua perlengkapan sudah siap. Pada pukul 08:50 Bus yang ditunggu telah datang, semua perserta masuk ke dalam Bus. Sesaat sebelum berangkat, Panitia memastikan semua peserta tidak ada yang tertingal. Kemudian Bus pun mulai bergerak menuju lokasi liburan. Didalam Bus seorang mahasiwa dari fakultas ilmu komunikasi yang bernama Nur Budiono selaku penanggung jawab tour memandu kegiatan didalam Bus dari Doa bersama, Quiz, juga memenuhi request para peserta yang ingin berkaraoke. 
    Bus berjalan dengan lancar suasana didalam Bus juga sangat meriah, beberapa peserta mulai unjuk kebolehan dalam bernyanyi dan bersholawat. Saat quiz dimulai para peserta sangat antusias mengikuti quis tersebut. terlihat dari mereka banyak yang berebut untuk menjawab pertanyaan yang diberikan oleh Panitia .Setelah tiba di stasiun Hsinchu, Bus pun berhenti untuk menghampiri peserta lain yang sudah menunggu di tempat tersebut. Kami kembali melanjutkan perjalanan dan suasana pun lebih ramai karena adanya Quiz dan Karaoke. Karena asik berkaraoke kami tidak sadar bahwa telah tiba di Flying Cow Ranch pada pukul 11:00. Satu persatu para peserta turun dari bus. Benar sekali tempat nya masih sangat natural dengan Alam bebas yang begitu indah dengan pepohonan yang hijau. Beberapa peserta ada yang kekamar kecil, selfie dan ada juga yang mempersiapkan bekal dan perlengkapan lainnya.
   Kegiatan dimulai dengan pembutan kue Egg Tart. salah satu pemandu bernama Chou Ming Xiansheng membantu menjelaskan Langkah-langkah pembuatan Egg Tart dari bahan-bahannya sampai dengan praktek langsung membuatnya. Semua peserta cukup antusias dan bersemangat mengikuti perintah dari pemandu untuk membuat Egg Tart. Setelah selesai membuat adonan dan memasukannya ke dalam cetakan kemudian adonan tersebut dimasukan  kedalam oven. Dan Egg Tart akan diambil di sore hari. Setelah itu semua peserta mencuci tangan dan keluar ruangan untuk melanjutkan kegiatan Berikutnya. Sesaat sebelum keluar ruangan, dari pemandu pembuat Egg tart membagikan satu botol susu segar untuk setiap peserta. Kemudian Ulin Ninayah selaku Wakil dari HIMMAS UTT menyempatkan diri untuk mewawancarai Chou Ming Xiansheng untuk berbagi kesan pesan atas kehadiran kami ke tempat tersebut. Pada intinya “ sangat senang bisa bertemu kalian orang-orang Indonesia yang bekerja sekaligus belajar di Taiwan dan datang ketempat ini. Semoga suatu hari nanti bisa datang lagi dan sukses untuk kalian semua”.
  Kegiatan dilanjutnya ke tempat berikutnya yaitu peternakan Sapi dan Kambing, namun kami berhenti sejenak untuk makan siang dan sholat Dzuhur. Ada yang menarik dengan makan siangnya, jika biasanya kita makan nasi kotak atau Pientang (bahasa cina), namun kali ini makan siang dengan cara lesehan, makan diatas daun bersama-sama. Setelah makan siang selesai, teman-teman melaksanakan sholat Dzuhur berjamaah dan istirahat sejenak menikmati indahnya pemandangan dan sejuknya udara di area pegunungan.
   Acara selantujnya adalah games. Sebelum meninjau ke perternakan sapi dan kambing, panitia menyiapkan peralatan games untuk para peserta yang juga dimeriahkan oleh panitia. Games kali ini yaitu memecah balon menggunakan punggung dan lomba memindahkan karet. Meskipun cuaca lumayan panas, tapi tidak menurunkan semangat teman-teman untuk mengikuti lomba tersebut. Setelah lomba selesai semua peserta bergerak menuju peternakan, ketika dalam perjalanan peserta disambut dengan bau khas kotoran sapi. Terlihat beberapa sapi yang tengah digembalakan di padang rumput yang luas.
  Setiba di kandang sapi, peserta tour berkesempatan untuk memerah susu sapi dan memberi minum susu kepada Sapi-sapi kecil yang ada disana. Peserta juga berkesampatan memberi makan kambing, dengan membeli pakan kambing seharga 10 NTD. Setelah itu peserta bejalan menuju kandang Kuda dan Kelinci yang terletak tidak jauh dari kandang sapi.
   Waktu sudah menunjukan pukul 15:30 semua peserta diharuskan untuk segera kembali ke Bus. Sebab pada pukul 16.00 bus harus segera keluar dari lokasi untuk menghindari kemacetan. Sebelum kembali ke lokasi semua perserta dan panitia melangsungkan sesi foto bersama, setelah itu beberapa peserta mengambil hasil karya mereka membuat Egg Tart. Setelah semuanya selesai dan para peserta sudah masuk ke dalam Bus, bus pun berangkat pulang ke Taipei. Ketika didalam perjalanan pulang menuju Taipei, kegiatan di dalam Bus seperti Quis dan karaoke pun berlanjut. Disebabkan adanya kemacetan  maka perjalanan jadi lebih lama. Alhamdulillah tepat pada pukul 19.30 kami beserta rombongan sampai di Taipei dengan selamat tanpa kurang satu apapun.
Berikut ini adalah kesan pesan dari beberapa peserta yang diwawancarai oleh panitia:     
 Salah satu peserta yang bernama Nur Aisak dari fakultas Management Universitas Terbuka Taiwan dan beberapa mahasiswa dari Taipei Medical University salah satunya Diana Barsasella sama-sama menyampaikan kesan dan pesannya yaitu “ beliau sangat senang mengikuti tour tahun ini karena tempatnya yang bagus dan masih kental dengan suasan perdesaan, pemandangannya pun sangat indah dengan pepohonan dan rerumputan yang hijau, udara yang sejuk. Beliau pun mengucapkan terimakasih karena telah diberikan kesempatan untuk mengikuti tour.
Pesannya  semoga di tahun berikutnya ada tempat-tempat yang sangat menarik untuk di kunjungi lagi dan lebih bisa diambil ilmunya serta bermanfaat bersama. 

Berikut adalah  Dokumentasi Kegiatan:

















   Salam,
MANDIRI MENGUKIR PRESTASI
Sumber :
               Penulis : Nur Budiono (Div.Infokom & Media I)
               Editor   : Endang Setiawati (Sekretaris II)
               Photos  : Himmas UT Taiwan



Kamis, 04 Juli 2019

BABAK AKHIR PERTANDINGAN “Taiwan Pencak Silat National Championship”.

Minggu, 30 Juni 2019 rangkaian akhir dari Pertandingan Pencak Silat pertama di Taiwan dengan tema “Taiwan Pencak Silat National Championship – My Culture is My Pride” dilaksanakan di Taipei Gymnasium lantai satu dan dimulai pada pukul 10.00 waktu setempat. Pertandingan ini merupakan pertandingan lanjutan dari babak penyisihan sebelumnya yaitu pada Minggu, 09 Juni 2019.

Satu jam sebelum pertandingan dimulai, para atlet sudah ramai mempersiapkan diri untuk bertanding, begitu pun staff dari Globar Workers Organization (GWO) sebagai penyelenggara, serta beberapa organisasi lain yang ikut terlibat sibuk mempersiapkan arena pertandingan. Menjelang pembukaan, para pendukung dan penggiat pencak silat dari Indonesia maupun Taiwan sudah terlihat merapat memenuhi bangku-bangku penonton.

Selain dari perwakilan Ikatan Pencak Silat Indonesia, pada hari itu hadir pula sebagai juri yaitu Presiden Federasi Pencak Silat Korea Selatan Mr. Hyungki Cho yang juga menjabat sebagai Ketua Federasi Pencak Silat Asia Timur, turut hadir juga Mrs. Yeonja Park sebagai Ketua Federasi Pencak Silat Tiongkok, kemudian Mrs. Kyoko Soda sebagai ketua Federasi Pencak Silat Jepang. Sementara itu Taiwan selaku tuan rumah, menghadirkan Mr. Lin Jianchang yang merupakan Ketua Federasi Pencak Silat Taiwan.

Setelah seharian penuh perlombaan berlangsung, serangkaian pertandingan baik itu dari kelas putra, kelas putri, maupun kelas Seni yang keluar sebagai juara umum adalah perguruan pencak silat dari Persaudaraan Setia hati Terate (PSHT), selanjutnya yang  menduduki peringkat  kedua adalah Pagar Nusa, dan terakhir perguruan dari Tapak Suci mendapatkan tempat ketiga.

Acara yang berlangsung kurang lebih hingga pukul 19:00 ini berjalan lancar dengan dukungan penuh dari Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei, Globar Workers Organization (GWO), Departmen of Sports Taipei City, Chinese Taipei Pencak Silat Federation, Perguruan-perguruan Pencak Silat Indonesia di Taiwan, Pusat Kegiatan Belajar Mengajar PPI Taiwan, Universitas Terbuka Indonesia di Taiwan, PCNU Taiwan, PCI Muhammadiyah Taiwan, dan Banser.

Berikut adalah Dokumentasi Acara :






Salam,
MANDIRI MENGUKIR PRESTASI


Sumber : Amini (Mahasiswa UT Taiwan)
Penulis : Nur Budiono (Div. Infokom & Media I)
Editor  : Kristinah (Sekretaris I)
Photos : Mahasiswa UT Taiwan & PSHT












Rabu, 03 Juli 2019

UJIAN AKHIR SEMESTER TAHUN AJARAN 2019.1 DAN PENYERAHAN BEASISWA MAHASISWA BERPRESTASI



 Minggu, 23 juni 2019 bertepatan dengan musim panas di Taiwan adalah hari pertama Ujian Akhir Semester (UAS) tahun ajaran 2019.1 Universitas Terbuka Taiwan ( UTT). Seperti biasanya pelaksanaan ujian dilangsungkan di dua tempat yaitu di Taipei dan Tainan. Sebanyak 197 mahasiswa melangsungkan ujian di Taipei dan 28 mahasiswa lainnya di Tainan. Jumlah mahasiswa yang mengikuti ujian Sebanyak 225 orang yang terbagi menjadi 3 jurusan yaitu Managemen, Ilmu komunikasi, dan Sastra Inggris bidang minat  penerjemah. Pada UAS hari pertama turut hadir juga pengawas dari UT PUSAT yaitu  Muhammad Wiwin Darwina dari Kementrian Riset Teknologi Pendidikan Tinggi (RISTEKDIKTI). Selanjutnya Ujian dimulai serentak pukul 09:00 sampai 18:00 waktu Taiwan.  Ujian akhir semester (UAS) di bulan ini terlihat banyak wajah baru dikarenakan mahasiswa baru mulai menjalani ujian semester pertamanya. Mereka terlihat sangat excited. Mereka berharap selain mendapatkan pengalaman, mereka juga ingin mendapatkan ilmu yang dapat di salurkan setelah pulang  dari Taiwan.

Kemudia pada tanggal 30/06/2019 dilangsungkan UAS hari ke dua, dan pelaksanaan tetap dilaksanakan di dua tempat Taipei dan Tainan. Sekaligus penyerahan sertifikat dan beasiswa bagi mahasiswa berprestasi. Pelaksanaan ujian di hari  terakhir  sangatlah kondusif terlihat seluruh mahasiswa menunggu waktu ujian sesuai jadwal ujian yang di tentukan oleh pihak UT Taiwan.

PEMBERIAN  BEASISWA BAGI MAHASISWA BERPRESATASI
Dalam pelaksanaan UAS ada 6 orang mahasiswa berprestasi yang mendapatkan beasiswa dari UT Taiwan nama-nama mahasiswanya telah diunggah langsung oleh akun Universitas Terbuka Taiwan ditiap grup angkatan. Para mahasiswa/i Universitas Terbuka Taiwan yang telah mendapatkan beasiswa "Mahasiswa Berprestasi" terpilih dengan kategori dan kriteria sebagai berikut::
1. Mahasiswa/i Aktif Universitas Terbuka Taiwan
2. Mahasiswa/i dengan IPK Tertinggi per Jurusan
3. Mahasiswa/i yang tidak pernah mengikuti Ujian Ulang (UJUL)
Selamat kepada:
1.SRI LESTARI  (Program Studi Ilmu Komunikasi)
2. PURWANTO   (Program Studi Ilmu Komunikasi)
3. CINTA ADI SAPUTRA   (Program Studi Manajemen)
4 AYU PUSPARINI   (Program Studi Manajemen)
5. MARTIJAH      (Program Studi Sastra Inggris Penerjemahan)
6. YUNITA SARI   ( Program Studi Sastra Inggris Penerjemahan)

PENYERAHAN BEASISWA DI TAIPEI



PENYERAHAN BEASISWA DI TAINAN


Kami sempat mewancarai mahasiswa dari jurusan manajemen yaitu Ayu Pusparini semester lima kesan dan pesannya mendapatkan beasiswa beliau mengutarakan “Yang pasti seneng banget. Enggak kepikiran kalau bakal dapat beasiswa. Dulu kalau ada temen yg dapet beasiswa aku selalu berkata dalam diri sendiri "seneng kali ya kalo bisa dapat beasiswa". Meski tidak terobsesi harus banget dapat beasiswa, tapi aku selalu berusaha melakukan yang terbaik karna aku ingin mengangkat derajat keluargaku dan membuat keluarga terutama ibuku bangga padaku. Karna aku ingin membuktikan dan menyakinkan ke majikan bahwasanya aku sekolah bukan hanya untuk mencari kesenangan semata tapi ada sesuatu yang ingin aku capai.  Dan pesan saya buat teman-teman yang lain “ Jangan pantang menyerah, saya yakin kalian memutuskan untuk bekerja dan sekolah pasti ada tujuan. So, ketika kalian down di tengah-tengah jalan ingat tujuan awal kalian. Tegakkan dalam fikiran kalian" saya harus sukses sampai toga benar-benar ada di kepala saya". Salam sukses buat semua teman-teman mahasiswa UT Taiwan.  Perjuangan ini tidaklah mudah tapi saya yakin kalian adalah  orang-orang  hebat yang tidak mudah menyerah dan tetap optimis menatap masa depan. Semoga kalian semua bisa mendapatkan kesempatan meraih beasiswa seperti saya dan teman-teman yang lain dapatkan. Amin. Terimakasih!
Nah, selain dari Ayu Pusparini ada  mahasiswi lain dari jurusan Ilmu Komunikasi Nama lengkapnya Sri Lestari namun lebih dikenal dengan nama pena Tari Sahsa. Penerimaan beasiswa kali ini adalah kedua kalinya ia dapatkan, pesan singkat dari beliau “Kesannya seneng banget, gak sia-sia belajar di sela-sela pekerjaan yang seabrek. Pesan untuk mahasiswa lain Fokus belajar karena memutuskan kuliah di UT Taiwan itu berat. Selain bekerja kita juga harus bisa fokus belajar dan konsekuen dengan pilihan yang sudah diambil’.
Kami ucapkan selamat  kepada mahasiswa yang mendapatkan beasiswa ‘’Mahasiswa Berprestasi’’. Semoga dapat menjadi motivasi mahasiswa yang lainnya  untuk lebih giat lagi  dalam belajar,dan berkarya. Seperti motto dari UT Taiwan “ mandiri mengukir prestasi ” dan untuk mahasiswa yang belum mendapatkan beasiswa jangan berkecil hati. Semoga  di semester selanjutnya bisa menjadi bagian dari mahasiswa berprestasi. Believe yourself that you can do it!
Berikut Dokumentasi UAS di Taipei & Tainan:






Salam,
MANDIRI MENGUKIR PRESTASI
Sumber :
               Penulis : Mohammad Arifin (Div.Infokom & Media II)
               Editor   : Endang Setiawati (Sekretaris II)
               Photos  : Mahasiswa UT Taiwan & Bapel UT Taiwan










webinar hari kartini HIMMAS UT TAIWAN, "semangat Kartini di Perantauan: Perempuan Indonesia Berdaya Melalui Pendidikan dan Kepemimpinan"

TAIWAN – Hari Kartini selalu jadi momen spesial buat kita semua. Ini adalah waktu yang tepat untuk mengingat kembali perjuangan Raden Ajeng...